Terjebak Wasiat Dan Perjanjian

Terjebak Wasiat Dan Perjanjian
Tanda tangan


__ADS_3

Flashback on


Richard mendatangi rumah pengacara Faisal untuk menanyakan lagi perihal isi perjanjian di surat wasiat. Dia meminta Faisal untuk mengubah syarat itu dan tentu saja Faisal menolaknya karna memang tidak bisa


Akhirnya Richard mengerti setelah ayah Faisal ikut membantu memberikan penjelasan.


Flashback off


" Mang Udin, tolong sampaikan ke tamu itu kalo ga mau nunggu ya suruh pulang aja ga usah ketemu," ucap Dahlia dan masih sibuk dengan kerjaannya.


Belum mang Udin menjawab, Rich menghampiri Lia dan menarik kedua pipi dengan kedua tangannya.


" Woyyy!!!" teriak Lia sambil mengusap pipinya.


" Kenapa, tangan gue tu steril."


" Ada apa si kesini?" tanya Lia dengan kesal..


" Gue mau loe tanda tangan ini dan tanda tangani poin no dua," ucap Rich sambil menunjukan surat perjanjian.


Dahlia mengambil dan melihat surat itu tapi dikembalikan ke Rich dan diletakan di dada bidang Rich.


" Aku ga mau tanda tangan," jawab Lia dan melanjutkan kembali pekerjaannya dan tidak menghiraukan Richard.


" Aww..kenapa?? Katakan berapa yang loe mau,,nanti gue kasih. "


" Aku ga mau uang kamu, kamu pikir aku itu pengen duit kamu!" teriak Dahlia dan segera berdiri.


" Cepet tanda tangan!!" paksa Richard


" GAK MAU!!!" tolak Dahlia


Setelah berkali kali ditolak oleh Dahlia, kesabaran Rich habis. Akhirnya dia melempar wadah tanam bibit yang sedang dipegang Dahlia. Mang Udin terkejut dan tau pasti Lia akan sangat marah, karna dulu pernah salah satu pekerja yang masih baru, juga merusak sapling dengan tidak sengaja. Apalagi ini yang dengan sengaja.


" Tuan Rich, kamu pasti dapat masalah, "


ucap mang Udin lirih


Dengan sigap Dahlia memutar tangan Rich dan menguncinya ke belakang hingga Rich kesakitan. Sampe di tiang penyangga green house, Dahlia mengikat Richard dengan dibantu mang Udin. Dan saat itulah terjadi pertengkaran bahkan Dahlia menyiramnya dengan selang yang digunakan untuk menyiram tanaman.

__ADS_1


Setelah mang Udin mengadu pada bu Ratna akhirnya Dahlia menghentikan penyiksaan kecilnya pada Rich dan segera mengambil surat perjanjian yang tadi sempat jatuh ke tanah untuk ditanda tangani.


" Nak Richard, tolong maafkan Dahlia ya..."


Belum selesai, Dahlia memotong pembicaraan dan terjadilah saling menyalahkan antara dia dan Richard.


" Sudah sudah!!! Dahlia cepat keringkan pakaian nak Richard. Dan nak Richard tolong jangan lakukan itu lagi ya, karna Lia memang begitu dia akan sangat marah jika ada yang mengganggu pekerjaannya apalagi sampe merusak saplingnya," ujar bu Ratna dan dijawab anggukan oleh Richard.


Setelah pakaiannya kering, Rich segera pulang dan sebelum Rich masuk ke mobil, dia melihat lagi surat yang tadi sudah ditanda tangani Dahlia. Betapa terkejutnya Rich karna Dahlia menandatangani poin no satu.


"Dahliaaaaa!!!!!!" teriak Richard.


Dia pun kembali ke kebun.


" Kenapa loe tanda tangan yang no satu, gue suruh kan yang no dua, " maki Rich dengan emosi.


" Aww..benarkah?? Duh, maaf ya aku ga sengaja," ucap Dahlia padahal dia memang sengaja.


***


" Eh, sebenarnya kakek udah ngasih uang buat loe berapa si??" tanya Rich sambil berjalan keluar rumah dan diikuti Dahlia.


" Gaaa!!!" jawab Rich dengan lantang


" Ya udah makanya. Trus kira kira kapan kamu siap untuk bekerja disini?" tanya Dahlia.


" Ga bakal..Kenapa? Apa yg bakal loe lakuin? " tanya Rich dengan senyum mengejek.


Dahlia yang akan kesal lalu ingat akan perjanjian di surat wasiat.


" Oya, di surat perjanjian itu kan ada permintaan dari kakek, kalo aku itu disuruh mengatur mansion dan bekerja di perusahaan, iya kan?" tanya Dahlia menantang


" Heeh, awas kalo loe berani menginjakan kaki loe disana," Rich mengangkat telunjuknya ke wajah Dahlia dan segera ditepis Dahlia


" Aku bakal kesana. Kenapa, apa yang bakal kamu lakuin?" tantang Dahlia.


" Ok, jangan takut kalo loe jatuh cinta sama gue karna sudah menginjakan kaki di rumah Wiratama," Rich dengan senyum menantangnya sambil memegang kedua lengan Dahlia.


Dahlia melepas tangan Richard

__ADS_1


" Ihhh!!! pede amat. Bisa botak rambut aku karna jatuh cinta sama harimau kaya kamu," ejek Dahlia kepada Rich yang sudah berjalan menuju mobilnya.


" Gue tunggu," tantang Rich dan segera melajukan mobilnya.


***


Entah dapat keberanian darimana, kenapa Dahlia memutuskan untuk kembali ke rumah Wiratama, apalagi untuk waktu yang agak lama. Tapi semua sudah terlanjur, karna dia sudah menandatanganinya. Dia pun harus menjalankannya karna itu sudah aturan hukum.


Setelah konsultasi dengan ibunya, Dahlia menyiapkan mentalnya agar kuat menghadapi cobaan ke depannya. Dan yang paling penting dia harus membentengi hatinya agar tidak terjerat dengan pesona yang dimiliki Richard. Memang Rich bukan tipenya karna dia tidak suka pria tempramental apalagi suka menghina, tapi jika lambat laun Richard berubah, apa suasana hatinya juga akan berubah? Karna siapa pun juga pasti akan jatuh cinta bila berada didekatnya.


Jawabannya NOOOO!!!!! Pikiran itu segera ditepis oleh Dahlia, ingat dia hanya menjalankan wasiat kakek Suryo.


Kesokan harinya


Dahlia mengemudikan truk pick upnya setelah dia berpamitan dengan ibu dan tantenya. Dan juga menitipkan kebun ke Mang Udin.


Setelah satu jam perjalanan dia berhenti di salah satu pom bensin dan beristirahat sejenak di minimarket, lalu dia mengambil handphonenya untuk menghubungi seseorang.


" Hallo mas,,ada waktu ga hari ini?" tanya Lia yang ternyata menghubungi Faisal.


" Ya ada Lia, kebetulan hari ini lagi ga sibuk. Kamu ada perlu sesuatu?" tanya Faisal yang sedang berada di cafe yang ada di mall.


" Sekitar satu jam lagi Lia sampai di Jakarta, kita bisa ketemu di rumahnya Wiratama?"


" Sekarang Lia?? Kenapa mendadak sekali?" tanya Faisal terkejut.


" Iya mas Lia lupa ga ngabarin kalo kemarein Richard ke rumahnya Lia, dan Lia juga sudah tanda tangan surat perjanjiannya."


Faisal terbelalak " Tuan Richard datang kerumah Lia?"


Faisal benar benar ga menyangka apa yang dikatakan Dahlia barusan. Dan dia segera bersiap pulang kerumahnya dulu karna akan mengambil beberapa dokumen. Tiba tiba ketika akan membalikan badannya, ada seorang cewe yang sedang mencari tempat duduk dengan tangannya memegang gelas kopi, tanpa sengaja menabrak Faisal dan akhirnya kopi tersebut tumpah di kemeja Faisal.


Cewe itu membelalakan matanya melihat Faisal dan memanggil Faisal dengan sebutan


"OPPA!!!..." panggil cewe itu dengan sumringah.


Ini karya pertamaku,jadi harap maklum jika ada salah typo atau penggunaan kata yg tidak tepat.


Untuk vote/rate mohon seikhlasnya saja,itu hak para readers..yang penting jangan saling menjatuhkan 😁 #staysafe

__ADS_1


__ADS_2