
" Maksud loe,surat wasiat ga akan dibuka kalo orang asing yang loe maksud itu ga mau dateng?" tanya Rich dengan emosi
" Ya..tapi dia itu bukan orang asing tuan Rich,karna tuan Suryo sangat mengenalnya dan dia orang yang baik," jawab Faisal.
" Kalo memang kakek ingin orang ini untuk dateng baiklah, Faisal! Antar gue ke tempat orang itu..sekarang juga!" pinta Rich yang membuat Faisal terbelalak.
Di luar mansion
" Pakai mobil loe,karna cuma loe yang tau tempatnya," ucap Rich dan dijawab anggukan oleh Faisal.
" Mama sama Alex tunggu dsini."
Saat Faisal sudah masuk ke mobilnya, Rich membuka pintu belakang untuk duduk di kursi belakang, Faisal hanya tersenyum tipis memaklumi tuannya itu.
Dia pikir aku ini supirnya apa. batin Faisal
***
Di rumah Dahlia
" Benarkah itu Lia? Kenapa bisa?" tanya ibu Ratna dengan heran.
" Lia juga ga mengerti bu, kenapa mas Faisal meminta Lia ikut hadir untuk membacakan surat wasiat keluarga Wiratama."
" Oh, mungkin kakek menyukaimu,dan akan memberikan warisannya buat kamu Lia.."
" Aduh,tante gimana si..kakek kan masih punya cucu kandung."
" Ibu rasa,kamu harus tetep dateng kesana Lia,karna gimana pun juga,kakek sudah sangat baik pada kita."
Lia termenung, mengingat saat saat ayahnya meninggal,cuma kakek Suryo yang tulus menolongnya untuk membayar hutang hutang ayahnya Lia disaat perkebunan mengalami defisit. Sedangkan kakeknya Dahlia sudah meninggal duluan sebelum ayahnya Dahlia meninggal.
***
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam,mereka sampai di rumah yang dituju, sebenarnya lebih mirip villa karna disekitarnya sangat asri walau tidak terlalu megah, tempatnya juga di dataran tinggi dan dekat dengan perkebunan.
Seperti biasa Faisal selalu melihat jam tangannya karna memang dia tipe pria yang selalu on time. Setelah melihat ke belakang dia agak menahan tawanya, karna ternyata Richard tertidur dengan mulut yang melongo..
" Tuan Richard,kita sudah sampai."
Rupanya Richard langsung bangun
" Eh,ini bukannya Rainbow Garden?"
" Iya betul,karna orang yang akan kita temui adalah pemilik dari Rainbow Garden."
Tanpa pikir panjang Richard turun dari mobil dan langsung masuk kerumah tanpa permisi karna sudah pernah masuk kerumah itu. Ternyata tidak ada orang dirumah..
" Ga ada orang dirumah.." Rich mendengus kesal sambil berjalan keluar lalu menuju perkebunan.
__ADS_1
Faisal yang melihatnya hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan tuannya.
" Mas Faisal, tumben kesini.." bu Ratna menghampiri Faisal
" Oh iya ini bu, saya ada perlu sama Dahlia," jawab Faisal ke bu Ratna.
********
Rich melewati beberapa pekerja dan menanyakan keberadaan pemilik perkebunan. Betapa kecewanya dia karna ga ada yang menjawab. Lalu akhirnya dia menanyakan lagi pada gadis yang terlihat berdiri membelakanginya.
" Hei,,dimana pemilik perkebunan?"
Gadis itu menoleh..
" Ohoh.. Loe kan si bunga Dahlia bau itu ya," ejek Rich.
" Hey, punya mulut itu ngomong yang bener.."
" Ok ok,gue kesini cuma nyari pemilik perkebunan ini, loe liat ga?? Gue ada urusan sama dia."
Dahlia diam sejenak dan berpikir ngapain ini orang nyariin aku
" Ada urusan apa kamu?"
" Gue ini ada urusannya sama bos loe bukan sama loe.."
" Kalo mau ketemu sama bosku,cari aja sendiri. Bosku itu orangnya galak,kalo aku sampe dipecat kamu mau tanggung jawab?"
Dahlia melihat sekeliling
" Dia itu ada di...tuhhh disana," tunjuk Lia
sambil menunjuk ke bukit.
" Hah?? Ngapain dia disana?"
" Mana aku tahu.."
Setelah dipikir pikir akhirnya Richard mau menghampiri orang yang dia cari, baginya yang penting urusan cepat selesai.
" Kalo gitu minggir," usir Rich sambil mengambil kacamata hitamnya.
Richard memutuskan untuk menghampiri seseorang yang padahal orang yang dia cari adalah Dahlia..
Dahlia pun tersenyum puas karna berhasil mengerjai Richard dengan mudahnya.
Sementara Faisal juga melihat Dahlia yang sedang duduk santai di gubug tempat peristirahatan.
" Dahlia kamu disini," sapa Faisal
__ADS_1
" Mas Faisal, ada apa kesini..ayo duduk.."
" Sebenarnya saya mencari kamu disini....."
belum selesai bicara, tiba tiba Richard datang
" Hey!!! Sebenarnya dimana bos loe? Gue udh cari dimana mana tapi orang disana ga ada yang mengaku bos..Udah panas,keringetan, gatel nih gue," maki Richard
Faisal dan Dahlia berusaha menahan tawanya tapi tetap diam ga menjawab..
" Tuan Richard,sepertinya ada kesalahpahaman disini. Orang yang kita cari ada didepan kita..Dia ini adalah Dahlia Putri Handoko pemilik perkebunan bunga Rainbow Garden."
Richard melotot " Hah!!! "
Dahlia benar benar terkekeh melihat ekspresi Richard dan meledeknya dengan meminum air es yang sedang dipegangnya
" Ah,segarnya," ledek Dahlia.
***
Di ruang tamu
" Seperti yang saya bilang Lia,surat wasiat itu tidak akan dibuka kalo kamu ga dateng."
" Aku ngerti mas Faisal,tapi aku kan ga ada hubunganya dengan wasiat itu."
" Ceeh!!! Lah itu tau..Sebenarnya apa si yang dipikirkan kakek?? Eh,kenapa kakek bisa kenal loe si??" tanya Rich sambil menyilangkan kakinya.
" Ceritanya panjang,kamu mau denger?"
" Lia saya mohon,ikut saya dan tuan Richard ke mansion ya."
" Tadinya aku mau pergi mas,tapi sekarang aku jadi berubah pikiran, karna ternyata cucu dari kakek Suryo adalah pria yang ga punya sopan santun dan bermulut kasar," ucap Dahlia sambil berdiri.
" Hey!! Beraninya loe!!!" Rich emosi langsung berdiri lalu menghampiri Dahlia tapi langsung ditengahi oleh Faisal.
" Baiklah,kalo kamu memang ingin saya untuk datang,tapi bisa ga kamu ngomong yang bener sambil memohon misal gini Nona Dahlia,mau kamu ikut saya? Bisa ga kaya gitu?"
Richard yang udah ga bisa menahan emosinya mendapat semacam pengalihan setelah ibu Ratna dan tante Citra datang membawa minuman, tanpa pikir panjang Richard langsung memegang kaki Dahlia dan membopongnya ala ala penculik.
" Hey!!! Ngapain kamu??turunin, ibu tante tolongin..." Dahlia sambil berontak dan memukul mukul punggung Rich.
" Diem loe,disini ga ada yang bisa bantu loe.
Faisal,ayo pergi.."
Faisal yang ga bisa berbuat apa apa hanya bisa meminta maaf ke bu Ratna dan berjanji akan mengantar Dahlia setelah selesai.
Ini karya pertamaku,jadi harap maklum jika ada salah typo atau penggunaan kata yang tidak tepat.
__ADS_1
Soal vote dan rate minta seikhlasnya aja ya, itu hak para readeras..yang penting jangan saling menjatuhkan π #staysafe