Terjebak Wasiat Dan Perjanjian

Terjebak Wasiat Dan Perjanjian
Party


__ADS_3

" Selamat siang tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya penjaga toko.


" Oh,sa sa..ya...." sambil menunjuk dirinya dan menahan malu


" Saya seorang pengacara," jawab Faisal dan dengan cepat meninggalkan toko tersebut.


***


" Benarkah Lia??" tanya Olivia dengan girang.


" Hmm...seneng kan kamu, tapi inget ya sama tugas kamu, kamu harus bisa jadi tangan kananku di perusahaan," perintah Dahlia sambil mengaduk minumannya.


" Ok deh," jawab Olivia dengan semangat.


Eh, trus kita mau ketemu siapa disini?"


" Kita mau ketemu sama mas Faisal pengacaranya keluarga Wiratama, karna dia juga yang mendapat tanda tangan dari penulis pujaan kamu, dan harusnya si dia udah sampe," jawab Dahlia sambil melihat jam di handphonenya.


Tepat pukul 13.00 Faisal sampai dan saat menyapa Dahlia, Olivia pun menoleh.


" KAMU!!!!"


" KAMU!!!!" mereka memanggil secara bergantian


Faisal๐Ÿ‘‡



Olivia ๐Ÿ‘‡



Faisal menyerahkan novel yang sudah ditandatangani ibunya kepada Olivia. Setelah kurang lebih hampir satu jam mereka berkenalan dan membicarakan pekerjaan, mereka pun berpisah. Dahlia dan Olivia membeli keperluan pribadi mereka untuk bekerja, sedangkan Faisal pulang ke rumahnya dan bertemu lagi dengan Dahlia dan Olivia di rumah Wiratama untuk menyerahkan beberapa dokumen penting yang akan dipelajari Dahlia.


Di mansion


Richard tengah mempersiapkan keperluan party dan dibantu oleh para ART, sedangkan Alex menghubungi beberapa temannya. Saat Dahlia datang bersama Olivia dan melihat ke kolam renang, dia menghampiri bibi Mun disana.


" Ada apaan ini bi, apa mau ada acara?" tanya Dahlia dengan heran.


" Nak Richard mau ngadain pesta nanti malam non," jawab bibi Mun.


" Dan kita disuruh ga tidur sampai pestanya selesai," tambah Sita.


" Hah!! Tapi kan saya sudah buat peraturan bahwa jam kerja kalian hanya sampe pukul 21.00." ucap Dahlia dengan kesal


Dahlia memang pernah mengumumkan peraturan baru kepada seluruh penghuni mansion mulai dari hak karyawan seperti hari libur sampai keuangan.. Seluruh pengeluaran dan pemasukan keuangan pun Dahlia yang handle, karna dia curiga dengan pengeluaran bulan lalu yang melebihi budget.

__ADS_1


" Mungkin nak Richard kesepian, biarkan saja dulu ya non," ucap bibi Mun dengan memelas.


" Tapi kalo dibiarkan terus kapan dia mau berubah Bi."


***


Setelah urusan Dahlia dan Faisal selesai, dia pun beristirahat sejenak di ruang kerja kakek.. Sementara Faisal pulang sekalian mengantar Olivia ke apartemennya, itu pun atas permintaan Dahlia karna kebetulan rumah Faisal searah dengan apartemen Olivia.


Tiba tiba pukul 17.00 hujan turun deras disertai angin dan petir, dan saat Dahlia akan keluar ruangan tiba tiba lampu padam, di ruangan itu pun sangat gelap.


" Kiky....Sitaa.....Bibi Munnn..." panggil Dahlia dengan ketakutan dan tangannya meraba benda disekitarnya.


Setelah dipanggil panggil yang datang ternyata Alex sambil menyalakan senter menggunakan ponselnya.


" Dahlia, kamu ga papa??" tanya Alex dan Dahlia hanya diam tapi tangannya menggenggam erat tangan Alex dan nafasnya pun agak tersengal sengal.


" Kiky...Sita...Bawa minuman kesini untuk Dahlia," teriak Alex.


Setelah kurang lebih 15menit, lampu menyala.. Kiky datang dengan membawa minuman dan Dahlia mengambil gelas dengan tangan gemetar.


" Non Lia takut sama gelap?? Soalnya sodara saya ada yang kaya gitu. Dan setiap dia di ruang yang gelap, dia ketakutan setengah mati seperti melihat hantu," cerita Kiky


.


Alex yang mendengar itu semacam mendapat ide liciknya untuk membantu Richard..


***


Pukul 21.00 pesta dimulai


Vina pun ikut datang untuk menemani Richard dan dia pun senang karna dia juga memang suka party.


" Vin, loe datang juga?" tanya Alex


" Iya dong Lex, kan Richie sendiri yang ngundang, masa Vina ga dateng," jawab Vina dengan sumringah sambil mencari Richienya.


" Richiee!!! "


" Vinaaa!!!" lalu mereka pun berjoged melompat lompat mengikuti alunan musik disco.


Sementara Dahlia sedang menelfon ibunya, setelah beberapa lama dia memutuskan untuk tidur..


" Tenang Lia, sabar.. Kamu jangan kebawa emosi," Dahlia menenangkan dirinya sendiri agar bisa tertidur.


Setelah hampir satu jam, Alex melihat ke arah jendela kamar Dahlia.


" Rich, loe yakin Dahlia belum tidur?"

__ADS_1


" Tentu aja, loe liat sendiri lampu kamarnya aja masih nyala," jawab Richard dengan pedenya lalu dia berjalan menuju lampu sorot untuk menyoroti kamar Dahlia.


Dahlia pun ga bisa tidur dan menutup telinganya dengan bantal karna sound sistemnya pun diarahkan ke arah kamarnya agar dia tetap terjaga. Setelah sekian lama menahan, akhirnya Dahlia pun menyerah.


" Jadi kamu mau menantangku Richard????Baiklah.." ucap Dahlia sebelum beranjak.


Dahlia pun menghentikan pesta dan langkah pertama dia mencabut kabel di sebelah pemutar musik yang sedang dimainkan DJ lalu tubuhnya yang mungil naik ke atas meja.


" Sudah cukup!!! Hentikan pestanya!!!" teriak Dahlia.


" Eh,apa apaan loe..Ini pesta pesta gue, dan ini rumah gue," jawab Richard.


Teman teman Richard bertanya tanya siapa dia, termasuk Vina.


" Dia siapa Rich? Eh, loe siapa berani berani nya ngatur ngatur tuan rumah," tanya Vina dengan mendekati Dahlia.


" Saya memang bukan siapa siapa, tapi saya punya hak secara hukum untuk mengatur rumah ini." jawab Dahlia dan Vina pun mendekati Richard


" Maksudnya apa Rich? Kan loe yang berhak atas rumah ini," tanya Vina.


" Loe ga usah dengerin dia, dia ga bakal bisa nglakuin apa apa," remeh Richard yang sedang menahan amarah.


" Kata siapa aku ga bisa nglakuin apa apa, aku bakal lapor polisi karna kalian sudah bikin gaduh. Dan aku juga punya kuasa untuk mengusir kalian semua," ucap Dahlia dengan menantang dan Richard pun geram.


" Sekarang hentikan pestanya!!! Karena aku mau istirahat, dan bibi Mun bersihkan tempat ini besok saja. Sekarang lebih baik untuk istirahat," perintah Dahlia kepada bibi Mun, Kiky, Sita dan juga security Didi.


" Eh,ayo pulang pulang. Pemilik rumahnya galak banget!!" ucap salah satu teman Richard dengan kesal.


" Iya,lebih galak dari nenek gue," tambah yang lainnya.


Akhirnya malam itu pun dimenangkan Dahlia


dan hanya menyisakan Richard dan Alex. Richard pun kesal dengan melempar kursi ke kolam renang


" Sialan!!!!! Damn It!!" teriak Richard.


" Udahlah Rich, tenang lebih baik loe istirahat sana," ucap Alex menenangkan Richard.


" Loe gampang bilang tenang, gue ini yang dipermaluin didepan temen temen," jawab Rich dengan kesal dan mendorong bahu Alex.


" Terserah loe dah, gue pulang aja.. Yang penting loe istirahat, kalo perlu tenggelemin kepala loe biar dingin," sindir Alex dan meninggalkan Richard sendirian.


"Dahliaaaaaa!!!" teriak Richard.


Richard tiba di klinik 24 jam untuk mengobati luka di kepalanya.


Ini karya pertamaku,jadi harap maklum jika ada salah typo atau penggunaan kata yg tidak tepat.

__ADS_1


Untuk vote/rate mohon seikhlasnya saja,itu hak para readers..yang penting jangan saling menjatuhkan ๐Ÿ˜ #staysafe


__ADS_2