
Keesokan paginya, Dahlia terbangun dengan kepala sedikit pusing. Lalu dilihatnya sekeliling dan terpaku melihat pemandangan indah. Wajah tampan Richard masih tertidur di kursi dengan kepala tersender di bantal namun posisi kursi agak jauh samping ranjang milik Dahlia. Saat dia bangun dan berdiri tiba-tiba badannya sempoyongan dan akan terjatuh tapi untung dia bisa menyeimbangkannya. Di saat bersamaan, Richard membuka matanya.
" Kamu kenapa?" tanya Rich yang membuat Dahlia menaikkan alisnya.
" Ga papa, aku cuma sedikit pusing. " jawab Lia.
Dipegangnya pipi Dahlia. " Kamu demam Li, pake bilang ga papa. Udah istirahat aja. Ntar aku bawain sarapan dan obat. "
" Tapi hari ini aku ada jadwal pengiriman bunga. "
" Ya biar aku aja yang kirim. Nanti juga ada pegawai lain yang nemenin."
" Beneran?" tanya Lia agak ragu dengan tawaran Richard.
Richard mengangguk. " Udah jangan nolak." Lalu sedikit mendekatkan wajahnya.
" Semalam aja ngga nolak gue. " goda Rich yang tersenyum lebar dan kembali ke dalam mode panggilan gue.
Dahlia melotot dan mencubit lengan Richard. Namun Dahlia tidak dapat menghindar dari pipi merahnya yang mengingat kejadian semalam.
Flashback
Richard masih terus berusaha menenangkan Dahlia dengan caranya sendiri.
" Lia dengerin aku, ini aku Richard tolong buka mata kamu. Ga ada yang perlu kamu takutin lagi." ucap Richard setelah sampai di kamar Dahlia.
Dahlia masih menangis tersedu dan memejamkan matanya. " Aku ga mau Rich, aku ga bisa lihat. "
" Kamu bisa. Aku percaya kamu pasti bisa. Kalo kamu masih inget kejadian yang bikin kamu trauma bagaimana kamu akan sembuh? Jadi kamu harus lupain kejadian itu. Tolong sekarang buka matamu. Aku janji aku ga akan ninggalin kamu. Tarik nafas dan buka matamu. "
Setelah beberapa kali membujuk, akhirnya Dahlia mau membuka matanya setelah bisa mengatur nafasnya yang tadi masih tersengal-sengal.
" Rich. " sebut Dahlia
" Ya ini aku. Kamu udah bisa tenang kan?"
Dahlia mengangguk dan sedikit tersenyum. Tangannya yang sudah tidak gemetar mencoba meraih tangan Richard yang sedang memegang kedua pipinya. Richard bisa melihat senyum Dahlia walaupun hanya dilihat dari penerangan senter dari ponselnya.
" Aku ingin kamu selalu seperti ini. Selalu mengingat moment ini disaat kamu sedang berada di kegelapan. " ucap Rich dengan menunduk dan perlahan mencium bibir Dahlia.
Takut gelap? Mungkin sudah biasa bagi orang lain. Namun ketakutan Dahlia karna disebabkan oleh kejadian masa kecilnya saat dia berumur 8 tahun yang terjebak kebakaran di pondok bunga yang berada di atas bukit saat dia sedang bermain-main didalamnya. Pondok bunga itu memang sengaja dibangun oleh ayahnya khusus untuk Dahlia. Untung dia berhasil selamat karna saat itu mang Udin hendak memanggilnya.
Bahkan dia sudah beberapa kali konsultasi dengan psikiater dan sedikit demi sedikit agak berkurang. Namun saat di SMA kembali terjadi yang mana dia dibully oleh teman sekelasnya dan ngeprank Dahlia dengan menguncinya di gudang kosong yang gelap.
Parahnya lagi perlakuan Okan saat dia kuliah yang membuat Dahlia enggan membuka hatinya pada laki-laki.
Entah sihir apa yang dimiliki Richard yang membuat Dahlia bisa membuang rasa takutnya bahkan tidak menolak saat Richard menyentuhnya. Richard menghentikan ciumannya yang agak lama walaupun Dahlia tidak membalasnya, karna Richard pun tidak ingin melampaui batas. Ditatapnya wajah Dahlia yang sudah merasa lebih tenang dan disapunya bibirnya menggunakan ibu jari Richard.
__ADS_1
Flashback off
" Udah mikirnya, kalo ga mau aku cium lagi nih." goda Richard lalu segera berlari karna Dahlia sudah bersiap melemparinya dengan bantal.
Setelah membersihkan diri, Richard turun ke bawah hendak ke meja makan dan memberitahukan kepada bu Ratna bahwa Dahlia sakit. Bu Ratna terkejut karna tidak mengetahui kejadian semalam. Richard menawarkan diri untuk membawakan sarapan dan obat untuk Dahlia.
Awalnya bu Ratna ragu namun melihat kesungguhan Richard, dia singkirkan pikiran itu.
Saat Richard menuju ke atas, di saat yang bersamaan Leha yang berumur sekitar 30an salah satu pekerja di perkebunan mendatangi bu Ratna karna akan mengambil pemotong rumput karna suruhan mang Udin.
Apa dia yang namanya kang Richard? Wah memang bener-bener tampan. batin Leha.
***
" Makasih ya Rich. " ucap Dahlia sehabis minum obatnya.
Richard mengerutkan dahinya. " Cuma makasih?" tanyanya balik dan langsung memajukan kepalanya.
Dahlia menghindar. " Rich!!!"
Richard tergelak melihat ekspresi Dahlia.
" Bercanda. Tapi ada satu permintaan aku. " ucapnya yang membuat Dahlia menaikan alisnya yang artinya APA ITU?
" Ceritain masalahmu dengan Okan. "
" Apa harus sekarang? Nanti kamu bisa terlambat."
*** ***
Richard telah menyelesaikan kiriman ke supermaket bahkan ke toko-toko bunga sekalian. Dia sudah berniat setelah membantu Dahlia menyiapkan bunga-bunga yang akan dibawa ke pelabuhan tiga hari lagi, dia berencana akan ke Jakarta untuk menengok mansion dan perusahaan.
Saat hendak masuk ke truk milik Dahlia yang dia sebut piccolo, ada seorang wanita yang memanggilnya dengan panggilan khasnya.
" Richie!!! " panggil Vina.
Richard menoleh. " Vina? Ngapain loe disini. "
" Vina kangen," ucap Vina sambil bergelayut manja di lengan Richard.
Richard menghindar. " Vin malu ini ditempat umum."
Vina agak terkejut. " Richie kok gitu. Kamu kok udah berubah semenjak pergi ke perkebunan kampung itu. "
" Mau loe apa?"
" Tadinya Vina mau nyusul Richie. Ada yang mau Vina omongin. Tapi kebetulan kita ketemu disini, kita ngomong disini aja ya."
__ADS_1
" Gue buru-buru Vin, gue juga bawa temen yang udah nunggu di mobil. Lagian Dahlia juga lagi sakit. Kalo Vina mau ngomong kita ke perkebunan aja."
Vina pasrah yang penting baginya bisa ketemu dan mengutarakan yang ingin dia sampaikan karna ancaman papanya masih terngiang di pikirannya. Lagi pula Alex juga pernah menyuruhnya untuk baik-baikin keluarganya Dahlia jika ingin membantu Rich mendapat kepercayaan Dahlia. Untung saja di supermarket tadi dia sudah membeli barang-barang untuk Dahlia.
*** *** ***
Setelah sampai di perkebunan, Richard yang turun dari mobilnya Vina, mendapati mobilnya Joe terparkir di depan rumah Dahlia.
Kaya menantu aja disini. batin Richard dengan muka sinisnya saat melihat Joe sedang membantu menyiapkan makan siang.
Richard mengenalkan Vina pada bu Ratna dan tante Citra namun saat melihat Joe, Vina terkejut.
" Heeyyy!!! Elo?? Ngapain loe disini. "
" Lah kamu ngapain disini?" tanya balik Joe.
" Kalian kenal?" tanya Rich dengan bingung sambil berjalan menuju wastsfel hendak mencuci tangannya.
" Ngga Rich, tadi di supermarket dia sengaja njatuhin sayuran di keranjang belanja aku."
" Eh, kalo mau nyalahin salahin sepatu kamu. Siapa suruh kamu keseleo, kan gara-gara aku nolongin kamu yang jadinya sayur-sayur bawaan aku berserakan di belanjaan kamu yang ga seberapa itu. Bukannya terima kasih malah marah-marah."
" Apa loe bilang? Belan..."
" Sudah sudah sudah...Tolong jangan ribut ya, Dahlia sedang istirahat. Lebih baik kalian langsung makan siang saja, ibu akan bawakan makanan buat Dahlia." ucap bu Ratna yang nampannya akan diperebutkan oleh dua orang pria.
" Biar saya saja ya!!! " ucap Rich dan Joe bersamaan dan membuat lainnya terkejut.
" Sudah, biar ibu saja yang antar. Kalian makan duluan saja. Mba Vina sekalian makan disini ya. "
*** *** *** ***
Keesokan harinya, Dahlia sudah merasa baikan dan berniat bekerja lagi. Richard maupun ibunya tidak dapat memaksanya karna sifatnya yang memang agak keras kepala.
Karna Dahlia sudah merasa sehat lagi, Richard menagih janjinya yang seharusnya tadi malam tapi dirinya juga merasa kecapean. Dahlia pun menceritakan semua hal yang dia alami dengan Okan. Richard geram terhadap Okan yang memanfaatkan kelemahan wanita. Walaupun mereka berteman bukan berarti mereka bersahabat. Richard pun jadi membenci Okan.
Tiba-tiba, Riyanti berlari menghampiri Dahlia dan Richard sambil membawa ponselnya Dahlia.
" Mba Lia. Ada telfon dari mba Olivia. Katanya ini urgent."
Dahlia penasaran dan segera mengambil ponselnya. " Iya Liv, ada apa? Maaf aku ga bawa ponsel."
" Apa?? Kok bisa?" tanya Dahlia dengan terkejut.
" Kenapa Li?" tanya Rich yang tak kalah penasaran.
" Iya bentar Liv, aku liat di forum berita Wiratama dulu ya." ucap Dahlia, setelah itu menutup telfonnya dan membuka berita update mengenai Wiratama Land.
__ADS_1
Richard membelalakan matanya,dia pun lebih-lebih terkejut melihat berita tersebut.
Berarti Vina ga bercanda. O**m Hendra bener-bener serius dengan ancamannya. batin Richard.