Terjebak Wasiat Dan Perjanjian

Terjebak Wasiat Dan Perjanjian
Keputusan mendadak


__ADS_3

" Silahkan duduk!" perintah Dahlia kepada Roni dan Alex.


Dahlia teringat bahwa pria ini yang waktu menginap dirumah Wiratama, lebih tepatnya pacar mudanya Nyonya Sarah. Tapi Dahlia mencoba profesional dengan bersikap biasa.


Berbeda dengan Dahlia, Richard seperti melihat musuhnya.


" Selamat siang bu Presiden Direktur," sapa Roni.


" Selamat siang. Saya hanya ingin menanyakan soal tender untuk proyek perumahan, kenapa hanya satu perusahaan yang mengajukan penawaran. Harusnya kan perusahaan ini bisa mengundang lebih dari satu bahkan dua perusahaan. Bisa anda jelaskan pak Roni?" tanya Dahlia dengan tegas.


Roni menjawab dengan muka datarnya tanpa merasa terjadi apa apa.


" Hmm..saya juga tidak tahu, karna kita membuka tender sesuai dengan peraturan, dan memang hanya satu perusahaan yang mengajukan."


" Tapi saya rasa itu tidak mungkin, karna ini proyek besar yang perusahaan manapun pasti akan tertarik.


" Saya sudah bilang........" Roni akan menyanggah tapi disela oleh Alex


" Bu Dahlia benar. Saya rasa pasti ada kesalahan. Kamu periksa lagi dengan hati hati," perintah Alex kepada Roni,kemudian melanjutkan penjelasan lagi.


" Saya juga tadinya agak curiga kenapa hanya satu perusahaan yang tertarik, tapi saya abaikan karna saya takut tidak akan selesai pada waktunya sesuai dengan perjanjian, benarkan pak Faisal??" tanya Alex kepada Faisal yang sedang berdiri disampingnya.


" Benar itu. Karna jika kita tidak menyelesaikannya akan terkena penalty." jawab Faisal.


" Bu Dahlia tidak perlu khawatir, saya akan bantu memeriksanya lagi sebelum saya membicarakannya lagi lain waktu."


" Baiklah kalau begitu, saya jadi bisa bernafas lega karna pak Alex mau membantu."


Lagi lagi, Richard hanya ngedumel


Untung Dahlia baik, kalo gue diposisi dia udah langsung gue pecat....Eh,kenapa gue jadi muji cewek kampungan itu...huffffttt!!!


Tapi walaupun kampungan, ternyata dia pintar dan teliti juga.


Lah lah lah..kok muji dia lagi!!! umpat Richard dalam hati.


" Kalau begitu kami permisi dulu bu Dahlia," pamit Alex yang membuyarkan pikiran Richard.


***


Olivia masuk ke ruangannya tanpa Faisal karna Faisal masih berada di ruangan Dahlia.


Tiba tiba telfon yang ada dimeja kerja Faisal berdering.


" Hallo..." jawab Olivia.


------


" Dokumen apa ya??"


------


" Oh, ya baiklah kalo begitu akan saya ambilkan," Olivia mengakhiri telfonnya.


Setelah mengambil dokumen yang diminta bagian arsip yang ternyata sudah ada dimeja, sekelebat Olivia melihat sesuatu dibawah laci. Dia jadi teringat waktu pertama kali bekerja, Faisal seperti menyembunyikan sesuatu. Karna penasaran, Olivia pun mengambil sesuatu itu dan betapa terkejutnya Olivia..


" HAAHH!!!! Ini kan ibu Lusiana Utami, penulis idolaku??? Kenapa...."

__ADS_1


Olivia masih membelalakan matanya sambil telunjuknya menunjuk bolak balik foto Faisal dan ibunya secara bergantian.


Dengan senyum devil nya, Olivia bergumam


" Jadi kamu merahasiakan ini dariku, tuan pengacara? Lihat saja nanti," ujarnya sambil buru-buru menaruh foto itu lagi ke tempat semula.


***


Jam sudah menunjukkan pukul 16.00.. Itu artinya sudah waktunya pulang.


Kali ini Dahlia ga pulang bareng Olivia karna dia berniat pulang bareng Richard lagi.


Dahlia melihat Richard sedang berkemas,


" Kamu mau kemana?" tanya Dahlia.


" Pulang lah, udah jam berapa ini,loe mau kerja seharian?" celetuk Rich


Sambil melihat jam tangannya, Dahlia kaget


" Oh iya!!! Ternyata udah jam empat sore, aku ga sadar karna terlalu sibuk, tunggu aku bentar ya nanti kita balik bareng lagi."


" Heyy!!! Apa tiap hari kita bakal berangkat pulang bareng terus?" tanya Rich.


" Memangnya kenapa? Kita kan kerja di tempat yang sama, pulang ke tempat yang sama, jadi harus menghemat pengeluaran karna jarak dari rumah pun......"


belum Dahlia melanjutkan sudah dipotong oleh Richard.


" Udah udah cukup cukup!!!Menyebalkan,"


sahut Rich.


Dahlia melihat kertas itu dan reflek tangannya memegang kerah baju dan rambutnya karna gambar itu sama persis dengan dirinya.


" Hey!! Kamu menggambar aku seperti hantu??" tanya Dahlia kepada Rich yang sudah kabur duluan dan sudah mencapai pintu.


" Kenapa?? Mirip kan??" ejek Rich.


***


Sesuai yang direncakan tadi siang, Olivia mengambil kesempatan pulang kerjanya untuk mengikuti Faisal sampai kerumahnya.


Dia pun menaiki ojeg online untuk membuntuti mobil yang dikendarai Faisal. Untung saja baju kerja Olivia hari itu mengenakan celana panjang, jadi hanya menambahkan jaket dan kacamata hitamnya untuk mengurangi kecurigaan.


Setelah sampai di rumah yang lumayan cukup besar dengan pintu garansi otomatis, Olivia berhenti didepan pintu gerbang.


Awalnya dia ragu ragu,takut Faisal akan marah besar. Tapi setelah cukup yakin, akhirnya Olivia memberanikan diri memencet bel.


" Selamat siang, cari siapa ya??" tanya pemilik rumah.


Sebelum menengok, Olivia merasa merinding mendengar suaranya, dan dia tercengang saat membalikan badannya karna memang benar suara itu adalah sang idola.


" Sa sa saya mencari pak Faisal, saya teman kerjanya," jawab Olivia mencari alesan.


" Kalau begitu ayo masuk," pinta ibu Lusi.


***

__ADS_1


Di mansion


Dahlia dan Richard menikmati makan malamnya dengan tenang tanpa ada suara.


Tetapi tatapan Dahlia seolah ingin berbicara


Apa aku ngomongin sekarang aja ya?Dahlia


Setelah Dahlia menyelesaikan makannya, dia kembali menatap Richard yang belum selesai makannya sambil senyum senyum.


Richard yang menyadarinya pun merasa risih.


" Jangan ngeliatin gue terlalu lama,nanti bisa jatuh cinta loe," kata Rich yang membuat Dahlia reflek memutar bola mata tanpa menjawabnya.


" Apa mau loe?" tanya Rich yang mengerti maksud Dahlia.


" Ngomong ngomong kapan kamu mulai bekerja di perkebunan?"


" Kenapa mesti ditanyain lagi si?? Gue kan udah pernah bilang ga mau," tegas Rich sambil berdiri dan akan beranjak pergi tapi dihalang oleh Dahlia.


" Tunggu sebentar!! Kenapa si kamu keras kepala banget??"


Rich tanya balik " Lah loe kenapa keras kepala nanyain gitu terus? Kenapa loe maksain gue pergi ke tempat yang gue ga pengen?"


Dahlia mendekat ke arah Richard


" Kamu pikir untuk apa aku dateng kesini?"


" Untuk apa emangnya??" tanya Rich


" Karna ini permintaan terakhir kakek Suryo,kakekmu." jawab Dahlia yang membuat muka Rich meredup.


Dahlia menambahkan


" Kalo bukan karna wasiat dari kakek, aku ga bakal dateng ke tempat ini,aku ga bakal dateng ke tempat yang aku ga pengen dateng dan bahkan semua orang dirumah ini ga ada yang menyambutku, ga ada yang suka padaku, semuanya membenciku seperti kamu,Richard???" mata Dahlia sudah mulai menggenang.


Wait?? Suka?? Benci?? batin Rich


" Richard, aku sudah melakukan permintaan kakek Suryo, lalu kapan kamu melakukannya juga?" tanya Dahlia lalu meninggalkan Richard.


Rich terdiam mendengar keluh kesah Dahlia. Bukan karna ingatan tentang kakeknya, tapi tentang kerelaan Dahlia yang mau menjalankan wasiat kakeknya, hanya karna dia ingin Richard mendapatkan hak penuh warisannya.


***


Dahlia sudah bersiap siap berangkat bekerja, tapi dia heran dengan pemandangan Kiky dan Sita yang membawa dua koper besar.


" Ky...Ta..Koper siapa itu, siapa yang mau pindahan?" selidik Dahlia.


" Ini kopernya tuan Richard mba Dahlia," jawab Kiky.


" Memangnya Richard mau pergi kemana?"


Baru Kiky akan menjawab, ada jawaban dari lantai atas..


" Gue mau pergi ke perkebunan." tegas Rich yang tengah menenteng ranselnya sambil berjalan ke bawah.


" Hah!!! Beneran???" tanya Dahlia ga percaya.

__ADS_1


Yang suka dengan ceritaku,minta dukungannya ya..Yang penting ikhlas,jangan saling ngedumel dan jangan saling menjatuhkan.


Terima kasih #staysafe


__ADS_2