Terjebak Wasiat Dan Perjanjian

Terjebak Wasiat Dan Perjanjian
Joe


__ADS_3

Vina Watson Gunawan adalah gadis blasteran Jerman-Indo, putri satu satunya dari pasangan Hendra Gunawan dan Jennifer Watson. Tetapi lima tahun yang lalu mereka bercerai. Ibunya menikah lagi dan kembali ke Jerman, dan Vina memutuskan untuk ikut ayahnya karna ingin tetap di Indonesia.


***


Vina menghampiri Richie yang sedang kesal karna kedatangan Vina.


Sebenarnya Vina punya maksud lain selain menghibur Richie, dia ingin menanyakan tentang kerja sama usaha ayahnya di perusahaan kosmetiknya, karna Richie pernah menjanjikan akan memberikan investasi kepada ayahnya Vina.


" Richie,maaf ya..Vina bener bener ga tau.."


Vina sambil memelas.


" Makanya pikir dulu kalo berbuat sesuatu," Richie menjawab sambil memesan minuman


Vina terus menghibur Richie dengan mengambilkan minuman.


" Ini dia Richie, Vina tuangin sampanye yang Vina racik sendiri. Jangan marah lagi ya."


Richie yang memang ga bisa marah lama lama akhirnya tersenyum tipis.


Setelah Richard meneguk minumannya, Vina mengutarakan niatnya kepada Richard


" Lalu bagaimana dengan janjimu Richie?Karna ayahku terus menanyakan hal ini."


" Tunggu dulu Vin, aku ga mau memikirkan itu dulu.."


Bukannya ingin memaksa, tapi Vina agak ragu untuk pulang ke rumah dan memberitahukan hal ini kepada papanya.


***


Di rumah Vina


" Papa...." Vina memasuki ruang kerja papanya.

__ADS_1


" Bagaimana, apa Richard sudah menyetujuinya?" tanya papa Vina tanpa menoleh ke arah Vina dan masih memandang laptopnya.


" Richie belum ngasih jawaban pah, karna dia belum dapet warisannya." jawab Vina agak takut melihat ekspresi papanya.


" Apa?? Kenapa bisa begitu? Richard kan cucu kandung pak Suryo.." papa Vina kaget dan menoleh ke arah Vina.


" Alex bilang, Richie bisa dapet warisannya kalo dia udah bekerja di Rainbow Garden milik cucu sahabat kakeknya selama satu tahun." jawab Vina


" Ada ada aja pak Suryo itu."


Setelah berpikir sejenak " Hmm, kalo gitu kamu harus ikut Richard ke tempat itu." tatapan papanya yang membuat Vina membelalakan matanya..


" Tapi untuk apa pah,Vina kan ga suka tempat kaya gitu. " jawab Vina malas.


" Ya apa saja, bertani, berkebun, apapun itu asalkan kamu dekat terus dengan Richard."


Vina mematung, dia memang tidak bisa menolak apapun yang diperintahkan papanya.


***


Dahlia sudah melupakan kejadian di rumah Wiratama.


Dia pun menghibur diri dengan pergi ke kebun walau hanya sekedar mengawasi para pekerja. Saat akan menuju ke kebun, tiba tiba datang sebuah mobil truk klasik putih yang hampir sama dengan punya Dahlia dan Dahlia pun tau siapa orangnya.


" Lia.." panggil Joe sambil membawa satu kerat ukuran kecil yang berisi sayur sayuran.


" Mas Joe, lama sekali ga dateng kesini," sapa Dahlia dengan senang karna beberapa pekan ga ketemu sahabatnya itu.


" Aku sengaja bawa sayuran organik ini, sekalian pengen sarapan bareng kamu dan ibu kamu, " jawab Joe dengan semangat.


" Oh gitu, kalo gitu ayo masuk dulu."


Jonathan Atmadja adalah anaknya Wisnu Atmadja sahabat ayahnya Dahlia, dan Joe juga dipercaya untuk meneruskan usaha ayahnya di perkebunan sayur.

__ADS_1


Karna ibu Ratna dan tante Citra ga ada dirumah jadi mereka hanya sarapan berdua. Dahlia dan Joe sudah sangat dekat bahkan seperti saudara, jadi ga ada rahasia antara mereka. Dahlia menceritakan kejadian di Jakarta.


" Kenapa Lia ga bilang kalo kemarin kamu ada di Jakarta, kalo tau kan kita bisa pulang bareng. Kemarin mas juga pergi ke sana karna ada urusan."


" Aku juga ga ada pikiran gitu mas, kan tadi Lia udah bilang, kalo Lia itu diculik sama mafia jadi boro boro mau nelfon kamu,handphone aja ga dibawa." ujar Dahlia


" Ya udah deh, yang penting sekarang kamu udah disini dan mas rasa kamu udah mengambil keputusan yang benar, "


" Ga tau juga mas ini keputusan benar apa ga, karna Lia jadi ga enak karna ga amanah dengan wasiat kakek."


Tiba tiba mang Udin datang


" Non Lia, bibit nya sudah saya siapkan."


" Ok, makasih ya mang!"


" Sama sama non," jawab mang Udin pria paruh baya dan juga pekerja senior di Rainbow Garden.


" Ya udah Lia, mas juga mau pamit, salam buat ibumu dan tante Citra. "


" Ya mas, nanti Lia sampein, " jawab Lia sambil keluar mengantar Joe dan sekalian ke kebun.


***


Setelah hampir satu jam, Lia masih asik dengan pekerjaannya tiba tiba mang Udin datang dengan seseorang.


" Non Lia, ini ada tamu, "


" Mang Udin, tolong saya lagi nanggung, katakan pada tamunya suruh nunggu dulu," jawab Lia tanpa menoleh


" Gue ga mau nunggu!!! " suara barito Richard mengejutkan Lia dan langsung menoleh tapi dia kembali melanjutkan pekerjaannya.


Ini karya pertamaku,jadi harap maklum jika ada salah typo atau penggunaan kata yg tidak tepat.

__ADS_1


Untuk vote/rate mohon seikhlasnya saja,itu hak para readers..yang penting jangan saling menjatuhkan 😁 #staysafe


__ADS_2