
Dahlia menyuruh Olivia untuk memanggil kedua orang yang tadi dilibatkan oleh Richard menjalankan rencananya, dan membuat peringatan agar tidak mengulanginya lagi.
" Sekali lagi kami meminta maaf,kami benar benar tidak tahu kalo mba ini adalah Presdir di sini" ucap pak Eko sambil terus menundukan kepalanya.
" Tidak penting siapa saya, jabatan saya, dan kepada siapapun. Kalo orang yang menyuruh kalian itu ga punya hak untuk memecat karyawan, kalian ga usah takut untuk menolaknya, apalagi itu perbuatan yang salah," terang Dahlia sambil melirik ke arah Richard.
" Ya sudah,kalian berdua boleh kembali bekerja," suruh Dahlia kepada kedua karyawan tersebut dan mereka segera meninggalkan ruangan.
Rich yang heran melihat nya tersenyum sinis
" Jadi tujuan loe manggil gue hanya untuk memamerkan kekuasaan loe sebagai pemimpin disini?"
" Saya juga peringatkan anda ya pak Richard untuk tidak mengulangi perbuatan anda kepada siapapun termasuk kepada saya,anda harus ingat dengan posisi saya disini " tegas Dahlia
" Ya sudah,anda boleh keluar," seperti menahan kata kata.
Kenapa aku ga bisa ngeluarin semua kekesalanku..Dahlia
Saat Rich hendak meninggalkan ruangan, Olivia berbisik pada Dahlia dan menahan Richard.
" Gitu aja Li? Tunggu sebentar pak Richard" dan Richard segera membalikan badannya.
" Apa pak Richard sengaja melakukan prank terhadap bu Dahlia? Anda kejam sekali ya pak, asal anda tau bu Dahlia tadi ketakutan setengah mati.
Dan kalo saya dan pak Faisal tidak menemukannya, bu Dahlia pasti sudah mati kehabisan nafas karna traumanya," maki Olivia.
Benarkah begitu? Rich
Ekspresi Rich berubah 180Β°..Dia memang iseng, tapi ga menyangka Dahlia sampai hampir mati kehabisan nafas. Tapi dia gengsi untuk memperlihatkan rasa ibanya.
" Olivia cukup..kamu sudah selesai pak Richard silahkan keluar," usir Dahlia tanpa melihat ke arah Richard.
***
Hari menjelang sore..Dahlia dan Olivia pulang bareng menggunakan taxi online.
Setelah sampai di mansion, dia langsung menuju taman belakang untuk menenangkan pikiranya lagi, mumpung Richard belum pulang karna dia ga melihat mobilnya.
Untung saja hari pertamanya di perusahaan hanya untuk pengenalan dan adaptasi saja.
" Mba Dahlia mau saya buatkan minum?" tawar Kiky yang membuyarkan lamunan Dahlia.
" Ehm,boleh..tolong buatkan lemon tea hangat ya Ky,"
" Baik Mba " setelah beberapa saat minuman pun diantar
__ADS_1
Dahlia menyeruput minuman nya dengan tenang, kemudian dia mengambil handphone di sakunya untuk menghubungi seseorang.
"[ Lia,kamu ingat kan apa yang diajarkan ibu soal saling menghargai?]" tanya ibu Dahlia
" JIKA KAMU INGIN DIHARGAI,MAKA HARGAILAH ORANG LAIN. SEBERAPA PUN BENCINYA MEREKA, YANG PENTING ADALAH IKHLAS."
" Lia ga akan pernah lupa bu, tapi untuk orang seperti Richard hanya akan sia sia. Dia seperti membenci aku."
"[ Itu karna dia belum mengenal Lia dengan baik. Ibu percaya, jika Richard sudah mengenalmu pasti dia tidak akan membencimu." ]
" Lalu apa yang harus Lia lakuin bu? karna gimana kita saling mengenal kalo dia sering ngerjain dan bikin Lia jengkel."
"[ Lia harus sabar, pikirkanlah lagi bahwa Lia melakukan ini demi kakek." ]
" Kakek memberikan waktu satu tahun agar Lia bisa merubah tabiat cucunya..Tapi akan sangat mustahil jika setiap bertemu kita ga pernah akur."
"[ Lia, menjadi pemenang bukan berarti hebat secara fisik dan pikiran, tapi harus disertai dengan kejujuran dan hati yang tulus..Lia memang ga bisa merubah sifatnya, tapi Lia cukup membuatnya sadar bahwa setiap orang punya kesempatan untuk jadi pribadi yang lebih baik." ]
" Dengan kejujuran dan hati yang tulus??apa itu yang kamu butuhkan, Richard?" gumam Dahlia setelah menutup telfonnya dan memantapkan diri,kemudian dia mendngar suara pintu terbuka.
" Tunggu Richard!" Dahlia menahan Rich yang akan naik ke atas.
" Ada apa?gue cape, buruan."
" Gimana dengan lukamu?" tanya Lia dengan merendahkan suaranya.
" Aku mau minta maaf karna udah bikin kamu terluka," masih dengan intonasi merendah
Bukannya mendapat jawaban, Rchard malah hanya mesam mesem dengan gaya tengil nya tapi masih berada pada posisinya.
Orang macam kaya gini harusnya disemprot pake pestisida biar hamanya pada mati. sabar Lia sabar
Dahlia pun memberi kode dengan menaikan kedua alis beberapa kali, dan kode tersebut berbunyi " Gimana?".
" Apaan? " tanya Rich
" Kamu ga mau nanyain aku?" tanya Lia dengan pedenya.
" Gaaa..buat apa?" sinis Richard
" Nih nih rasain!!! " Dahlia memencet plester di jidat Richard
" Awwww....sakit!!
" teriak Rich dan tanpa sengaja memegang tangan Dahlia (tapi bukan pegangan mesra)
__ADS_1
Dahlia menarik tangannya, tapi Rich menahanya agak lama.
" Heh, lepasin!" Dahlia menarik tangannya dengan paksa.
Setelah Rich melepas tangan Dahlia, akhirnya dengan ragu dia membuka suaranya
" Tadi pagi, loe ga papa??" tanya Rich dengan sedikit melirik Dahlia tapi Dahlia masih dalam mode ngambeknya sambil melipat kedua tanganya di dada.
" Sekarang aku udah ga papa, tapi tadi pagi traumaku kumat, aku jadi teringat dengan kejadian waktu aku kecil," ujar Dahlia
" Takut akan kegelapan, apa sangat menyeramkan trauma loe sampai loe mau kehabisan nafas??"
Dahlia pun melirik ke Richard dan terukir senyum kemenangan
" Kenapa? Jadi kamu udah ngerasa bersalah?" tanya Lia tapi segera ditepis oleh jawaban Rich.
" Gaa, ggg gue cuma penasaran aja, ada ya phobia kaya gitu, apa loe nya aja yang aneh."
" Kalo ga ngerasa bersalah, kenapa tadi nanyain keadaan aku?" lalu segera dia meninggalkan Richard.
Sialan, kenapa gue seperti ketauan kaya pencuri?? batin Rich sambil memandangi Dahlia yang sudah naik ke atas.
***
Keesokan paginya
Seperti mendapat secercah harapan, hari ini Dahlia pun memulai misinya lagi setelah semalam sempat putus asa..Tugas pertamanya adalah memercikan air ke bara api walaupun sedikit demi sedikit.
Dahlia turun menuju meja makan dan hari ini dia menggunakan outfit berbeda yang agak feminim,dress navy selutut berlengan panjang dan ga ketat agar tubuhnya yang mungil terlihat berisi.
Seperti biasa, Kiky yang selalu antusias terhadap Dahlia pun memuji lagi penampilannya.
" Wah wah wah, ada yang beda nih dengan penampilan mba Dahlia..lebih keren dari kemaren mba.." puji Kiky sambil menyiapkan sarapan di meja.
" Makasih..kamu itu Ky, bisa aja bikin perut kenyang duluan sebelum terisi makanan," sindir Dahlia sambil tertawa.
Kiky pun ga kehabisan akal " Tapi kali ini menu sarapannya kan beda mba, dijamin bikin mba Dahlia laper lagi "
Bi Mun yang ikut menyiapkan sarapan ikut nimbrung
" Non Lia, hari ini mau dianter pak Agus lagi buat berangkat ke kantor?" tanya bi Mun sambil menuang air.
" Ga perlu Bi, hari ini Lia akan ikut mobil nya Richard," jawab Lia yang membuat semua yang mendengarnya terkejut.
Ini karya pertamaku,jadi harap maklum jika ada salah typo atau penggunaan kata yg tidak tepat.
__ADS_1
Untuk vote/rate mohon seikhlasnya saja,itu hak para readers..yang penting jangan saling menjatuhkan π #staysafe