
Richard disambut baik dan ramah oleh keluarga Dahlia,tidak seperti Dahlia yang mendapat sambutan pahit di hari pertama menginjakkan kakinya di mansion keluarga Wiratama.
Richard pun membalasnya dengan bersikap baik juga apalagi terhadap orang yang lebih tua.
Dahlia yang melihatnya pun heran,tapi perasaannya segera ditepis karna rasa rindu terhadap ibunya terobati.
***
Richard menatap makanan yang ada di meja makan. Suasana hatinya yang nyaman karna bisa makan bersama walaupun bukan dengan keluarganya terkubur karna perutnya ga selera dengan makanan yang jarang dijumpainya.
" Apa cuma ada ini?" tanya Rich yang membuat semua menoleh ke arahnya.
" Memangnya kenapa? Kamu mau bilang makanan ini kampungan? Kalo ga selera ya ga usah makan." jawab Dahlia dengan ketus.
" Dahlia!!!" panggil ibu Ratna dengan nada menegur.
" Maaf ya nak Richard, tadi ibu ga sempet belanja jadi masak seadanya yang ada dirumah,untung saja Joe juga kesini membawa sayuran."
" Soalnya kalo dirumah saya biasa ditanya dulu mau dimasakan apa," jelas Rich.
Bu Ratna dan tante Citra terkekeh dan mengatakan kalo Richard itu ceplas ceplos tapi menggemaskan.
Dahlia berbisik kepada Joe yang duduk di sebelahnya.
" Mas Joe lihat sendiri? Sifat aslinya mulai keluar,tapi Lia ga ngerti kenapa ibu sama tante malah menganggap dia itu lucu."
Joe pun mengangguk." Iya Lia, tadi mas liat pertama kirain dia ga seperti yang kamu bilang."
Setelah menyelesaikan makan siang dan membereskan meja makan dan saat Dahlia akan mencuci piring kotor, ibunya mencegahnya.
" Sudah Lia,kamu kan baru dateng, mending kamu istirahat dulu dan anter nak Richard ke kamarnya ya, ibu sudah menyiapkan kamar di atas."
" Baik bu, Lia istirahat dulu ya." jawab Dahlia kemudian memeluk ibunya lagi.
Saat Dahlia akan mengantar Rich ke kamarnya,langkahnya terhenti karna panggilan Joe yang akan berpamitan.
" Mas pulang dulu ya Lia.." pamit Joe.
" Oh iya mas, hati hati ya..." Dahlia melihat raut muka Joe seperti akan mengatakan sesuatu. " Ada apa mas? Mas mau ngomong sesuatu?"
__ADS_1
Joe pun menjawab dengan ragu. " Ga apa apa Lia, besok besok saja mas ngomongnya."
Richard melihat pemandangan tadi dengan heran sambil berkaca pinggang.
" Kalian pacaran tapi kok kaya kaku banget si, ga ada mesra mesranya." ledek Rich dibalas pukulan dari Dahlia ke lengan tangannya Rich.
Rich meringis. " Aowwww!! Sakit tau."
Dahlia menjelaskan sambil mereka naik ke atas menuju kamarnya Richard
" Rasain, dia itu sahabat aku dari kecil dan udah aku anggep saudara. Udah lah, mau mandi ga?? " tanya Dahlia dengan niat menghindar Rich bertanya lagi tapi malah memancing pikiran kotornya Richard.
" Memangnya loe mau mandiin??" tanya Rich mendekat Dahlia.
Dahlia langsung menyentil kepala Richard.
" Ngeres aja pikirannya. Maksudku disini kamar mandinya hanya ada satu di lantai atas dan satu di lantai bawah, ga ada kamar mandi dalam kamar. Jadi kalo mau pake harus gantian."
" WHAT!!!!"
***
" Itu yang di sebelah kakek Suryo adalah kakek Wirya, kakekku." kata Dahlia dan Rich menoleh.
Dahlia menjelaskan kalau mereka adalah sahabat dekat namun jarang bertemu dan saat kakek Wirya meninggal, kakek Suryo merasa sangat kehilangan. Maka dari itu sepeninggal sahabat baiknya, kakek Suryo sering mengunjungi perkebunan dan ikut membantu ayahnya Dahlia mengurus bisnis perkebunan. Namun naas, ayahnya Dahlia pun tidak dapat bertahan dengan penyakitnya dan meninggal saat Dahlia berumur 15 tahun.
" Saat ayahku meninggal, aku kehilangan sosok penopang hidup selain ibuku. Dan sejak saat itu, kakek Suryo lah yang membangkitkan kami dan beliau menghabiskan waktunya setelah bekerja untuk sekedar berkunjung kesini agar kakek merasa tenang jika beliau pergi untuk selamanya." jelas Dahlia sambil menitikan air mata.
Richard tertegun mendengar cerita Dahlia. Memang kakek Suryo sering menceritakan sahabatnya itu akan tetapi Richard tidak pernah mau jika diajak kakeknya mengunjungi perkebunan saat dia masih remaja walaupun hanya untuk sekedar mengisi liburan..Apalagi Richard melanjutkan kuliahnya di Australia dan jarang bertemu dengan kakeknya.
Segitu sayangnya kakek ke elo?
Gue cucu kandungnya aja jarang komunikasi dengan kakek saat gue kuliah.
Ada sedikit rasa iri namun ada suatu perasaan yang muncul bahwa Richard sudah mempercayai Dahlia perihal wasiat kakeknya walaupun dia jaim untuk mengungkapkannya.
***
Malam hari Richard merasakan perutnya terasa lapar karna saat makan siang tadi dia makan sedikit dan melewatkan makan malamnya karna setelah mandi dia tertidur.
__ADS_1
Akhirnya dia memutuskan turun ke bawah menuju dapur dan mencari atau membuat sesuatu. Sebelumnya Dahlia memberi tahu bahwa jam tidur tidak boleh lebih dari jam 9-10 malam, agar besoknya saat bangun awal, badan tidak terasa capek atau ngantuk.
Saat sudah menuruni tangga yang memang langsung menuju dapur, langkahnya terhenti mendengar Dahlia berbicara dengan seseorang di telfon.
" Ya sudah lah Liv, aku ga nyalahin kamu, yang penting dia ga jadi kesini kok.Udah dulu ya bye." Dahlia menutup telfonnya.
Gue tau dia lagi telfon sama sekretarisnya, tapi ga mungkin ngomongin kerjaan malam malam gini. Kayanya dia lagi ngomongin seseorang. Tapi siapa? batin Rich dan berkutat dengan pikirannya sendiri.
Akhirnya Richard memutuskan kembali ke kamarnya dengan keadaan perutnya yang keroncongan.
Tak lama kemudian, pintu kamarnya diketuk dari luar. Dan setelah dibuka, ternyata Dahlia yang sedang memegang mangkok berukuran agak besar dan isinya mie rebus dicampur sayuran dengan toping telor mata sapi.
" Nih, aku tau kamu laper. Tapi cuma ada ini." Dahlia menyodorkan mangkok itu dan Rich menerimanya.
" Jadi tadi loe lagi bikin gue makanan?"
" Hmm, maksud kamu?" tanya Dahlia dengan heran.
Richard kelabakan takut kalo Dahlia tau dia menguping pembicaraan Dahlia walaupun sedikit. " Ga papa."
" Jangan lupa, besok kamu harus bangun awal."
" Memangnya jam berapa?" tanya Rich.
" Jam 5 pagi. " jawab Dahlia dengan santai.
Richard terkejut. " Hah!! Jam 5 pagi??" Dahlia menjawab dengan anggukan.
***
"Richard!!! Bangunnnn!!!" seseorang menggedor gedor pintu kamar.
Dengan suara khas bangun tidur Rich menjawab dengan asal. " Lima menit lagi Bi.."
Pintu digedor gedor lagi dengan keras yang membuat Richard menggeliat dan terjatuh dari tempat tidur.
GUBRAGG
" Aowwww!! Ternyata ini bukan kamar gue, dan itu bukan suara Bi Mun."
__ADS_1