Terjebak Wasiat Dan Perjanjian

Terjebak Wasiat Dan Perjanjian
Ungkapan


__ADS_3

" Apa Rich? Loe disuruh nikah sama Vina?" tanya Alex dengan sedikit berteriak.


" Dan loe setuju?"


" Ya tentu aja ngga lah. Loe tau sendiri gue sama Vina itu kan ga pacaran atau kencan. Dia nya aja yang kebawa perasaan karna udah biasa sering jalan bareng. Jadi dia ngiranya kita kaya dijodohin."


" Tapi kan kasihan juga kalo loe terus-terusan kasih harapan yang ga jelas. Apalagi ini menyangkut papanya.


" Gue bakal ngomongin ini sama om Hendra. Dan lebih baik loe sekarang undur diri dari ruangan gue karna gue mau nyiapin bahan buat rapat nanti," usir Rich dengan halus.


" Cehhh! Ga salah gue dengernya? Wah, baru beberapa bulan loe kerja di perkebunan udah banyak perubahan nih." decak Alex.


Richard tersenyum. " Ya. Bukannya bagus gue jadi berubah gini."


" Syukur deh kalo loe jadi semangat kerja gini. Ya udah gue ke ruangan dulu. Sampe ketemu di rapat nanti." pamit Alex lalu saat berbalik badan ada senyum menyeringai di wajahnya.


***


Rapat selesai dan Richard berhasil meyakinkan para dewan direksi bahwa dia yang akan mengambil alih proyek perumahan.


Selesai rapat, Richard berinisiatif hendak mengajak Faisal, Olivia dan Alex untuk makan malam di luar. Alex menolak dengan alasan ada urusan lain. Sebenarnya dia agak kecewa dengan keputusan Dahlia soal pengalihan proyek yang semula dari Alex dialihkan ke Richard.


Sedangkan Faisal dengan berat hati menolak ajakan Richard karna dia dan Olivia sudah ada janji akan makan malam di rumahnya Faisal karna ajakan ibunya. Rich agak kecewa, namun tak berapa lama, akhirnya muncul ide dari Dahlia.


" Atau gini aja. Gimana kalo kita makan malam sekalian di kediamannya pak Arman. Gimana Rich, kamu setuju?" tanya Dahlia.


Richard berbinar. " Boleh juga. Aku juga lama ga ketemu sama ibu dan pak Wijaya. Tapi aku bisanya besok. Gimana Faisal?"


Faisal pun tak kalah senangnya. " Tentu saja boleh. Wah, ibu dan ayah saya pasti senang sekali bertemu dengan tuan Richard."


*** ***


Siangnya Richard tidak pergi makan siang. Dia ingin buru-buru menyelesaikan pekerjaannya karna akan ada janji dengan seseorang. Sedangkan Dahlia sedang pergi makan siang bersama Olivia.


" Jadi gimana kamu sama Faisal? Kayanya semakin deket aja," tanya Dahlia.


Olivia menghela nafas. " Jadi gini Li. Kita langsung pada intinya ya. Aku dan Faisal udah jadian."


Sesaat Dahlia melotot dan hampir tidak percaya, namun Olivia kembali melanjutkan.

__ADS_1


" Tapi hanya pacaran pura-pura. "


Dahlia mengerutkan dahi. " Kok bisa?"


Olivia pun menceritakan bahwa Faisal melakukannya karna dia ingin menghindar dari mantan pacar yang sering berkunjung ke rumahnya. Sebenarnya Faisal risih apalagi mantannya itu seperti sengaja mendekatkan diri lagi pada orang tuanya Faisal. Jadi akhirnya dia meminta bantuan pada Olivia untuk menjadi pacar pura-puranya. Awalnya Olivia ragu, namun karna dia kasihan terhadap Faisal akhirnya dia bersedia membantunya, bagi Olivia juga tidak sulit untuk dekat dengan keluarga Faisal karna memang kesamaan hobinya dengan ibu Lusi.


" Kamu yakin Liv? Kalo lama kelamaan kamu suka beneran sama dia, kamu loh orang pertama yang bakal sakit hati," ujar Dahlia sambil menerima piring yang berisi dessert dari pelayan.


" Tapi seiring berjalannya waktu dan kita sering bareng, dia juga pasti mulai suka sama aku Li," ucap Olivia dengan pedenya.


Dahlia menghela nafas. " Tapi kan itu ga mudah Liv. Coba bayangin aja kalo tiba-tiba mas Faisal simpatik sama cinta lamanya dan mereka CLBK?"


Olivia yang tadinya semangat menjadi sedikit down. " Iya juga. Kamu juga si."


" Aku kenapa?"


" Pinter nyeramahin aku tapi hubunganmu sendiri gimana sama tuan Richard?" goda Olivia.


Bukannya menjawab, Dahlia segera mengalihkan pandangan dan beralih ke Oreo Cheesecake yang ada didepannya kemudian memakannya. Dahlia memilih untuk tidak menceritakannya dulu, karna memang belum ada kejelasan antara dia dan Richard.


Setelah makan siang, saat Dahlia masuk ruangan rupanya Richard masih berkutat di meja kerjanya bahkan ga menyadari Dahlia yang sekarang sudah ada disampingnya.


" Hmmm, ini aku lagi pelajari proyek lama. Aku ingin cari tau kekurangannya," jawab Rich dengan pandangan masih pada kertas-kertas di depannya.


" Ohohoh.. Apa aku mimpi? Ga salah aku dengernya?"


Richard menoleh karna merasa diledek dengan tanggapan Dahlia. " Kamu tuh yang berlebihan. Lagian ini udah jam kerja, kamu malah baru balik. Sebagai pimpinan kamu harus bisa menghargai waktu dong," balas Rich.


" Oh..Maaf. Tadi keasyiken ngobrol. Eh, tumbenan. Biasanya dulu juga kamu ga pernah peduli," saat Dahlia hendak berjalan, Richard berdiri dan segera menarik tangan Dahlia sehingga tubuhnya tersender di meja kerjanya Richard.


" Tapi sekarang aku peduli..... Semua hal tentang kamu," kata Rich sedikit merayu dan tersenyum manis yang membuat Dahlia membisu karna jarak muka berdua sangat dekat.


" Hari ini kamu pulang sama Olivia dulu ya. Sekarang aku ada urusan lain dan kemungkinan ga balik ke kantor lagi."


Dahlia hanya mengangguk.


Tiba-tiba Alex masuk tanpa mengetuk pintu dan agak terkejut melihat Rich yang sekarang dekat dengan Dahlia.


Dahlia yang menyadari kedatangan Alex langsung melepaskan diri dari Richard.

__ADS_1


" Rich, gue mau ngingetin sesuatu sama loe kalo besok ulang tahunnya Vina dan loe harus dateng karna ini juga permintaan papanya," kata Alex to the point.


Muka Rich meredup dan melirik Dahlia


" Oya gue lupa. Tapi besok gue ada janji Lex."


" Janji apaan?" tanya Alex.


" Makan malam di keluarga Wijaya. "


" Heyyy! Tapi acaranya Vina kan setaun sekali dan acara loe bisa diundur kapan-kapan lagi kan?" bujuk Alex.


Setelah dibujuk lagi akhirnya Richard menyetujui dengan syarat hanya sebentar agar dia tetap bisa memenuhi acara makan malamnya. Setelah Alex pergi, Rich menghampiri Dahlia yang sekarang sedang berdiri memunggunginya karna menyembunyikan rasa kecewanya. Dahlia sendiri juga dengar kalo Rich menerima ajakan Alex.


" Lia!!" panggil Alex sambil menarik tangan Dahlia.


" Hmm," jawab Dahlia.


" Besok aku janji bakal sebentar."


" Siapa yang nanya?" tanya Dahlia dengan ketus dan melepas tangannya Rich.


Rich meraih tangan Dahlia lagi. " Lagian besoknya aku juga ingin nganter kamu ke Bandung."


" Buat apa?"


" Jangan marah dong," rengek Rich.


" Aku ga marah. Aku cuma kecewa karna kamu ga punya pendirian."


Rich membalikan badan Dahlia lagi yang kembali memunggunginya dan kali ini Rich menatap Dahlia dengan serius.


" Biarin aku pergi ya. Kalo ga aku juga ga akan ninggalin apa-apa buat kamu. Tapi kalo kamu biarin aku pergi, aku akan ninggalin hati aku untuk kamu.......


AKU MENCINTAIMU DAHLIA."


Dahlia tertegun sejenak dan bingung untuk membalas apa.


Minta lagi dukungannya ya.

__ADS_1


__ADS_2