
Richard berjalan memasuki mansion dengan wajah sedihnya dan di tangannya masih memegang buket bunga yang dia potong sendiri.
Nyonya Sarah menghampiri putranya dan menuntunnya untuk melihat kakek yang terakhir kalinya karna akan segera dimakamkan.
"Rich, kamu kemana saja nak.. Kami semua menunggumu," tanya Nyonya Sarah.
" Apa yang terjadi pada kakek?"
" Kata dokter, kakek Suryo mengalami eksaserbasi, yaitu jantungnya kumat taòopi lebih buruk dari biasanya," jawab Sarah
" Apa karna....aku??" tanya Rich sambil memandang mamanya dan Bi Mun yang juga berdiri disampingnya bersama dua ART lainnya.
" Bukan nak, bukan karna kamu, tolong jangan salahkan dirimu sendiri," jawab bi Mun sambil memelas.
Setelah acara pemakaman selesai, semua berpulang terkecuali Rich yang masih ingin berada disamping pusara kakeknya ditemani bi Mun dan Faisal.
" Kakek, kenapa tiba tiba seperti ini? Kenapa kakek meninggalkan aku seperti ibu dan ayah?
" Kenapa kakek tidak menungguku? Aku sudah membawa bunga yang kakek minta, ini lihat kek, lihat dan bangunlah, teriaklah dan marahi aku, tetapi jangan tinggalin aku.." ucap Rich sambil terisak.
Walaupun Rich tipe pemarah tapi untuk kehilangan orang terdekatnya, dia tidak malu untuk menangis. Mungkin karna efek kurangnya perhatian sejak kecil dari orang tua..Hanya kakek sebagai orang tua yang tulus menyayangi Richard.
" Sudah ya tuan Rich, ini sudah hampir gelap, sebaiknya tuan pulang dan beristirahat."
Sebenarnya tujuan Faisal untul menenangkan Richard,tapi ternyata dia ga terima.
Rich mengentikan tangisnya
" Apa ini kerjaan pengacara, bisanya cuma mengatur apa saja yang harus gue lakuin?" ucap Rich dengan nada marah dan segera menghapus air matanya lalu meninggalkan Faisal, dan Bi Mun segera mengikutinya.
Saat Faisal hendak meninggalkan makam, bertepatan dengan kedatangan Dahlia untuk berziarah.
" Mas Faisal..." panggil Dahlia
" Dahlia..Kamu sudah sampai?"
Didepan pusara kakek Dahlia segera menabur bunga yang tadi dia bawa dan agak terkejut disampingnya ada bunga Chrysentium kuning.
" Mas Faisal..bunga ini....??
Sudahlah tidak apa apa."
__ADS_1
" Kalo begitu saya tunggu di luar..Karna ada hal yang ingin saya sampaikan..Dahlia bisa disini dulu, saya akan beri ruang."
" Terima kasih mas.."
" Ya.." jawab Faisal
Walaupun di luar kantor,Faisal selalu bersikap formal..Sebenarnya dia tampan,putih, tampangnya seperti oppa oppa di korea,,tapi dia tipikal yang dingin,kaku,selalu mengutamakan karir. Tidak kaget di umur 29 tahun dia sudah menjadi pengacara profesional menggantikan ayahnya yang sudah pensiun.
Soal cewe??? Dia cuma pacaran sekali..tapi sudah putus dua tahun yang lalu,makanya dia enggan untuk segera mencari pasangan hidup karna belum menemukan yang pas.
Setelah Dahlia selesai, dia menghampiri Faisal.
" Ada apa mas?"
" Sebaiknya kita bicara di tempat lain,karna ada hal penting yang akan saya sampaikan"
***
Di cafe
" Lia,sebelum tuan Suryo meninggal, beliau meminta padaku untuk membawamu ke mansion," Faisal memulai pembicaraan.
" Hah,tapi untuk apa? karna aku belum pernah sekalipun berkunjung kerumah kakek."
Dalam perjalanan pulang, Dahlia masih penasaran dengan perkataan Faisal sambil menyetir.
Sesampainya dirumah dia segera membuka surat yang tadi diberikan Faisal sebelum mereka berpamitan.
Kepada dahlia
Cucuku,sebelum kakek pergi kakek menulis surat ini agar kamu mau membantu kakek.
Apakah kamu ingat saat kakek meminta bantuan kepadamu untuk membantu mengatasi masalah kakek? Sekarang lah saatnya,karna hanya kamu yang kakek percaya.
Tolong bantu Richard mengurus perusahaan,karna sekarang perusahaan sedang dalam masalah keuangan,ada yang melakukan korupsi tapi sampe sekarang belum ada bukti siapa yang melakukannya.
dan untuk yang terakhir,tolong bantu Richard agar mau merubah sifatnya..karna dia tidak punya siapa siapa agi.
Yang tercinta
Kakek Suryo
Dahlia tidak dapat membendung air matanya,dan seketika dia terlelep tidur.
__ADS_1
---------------------
Keesokan harinya di mansion
Richard terlihat sedang melamun di depan jendela.
" Nak Richard,ayo sarapan dulu..ini sudah siang tapi kamu belum makan apa apa" pinta Bi Mun.
" Nanti aja ya Bi, Richard belum laper," jawab Rich
" Kamu tau nak,walaupun kakek sudah tidak ada setidaknya kamu masih punya bibi."
Bibi Mun segera menitikan air mata mengingat sejarah keluarga Wiratama.
Richard segera menghampiri bi Mun
" Aku tau Bi, dan aku ga akan pernah lupa," ucap Rich sambil memeluk bi Mun dari belakang.
Sambil mengelus pipi Richard
" Kesayangan Bibi.. Ayo nak,makan dulu.."
Bibi Mun adalah kepala pelayan dirumah Wiratama yang sudah bekerja sejak Richard belum lahir dan dipercaya mengurus Richard setelah kepergian kedua orang tua Richard.
makanya dia sangat dekat dengan Bi Mun.
Setelah sarapan, Richard dipanggil Alex untuk berkumpul di ruang kerja kakek Suryo,dan disana sudah ada pengacara Faisal dan ayahnya..Tentu saja itu atas permintaan Nyonya Sarah untuk segera membuka surat wasiat.
" Faisal..ini kan sudah sehari setelah pemakaman ayah Suryo. Jadi kapan anda mau membacakan surat wasiatnya?" tanya nyonya Sarah.
" Tentu saja secepatnya saya akan membacakannya, tapi saya tidak bisa memastikan kapan."
" Kenapa? Apa ada sesuatu?" tanya Alex
" Saya masih menunggu jawaban dari orang penting. Jika orang itu tidak datang,maka surat wasiat tidak akan dibuka."
Rich langsung menoleh
" Orang penting? Siapa dia??
Siapa orang yang lebih penting dari gue?"
Ini karya pertamaku,jadi harap maklum jika ada salah typo atau penggunaan kata yg tidak tepat*.
__ADS_1
Untuk vote/rate mohon seikhlasnya saja,itu hak para readers..yang penting jangan saling menjatuhkan 😁 #staysafe