Terjebak Wasiat Dan Perjanjian

Terjebak Wasiat Dan Perjanjian
Berita Hoax


__ADS_3

" Lebih dari 50 hunian Green Oase Residence yang akan dibangun mengalami pemberhentian pembangunan dikarenakan ada pihak yang melaporkan bahwa perusahaan Wiratama Land selaku pihak pengembang mengalami kekurangan dana."


Belum sempat Dahlia selesai membacanya, Richard segera berlari ke kamarnya untuk mengambil ponselnya dan menghubungi Alex.


[ " Baru gue mau telfon loe. Loe udah baca beritanya?" ] tanya Alex mendahului.


" Gimana bisa kejadian kaya gini Lex?" tanya Rich dengan gusar.


[ " Loe tenang dulu. Yang pasti ini bukan keadaan yang sebenarnya. Gue juga lagi cari tau siapa yang menyebarkan berita hoax kaya gini. "]


" Gue tau siapa orangnya. Dia adalah om Hendra." ucap Rich dengan yakin.


[ " Hah!!! Om Hendra? Kenapa loe bisa yakin?" ] belum dijawab oleh Rich, Alex bertanya lagi setelah mengingat hari kemarin.


[ " Apa jangan-jangan kunjungannya kemarin menemui Faisal, karna dia ingin memberi peringatan?" ].


"Apa? Jadi dia nyuruh anaknya nemuin gue, dan dia sendiri dateng ke kantor?" tanya Rich tidak percaya.


[ " Hah!! Vina nemuin loe? Buat apa? Bukannya dia ga peduli sama bisnis papanya?" ]


" Besok gue ceritain. Udah dulu ya Lex. Tolong loe cari tau kebenaran berita ini. Gue mau siap-siap dulu," saat Rich akan menutup telfonnya namun tidak jadi karna Alex kembali memanggilnya.


[ " Bentar Rich. " ]


" Ya. Kenapa?"


[ " Gue cuma mau nyampein kalo gue habis mengusir pacar mudanya mama Sarah karna selama ini ternyata dia tinggal di mansion dan menggunakan semua fasilitas termasuk mobil loe. " ]


Seketika muka Rich memanas seperti air mendidih.


" APAAAA!!!! "


[ " Tapi loe tenang aja. Gue udah kasih peringatan ke dia kok. "] jawab Alex yang membuat Rich sedikit tenang.


Setelah menutup telfonnya, Richard segera bersiap-siap mengemasi barang-barangnya karna besok dia akan meluncur ke Jakarta untuk meluruskan masalahnya. Sebenarnya sore itu juga dia bisa langsung berangkat, namun dia kan tidak membawa mobil. Dan truknya Dahlia belum kembali karna sedang dipakai mang Udin untuk mengantar pesanan.


Perasaan Rich tentu gelisah, karna mengingat tanggung jawabnya kini bertambah antara mengurus perusahaan, dan juga wasiat dari kakek. Namun entah kenapa perasaannya terhadap Dahlia walaupun belum mantap, tapi itu sudah cukup menguatkannya untuk segera menyelesaikan apa yang diamanatkan kakeknya. Dan mulai sekarang, Rich akan mengesampingkan harta dan warisan, namun dia lebih mengutamakan tanggung jawabnya sebagai penerus perusahaan kakeknya.


Richard menemui Dahlia untuk menyampaikan keinginannya.

__ADS_1


" Lia. " panggil Rich yang melihat Dahlia sedang mengemasi peralatan kebun.


Dahlia menghentikan aktifitasnya. " Kamu ga apa-apa Rich?"


" Aku udah gapapa. Ehh..besok aku ijin mau ke Jakarta karna akan ada rapat dan aku harus dateng buat nglurusin masalah perusahaan. " ucap Rich.


Dahlia mengangguk. " Iya aku ngerti. Kamu memang harus ada disana. Tapi maaf aku ga bisa nemenin kamu Rich."


Richard mengerutkan dahinya. " Kenapa? Kamu kan Presdir dan harusnya kamu ada disana karna keputusanmu penting."


" Dan kamu kan wakilnya. Kamu juga bisa mengambil keputusan. Lagipula kamu tau sendiri, lusa kan ada pengiriman barang ke pelabuhan. Masa aku sebagai pemilik perkebunan ga ada disini setidaknya buat ngawasin. "


" Benar juga. " ucap Rich dengan kecewa.


*** ***


Keesokan paginya, di lobi kantor para wartawan sudah berkumpul untuk mencari informasi yang sedang trending topik di forum berita bisnis. Faisal dan Olivia pun sedang menunggu kedatangan Richard dan Dahlia. Tiba-tiba, para wartawan menghampiri Alex yang baru datang dan mengajukan beberapa pertanyaan. Faisal yang melihat itu langsung menghampiri Alex juga.


" Pak Alex, apa ga sebaiknya kita menunggu hasil rapat dan menunggu tuan Richard dulu. " ucap Faisal dengan sedikit berbisik.


" Tapi setidaknya kita harus memberi jawaban dari pertanyaan mereka, benar kan Faisal?" jawab Alex.


" Bu Dahlia! Pak Richard! " panggil Olivia yang membuat semua orang yang berada di gedung itu menoleh ke arah Rich dan Dahlia.


Flashback


Malamnya Rich tidak bisa tidur, memikirkan perusahaan, mansion dan juga.....Dahlia yang tidak bisa ikut dengannya. Setelah beberapa saat, dia pun mengambil ponselnya dan mengetik pesan kepada Dahlia.


πŸ“¨ " Udah tidur Li? "


1 menit kemudian


πŸ“¨ " Belum, barusan aku dari kamar ibu. Kamu belum tidur? Besok kan kita harus bangun awal. "


Sejenak Rich berpikir.


πŸ“¨ " Hah!! Kita?? "


πŸ“¨ " Iya, besok aku ikut kamu ke Jakarta. Tadi aku habis ijin ke ibu. "

__ADS_1


πŸ“¨ " Yeaayy.. πŸ‘πŸ‘πŸ‘. Makasih ya Li. "


πŸ“¨ " Ya udah tidur sana. "


" Aku ga bisa tidur Li. Mikirin perusahaan, mikirin mansion. Gimana kabarnya bibi Mun dan lainnya disana. "


πŸ“¨ " Hmmm..Tapi aku udah ngantuk Rich. "


Richard tersenyum.


πŸ“¨ " Ya sudah kamu tidur duluan aja. Oya, jangan lupa matiin lampu kamar ya. Kalo kamu masih takut, inget saat kita......😚 "


Dahlia tertegun melihat emoji itu dan bingung entah mau membalas apa, namun ada senyum terbesit di bibirnya. Akhirnya dia memilih untuk tidak membalas lagi. Richard pun tersenyum sendiri membayangkan ekspresi Dahlia saat ini. Yang pasti mukanya memerah karna malu. Namun karna Dahlia tidak suka digoda, dia juga membayangkan sebuah bogem atau sikutan lengan mengarah ke perut. Membayangkan itu, Richard semakin terkekeh.


Semudah itukah dia jatuh cinta? Jawabannya, tidak. Karena dia masih ragu dan belum yakin akan perasaannya, entah itu cinta atau hanya perasaan nyaman karna mereka berteman.


Jujur saja akhir-akhir ini dia merasakan jantung yang berdetak kencang jika sedang bersama Dahlia, karna sebelumnya dia tidak merasakan getaran jika bersama beberapa wanita, termasuk Vina.


Sedangkan Dahlia, walaupun ini yang kedua kalinya dia memiliki perasaan terhadap pria, namun dia juga tidak ingin gegabah mengambil keputusan karna Dahlia sendiri belum mengenal sosok Richard yang sebenarnya. Ya, pria pertama itu memang Okan, pria blasteran yang nama belakangnya mengikuti nama ibunya yang WNI yaitu bu Indira, pernah dekat dengannya walaupun mereka belum resmi pacaran, karna Dahlia hanya menganggapnya kakak.


Paginya setelah berpamitan kepada ibunya, Dahlia juga menitipkan perkebunan ke Riyanti dan mang Udin. Dia berjanji akan pulang keesokan harinya.


" Li, maaf ya. Besok aku ga bisa nganterin kamu kesini. Tapi aku janji, begitu urusan kantor selesai dan bisa dihandel sama Alex dan Faisal, aku janji bakal kesini lagi. " ucap Rich saat di perjalanan yang saat itu Rich yang menyetir.


Dahlia terdiam. Dia jadi teringat ucapan Olivia semalam tentang Alex. Memang, hasil penyelidikan Olivia tidak pernah meleset, namun dia ingin mencari kebenarannya dulu karna apa yang diucapkan Olivia baru dugaan.


Rich memandang Dahlia yang tiba-tiba terdiam.


" Kenapa Li?" tanya Rich.


Namun Dahlia segera menggeleng dan berusaha menyembunyikan teka teki itu dulu.


" Ga apa apa kok, aku cuma mikir gimana nanti kita nyampein ke pers. "


Flashback off


" Itu Richard Wiratama, the real heir Wiratama Land. " ucap beberapa wartawan dan langsung menghampiri Rich dan Dahlia yang baru sampai.


Minta like,komen, syukur2 kasih vote juga😁

__ADS_1


Dan mohon maaf jika ada kekurangan dalam kualitas ceritanya. Makasih. Salam author😚


__ADS_2