Terjebak Wasiat Dan Perjanjian

Terjebak Wasiat Dan Perjanjian
Teman Lama


__ADS_3

" Kamu beneran mau berangkat sekarang??" tanya Dahlia dengan semangat.


" Hm..Loe ga liat gue bawa koper segitu. Mau pergi ga sebelum gue berubah pikiran?"


" Ok..Ok!!! Kalo gitu aku ambil koperku dulu ya," sambil berlari ke tangga menuju lantai atas


" Jangan berubah pikiran ya," teriak Dahlia dari atas.


" Cehhh, semangat banget si dia." celetuk Rich sambil tersenyum miring kepada dua ARTnya yang berada disebelahnya.


***


Bik Mun dan para ART mengantar Richard sampe ke depan mansion untuk memberi ucapan perpisahan pada tuan mudanya. Sedangkan Dahlia sedang memanasi truk pick upnya terlebih dahulu agar tidak ada kendala.


" Nak Richard tinggal disana untuk berapa lama?" tanya Bi Mun sambil memegang tangan Rich.


" Richard belum tau Bi, tapi yang jelas Rich akan ngasih kabar terus ke Bibi. Tolong titip mansion ya Bi."


" Kamu jaga diri disana ya, Bibi janji akan menjaga mansion dengan baik, khususnya membersihkan kamar nak Rich setiapppp hari," ucap Bi Mun dengan pelan namun terdengar semangat seperti seorang ibu menasehati anaknya.


Sebelum berangkat sempat terjadi keributan kecil antara Rich dan Lia yang mana Rich tidak mau menggunakan truk milik Dahlia karna merasa tidak nyaman.


" Bentar bentar bentar!!! Pake van gue aja, gue ga mau naik Piccolo elo, dan suruh pak Agus buat nganter," protes Rich.


" Kok kamu ngatain mobil aku Piccolo!! Udah lah, pake mobilku aja, kalo dianter sama pak Agus trus kalo kita balik kesini lagi mau naik apa coba," pinta Dahlia.


Kita??? kaya sepasang pasutri aja yang mau mudik...batin Rich.


Setelah dipaksa akhirnya Rich mengalah. " Ya udah deh, tapi loe ya yang nyetir,"


Dahlia menyuruh Kiky dan Sita dengan dibantu pak Agus menaruh koper dan ransel milik Richard di bagian belakang.


" Ohoh, kamu mau tinggal disana berapa tahun bawaannya segitu banyak," heran Dahlia.


" Heyyy!! Taruh yang bener ntar kotor itu koper mahal,sekarang bersihin dulu!!" maki Rich kepada dua Kiky dan Sita.


Dahlia hanya bisa menggelengkan kepala.


***


Di tengah perjalanan, Rich yang tadinya berisik karna merasa tidak nyaman akhirnya tertidur setelah melepas jaketnya.


Setelah menempuh setengah jam perjalanan, Dahlia menghentikan truknya di minimarket untuk sekedar membeli roti dan minuman karna berangkat dengan tergesa gesa dan mendadak,akhirnya mereka melewatkan sarapan.


Dahlia membangunkan Richard sekali, lalu terdiam karna melihat wajah Richard.


Ni orang kalo lagi ga marah marah sebenernya tampan juga. batin Dahlia lalu kembali membangunkannya.

__ADS_1


" Richard!!! Richard!!! Kamu itu belum sarapan,mau beli makanan ga?" tanya Dahlia sambil menepuk lengan Rich dengan pelan.


" Aku mau sandwich," jawab Rich tapi masih memejamkan matanya.


Dahlia yang merasa tidak puas dengan jawaban Rich setengah berteriak " Hah!!!" seru Dahlia yang membuat Rich setengah kaget lalu membuka matanya.


Akhirnya mereka berdua masuk ke minimarket. Saat Dahlia akan membayar ke kasir, Rich mengambil minuman dan snack yang Dahlia bawa.


" Udah loe duduk depan aja sana, biar gue yang bayar," kata Rich dengan santai tapi membuat Dahlia heran.


Dahlia pun pasrah dan menunggu ditempat duduk yang sudah disediakan didepan minimarket, lalu mengambil handphonenya untuk menelfon Olivia, akan tetapi telfonnya sibuk.


" Lagi telfon sama siapa dia?" gumam Dahlia lalu mencoba menghubunginya lagi.


[" Hallo bu Presiden Direktur,pagi pagi ada apaan ini udah telfon?" ]


tanya Olivia yang baru memasuki lobi kantor.


" Kamu habis telfonan sama siapa tadi, Faisal??" ledek Dahlia.


Olivia terdiam, dia ingin menjawab yang sebenarnya tapi dia urungkan.


[" Biasa, orang kantor!! ] jawab Olivia.


"Ohh, gini Liv aku cuma mau bilang, kalo hari ini aku ga masuk kerja dulu,karna si tuan muda Richard yang arogan itu tiba-tiba memutuskan untuk bekerja di perkebunan," jawab Dahlia yang membuat Olivia menghentikan langkahnya.


" Gimana apanya? Ya kamu bantuin Faisal aja. Nanti aku telfon mas Faisal buat ngehandel kerjaan aku dulu," jawab Dahlia.


[" Oiya!! Kamu benar Li!! Kalo gitu nanti kamu suruh Faisal jagain aku juga ya. Soalnya biasanya kalo di Drakor situasi kaya gini adalah takdir.. Kamu dan pak Richard jatuh cinta dan Faisal akan jatuh cinta padaku," ] ucap Olivia dengan penuh percaya diri yang membuat Dahlia memutar bola matanya.


Disaat yang bersamaan, Dahlia melihat Rich sedang mengobrol dengan seseorang. Dahlia merasa tidak asing dengan orang itu tapi hanya melihat punggung badannya.


Flashback


Setelah Rich menyelesaikan pembayaran dikasir saat membalikan badan dia tidak sengaja menabrak seorang pria yang sedang mengantri di belakangnya.


" Maaf maaf, ga sengaja!!" ucap pria itu pada Rich lalu mereka sama-sama kaget dan senang.


" Richard!!!"


" Okan!!"


Akhirnya mereka mengobrol sebentar karna sudah sangat lama mereka tidak bertemu.


Flashback off


" Li!! Lia!! Udah dulu ya, karna orang yang bakal jagain aku udah berangkat nih," panggil Olivia membuyarkan pikiran Dahlia.

__ADS_1


" Oh iya iya," Dahlia mengakhiri telfonnya.


Richard dan Okan keluar dari minimarket tapi Rich tidak menemukan Dahlia di tempat duduknya.


" Kalo gitu kapan kapan aja ya bro gue kenalan sama kekasih loe,soalnya gue buru-buru," ucap Okan yang meledek Rich dengan menyebut Dahlia sebagai kekasih.


" Sialan loe!! Kapan gue cerita kalo dia kekasih gue," kesal Rich.


Okan terkekeh " Ya habis loe kaya antusias banget cerita soal dia."


" Loe mau kemana,katanya hari ini cuti." tanya Rich mengalihkan pembicaraan.


" Iya nih, klien dari bokap pengen ketemu gue sekarang. Ya udah ya gue cabut, loe kabarin aja kalo udah di Jakarta." pamit Okan sambil berjalan menuju mobilnya dan dibalas anggukan oleh Rich.


Sialan!!! Segitu lebaynya gue cerita soal Dahlia. batin Rich dengan senyum miring.


Dahlia yang tadi habis dari toilet menepuk bahu Rich


" Udahan belanjanya?? Kok lama banget?" tanya Dahlia.


" Eh, nih.. Sorry, tadi gue ketemu temen lama," jawab Rich sambil menyerahkan kantong kresek berisi makanan.


Mereka melanjutkan perjalanan setelah aktifitas mengisi perut mereka selesai. Dahlia juga sudah menghubungi ibunya untuk menyiapkan kamar tamu untuk Richard.


Di Kantor


" Selamat pagi pak Faisal!" sapa Olivia tapi tidak mendapat jawaban dari Faisal yang terus melangkahkan kaki menuju lift.


" Aww!! Dia masih marah??" gumam Olivia sambil mengikuti Faisal lagi menuju lift.


" Saya minta maaf kalo kejadian kemarin membuat pak Faisal marah," ucap Olivia tetapi Faisal masih acuh.


Faisal masih kesal terhadap sikap Olivia yang mengganggu privasinya apalagi sampai membuntutinya sampai rumah. Terlebih lagi, sikap ibu Lusi yang sangat welcome terhadap Olivia.


Di lantai 10, Faisal terus mencoba menghindar dari Olivia dengan menyapa karyawan lain. Olivia yang merasa diacuhkan lalu kedua matanya menemukan sesuatu yang mencurigakan dari gerak gerik Roni.


Akhirnya Olivia memutuskan untuk mengikuti pria tersebut tetapi sialnya tidak terkejar karna langkah Roni yang tergesa gesa.


Olivia masuk ke ruangannya dengan muka bingung, bahkan dia juga tidak menyadari kedatangan Faisal, tetapi Faisal masih memasang muka dinginnya walaupun dibenaknya dipenuhi pertanyaan.


Ini cewe kenapa ya, kaya tombol on-off aja..Tadi waktu berangkat semangat banget,sekarang malah kaya orang bingung. batin Faisal.


Alex mengetuk pintu ruangan Faisal.


" Olivia, apa bu Dahlia dan Richard hari ini ga berangkat?? Kenapa diruangannya kosong??" tanya Alex.


" Oh, bu Dahlia sama pak Richard hari ini memutuskan untuk pergi ke perkebunan,pak Alex." jawab Olivia yang membuat Alex dan Faisal kaget.

__ADS_1


__ADS_2