
" Apa? Richard memutuskan untuk bekerja di perkebunan?" tanya Alex kepada Olivia lalu menoleh ke Faisal yang sudah berdiri dari duduknya karna terkejut juga.
" Itu berarti, wasiat tuan Suryo berjalan sebagaimana mestinya," ucap Faisal kepada Alex.
" Benar. Dan saya harap bu Dahlia bisa merubah Richard agar bisa jadi pemimpin perusahaan," ucap Alex yang dibalas anggukan oleh Faisal dan Olivia.
Olivia menanyakan kedatangan Alex.
" Oya,memangnya Pak Alex ada urusan apa mencari bu Dahlia, siapa tau saya bisa bantu," tawar Olivia.
" Oh, saya ingin memberikan dokumen yang sudah Roni bereskan," jawab Alex sambil menyerahkan dokumen itu.
Olivia menerima dokumen itu dengan heran. " Oh,sudah beres? Cepat sekali."
" Proyek ini kan memang harus diselesaikan secepatnya sesuai perjanjian." jelas Alex.
Sebagian orang sudah lega karna keputusan Richard,termasuk Nyonya Sarah. Dia malah sangat senang dengan kepergian Richard. Disamping karna wasiatnya dijalankan jadi Richard tidak kehilangan warisannya, dia jadi lebih bebas mengundang pacar mudanya untuk menginap di mansion. Tentu saja hal itu tidak diketahui oleh Richard.
***
Truck milik Dahlia sudah memasuki area perkebunan. Posisi duduk,masih sama seperti saat berangkat yaitu Dahlia yang menyetir.
Itu ga masalah baginya karna dia sudah terbiasa melakukan pengiriman bunga ke beberapa tempat dengan ditemani beberapa pekerja. Selama Dahlia di Jakarta,akhirnya untuk pengiriman diserahkan ke mang Udin.
Kira kira seperti itu ya gambaran mobilnya Dahlia,bisa dikatakan mobil bisa juga truck.
Tiba tiba saat melewati belokan mobilnya Dahlia mogok, untung saja sudah memasuki area perkebunan. Richard mendengus kesal apalagi Dahlia mengajaknya untuk meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki.
" Hah!!! Loe gila apa? Rumah loe kan masih jauh!!" seru Rich.
Dahlia meyakinkan Richard.
" Ga jauh kok!!! Udah ayo, bawa juga barang-barangmu. Kamu ga mau kan ada yang mencurinya,katanya mahal," ucapnya sambil dengan menekankan kata-kata terakhir sambil mengambil koper dan tas slempangnya.
" Lain kali gue ga mau naik Piccolo loe lagi," maki Rich sambil mengambil barang bawaannya.
" Apa kamu bilang?? Kamu ngatain mobil aku Piccolo??" tanya Dahlia.
" Ya!! Kenapa?" jawab Rich dengan keras sambil berjalan melewati Dahlia.
__ADS_1
Entah itu hanya akal-akalannya Dahlia atau memang mereka yang kena apes, tapi dia sangat terkekeh melihat tampang Richard yang sukanya teriak-teriak, saat ini sedang kelelahan menggendong ransel,dua tangannya menenteng koper besar.
Salah siapa bawa barang segitu banyak. batin Dahlia.
***
Di kantor
Olivia mendengus kesal diruangannya.
" Huft!!! Ini memang sudah beres," ucapnya yang sedang memegang dokumen dari Alex.
Akhirnya dia memutuskan untuk keluar ruangan mencari informasi. Lagipula Faisal masih mendiamkannya.
Olivia menyapa semua staff yang dia temui sampai memasuki ruangan departemen seperti Departmen Akuntansi dan Biaya, Departemen Pelayanan, Departemen Personal sampai Departemen Arsitek. Sifatnya yang supel sangat mudah untuk bergaul dengan siapapun. Hal itu sangat memudahkannya untuk mendapatkan informasi.
Tanpa Olivia sadari, ada sepasang mata yang mengikuti kemanapun dia pergi. Siapa lagi kalau bukan si pengacara dingin Faisal.
Kesabaran Faisal habis, dia pun menghentikan langkah Olivia.
" Hey,kamu!!"panggil Faisal tanpa memanggil nama Olivia.
Olivia menoleh dan dia berpura-pura jual mahal dengan bersikap dingin juga.
" Hmm, ga mau??" tanya Olivia lagi lalu saat akan pergi Faisal menarik tangannya.
" Tunggu!!" Faisal membuang nafasnya.
" Nih, dari tadi kamu ngapain aja si. Kamu kan udah tau bu Dahlia lagi ga ada tapi tetap saja kamu harus membantu pekerjaannya."
" Memangnya pak Faisal pikir saya ini keluyuran ga jelas? Saya ini sedang melakukan survey research pak Faisal," kata Olivia dengan jelas.
" Survey research??" tanya Faisal dengan heran.
Olivia mengangguk. " Coba saya mau tanya, apa yang pak Faisal tahu tentang pak Roni?"
" Roni?? Roni itu Manager Pemasaran yang sudah bekerja selama 4 tahun," jawab Faisal yang membuat Olivia tertawa geli.
" Cuma itu??"
" Sebenarnya ada lagi." Lalu mendekat ke teling Olivia. " Dia itu ada hubungan sama Nyonya Sarah ibunya tuan Richard," lagi lagi Olivia tertawa mendengar jawaban itu.
__ADS_1
" Pak, semua karyawan disini juga sudah tau soal itu," jawab Olivia yang membuat Faisal melongo.
" Saya punya info yang lebih jauh lagi," ucap Olivia lagi lalu berbisik ke telinga Faisal
" Kita bicara di ruangan saja," goda Olivia sambil berjalan meninggalkan Faisal.
***
Setelah berjalan sekitar 2km, Dahlia menghentikan langkahnya.
" Nah! Ini dia udah sampai," ucapnya yang membuat Rich terlihat senang.
" Hah,mana??" tanya Rich sambil tersengal sengal.
" Maksudku sampai di papan nama perkebunanku,berarti sekitar 3km lagi." ucap Dahlia dengan santai tapi tertawa sambil berjalan lagi.
" Ooyyyy!!!" Dasar Piccolo tua!!!" teriak Richard.
Sedangkan ibu Ratna dan tante Citra sedang menyiapkan kamar untuk Richard. Joe yang tau Dahlia akan datang tentu sangat senang,karna saat Dahlia menelfon ibunya, dia sedang berada disana untuk sekedar mampir. Tetapi begitu mendengar nama Richard apalagi akan tinggal beberapa lama diperkebunan, tentu itu membuat Joe sangat kesal.
" Bu Ratna, kenapa harus repot repot si mendekorasi kamar ini. Dia kan bukan tamu istimewa," tanya Joe yang sedang membantu merapikan kamar itu.
" Joe,kamu itu tidak tau Richard si, dia itu kan orang kaya, tidak seperti kita. Selera dia itu tinggi, tapi semoga saja dia betah disini" jawab Bu Ratna sambil membawa bedcover.
" Cit, bedcovernya ganti yang ini saja yang warna gelap jangan yang cerah, memangnya Richard itu anak perempuan,"
Lagi lagi Joe menyela. " Tapi, kalo untuk membuat sifatnya berubah kan susah juga kalo dia tidak bisa menyesuaikan suasana disini, kalo pun ga betah ya udah tinggal suruh pulang saja kerumahnya."
Tante Citra tidak terima. " Jangan!! Richard kan Kasep Pisan (Ganteng Buanget), tante ga akan biarin dia pulang cepat. Ga akan!! Kalo untuk urusan merubah sifatnya itu kan tugasnya Lia tapi kalo untuk menghangatkannya itu biar tugas tante saja," ucap tante Citra dengan gemas sambil mencium bantal.
Sebenarnya tante Citra itu tidak genit,hanya saja dia LDR dengan suaminya yang orang Jakarta tapi sedang dinas di luar kota,jadi kalo suaminya sedang dinas, tante Citra menginap di rumah kakaknya itu dan jika suaminya pulang,dia pun ikut pulang ke Jakarta. Makanya dia sudah biasa bolak balik Jakarta. Entah apa alasannya dia tidak mau dipanggil dengan sebutan Bibi oleh Dahlia.
" Sudah sudah cukup, ingat itu keriput," ledek bu Ratna yang menghentikan candaan adiknya itu.
Tiba tiba dari arah luar ada suara memanggil.
" Ibuuu!!!"
" Tantee! Lia pulang!!! " suara lantang Dahlia mengejutkan mereka.
" Lia pulang!!! Ayo cepat selesaikan."
__ADS_1
Terima kasih yang masih setia mengikuti ceritaku. Jangan lupa like,komen dan vote ya.
Nuhun..Terima kasih.