
Okan Setya Indrawan adalah seorang pengusaha ekspor impor yang memulai usahanya dari nol. Dia adalah kakak tiri Olivia, sahabat Dahlia. Sewaktu Okan berumur 10 tahun papanya yang berwarganegara Australia namun sedang berada di Indonesia itu menikahi mamanya Olivia yang saat itu Olivia berumur lima tahun. Setelah pernikahan itu mereka semua diboyong ke Australia karna memang bisnis papanya ada disana di bidang pertambangan.
Okan memutuskan kuliah di Harvard University dimana dia berteman dengan Richard disana. Dan setelah menyelesaikan kuliah, dia kembali ke Australia karna dihubungi mamanya untuk menemani Olivia yang ingin mendaftar kuliah di Jakarta. Olivia langsung berteman dengan Dahlia sewaktu OSPEC, dan pertemanannya itu Okan berkenalan dengan Dahlia.
Kepribadian Dahlia yang sudah tomboy tetapi tegas dan mandiri sejak dulu itu menarik perhatian Okan yang orangnya lebih introvert. Mereka pun dekat karna Dahlia merasa nyaman dengan Okan, namun tidak berstatus pacaran karna Dahlia hanya menganggapnya kakak.
Perjodohan Okan dengan anak rekan bisnis papanya membuatnya memberontak karna Okan tidak menyukai perjodohan. Akhirnya dia bertindak diluar kendali seperti mabuk-mabukan dan hampir menodai Dahlia di tempat yang gelap yang saat itu Dahlia berumur 19 tahun dan memang sudah mengalami nyctophobia (phobia di ruang gelap).
Olivia pun menyesali perbuatan kakaknya itu tetapi dia ikut meyakinkan Dahlia bahwa Okan menyesali perbuatan yang diluar kesadarannya. Namun bagi Dahlia itu sudah lebih dari cukup baginya untuk tidak mau bertemu lagi dengan Okan.
Akhirnya Okan memutuskan untuk kembali ke Australia karna dirasa Olivia sudah cukup mandiri.
***
Dahlia membalas mengulurkan tangannya setelah memantapkan diri untuk tidak gugup.
" Aku baik kak. Kak Okan apa kabar?" tanya Dahlia.
" Aku juga baik. " jawab Okan yang tak kalah gugupnya namun berani menatap lama Dahlia.
Richard menatap kedua orang itu yang masih saling berpandangan. Tiba-tiba dia berdehem.
" Eheemm." sontak mereka berdua melepaskan uluran tangannya.
" Kalian udah saling kenal?" tanya Rich.
Okan yang menjawab. " Ya. Dulu kita saling mengenal dengan baik."
" Maksudnya?" tanya Richard.
Giliran Dahlia yang nyelonong ingin menjawab. " Eh, kak Okan ini kakaknya Olivia Rich. Jadi kita kenal sejak aku dan Olivia kuliah bareng."
" Owhh. " jawab Richard.
Tapi Richard merasa tidak puas dengan jawaban Dahlia, karna dia melihat sendiri tatapan Dahlia kepada Okan yang terlihat canggung.
" Jadi Lia, bisa kita langsung bicara?" ajak Okan to the point. " Ehh, maksudku mengenai pekerjaan."
Dahlia menatap Richard sebentar. " Tentu, kita bisa ke ruang kerjaku."
" Kalo gitu gue balik ke kebun dulu ya. Karna tadi gue ninggalin pekerjaan." pamit Richard kepada Okan.
" Ok Bro. Selamat bekerja."
Lalu Dahlia mengajak Okan dan Angga ke ruang kerjanya.
__ADS_1
***
Richard terlihat tidak konsentrasi melanjutkan pekerjaannya. Sedangkan Dahlia sudah merasa tidak canggung lagi menghadapi Okan. Untung saja tadi dia berhasil menahan Riyanti yang sedang membawakan suguhan untuk menemaninya.
Setelah kurang lebih satu jam, Okan sudah mendapatkan dokumen yang dibutuhkan dan segera diberikan ke Angga.
" Lia. Bolehkah aku jalan-jalan sebentar di sini? Ya sekalian melihat bunga Krisan yang akan diekspor." tanya Okan.
Dahlia menatap Riyanti. " Tentu. Riyanti akan mengantarmu untuk melihat-lihat perkebunan."
Riyanti melotot. Lalu Okan menolaknya.
" Tapi aku ingin ditemani kamu... berdua." pinta Okan sambil memelas.
Dahlia pun mengabulkannya. Dia pikir tidak enak untuk menolaknya karna sudah datang jauh-jauh.
Di sela-sela perjalanan mereka mengelilingi perkebunan, Dahlia lebih mendiamkan Okan karna dia tidak mau memulai percakapan.
" Kamu masih marah Lia?" tanya Okan memulai obrolannya.
Dahlia menoleh sejenak dan menggelengkan kepalanya. " Ngga kak, aku udah nglupainnya."
Okan kembali menatap Dahlia. " Tapi kenapa aku merasa kamu masih marah."
Dahlia menghentikan langkahnya dan menatap Okan dengan tatapan serius.
Okan sedikit merasa lega dan dia pun mengikuti Dahlia kemudian bertanya-tanya lagi seputar keadaan keluarga masing-masing.
***
Saat suasana sudah mencair antara Dahlia dan Okan yang sedang mengobrol, Richard melihatnya lalu sayup-sayup dia mendengar para pekerja wanita yang sepertinya sedang menggosip.
" Wah. Bos Lia sama saha itu. Keliatan cocok banget ya." ucap salah satu pekerja.
" Iya. Mungkin calonnya atuh." sahut yang lain.
Richard panas mendengar nama calon dan segera menampik percakapan mereka.
" Maaf ibu-ibu, dia bukan calonnya Dahlia. Mereka hanya rekan bisnis. " tukas Richard.
" Ya, kalo pun calonnya juga tidak apa-apa. Kita malah ikut seneng, jadi ada yang jagain eneng Lia. Kasian dia yang jadi tulang punggung keluarga, harusnya sudah ada suami yang ngejagain dia." sahut lagi yang lain.
" Eh, tapi kan sudah ada Joe."
" Oya ya. Berarti dia itu saingannya Joe karna mereka itu sama-sama badannya kekar. "
Richard semakin panas tapi tak kehabisan akal.
__ADS_1
" Saya yang bakal jagain Dahlia. " ucap Richard dengan sedikit kesal sambil mematikan kran selang air dan meninggalkan pekerjaannya.
Para ibu-ibu itupun heran dan terkekeh melihat kelakuan Richard.
" Dia itu kenapa ya?"
" Cemburu mungkin." diikuti cekikikan.
" Eh, sudah-sudah ayo kembali kerja."
*** ***
Dahlia heran melihat Richard yang berjalan tergesa-gesa. Okan melihat Dahlia yang sedang menatap arah Richard.
" Kamu kenal Richard dari mana?"
" Ohh.. Dia itu cucu sahabatnya kakek."
" Lalu kenapa bisa dia kerja disini? Bukannya dia itu harusnya mengurus perusahaan kakeknya."
Dahlia menjelaskan apa adanya namun hanya garis besarnya saja karna menurutnya itu privasi.
" Kalo Richard bekerja disini. Berarti harusnya sekarang kamu ada di perusahaannya Richard dong." tanya Okan dengan selidik.
" Ya mana mau kak Richard tinggal disini sementara aku di Jakarta. Lagi pula sama saja kok, itu kan hanya untuk memenuhi syarat saja. Untung saja ada Olivia yang udah banyak membantu aku."
" Oya, ngomong-ngomong gimana kerjaannya Oliv? Apa dia masih suka baca novel sama nonton drakor?".
Dahlia tertawa. " Ya tentu saja masih. Tapi dia profesional kok."
Akhirnya aku bisa melihat senyum kamu lagi Li . batin Okan.
Di belakang dua orang yang sedang mengobrol itu, ada dua pasang mata yang sedang mengawasi mereka dan sedang duduk di gubug juga.
" Hai, aku Angga. Sekretarisnya pak Okan." ucap Angga sambil mengulurkan tangannya.
" Iya aku tau kok." jawab Riyanti dengan ketus.
Dari tadi ga mencoba kenalan. batin Riyanti
*** *** ***
Bu Ratna dan tante Citra sedang menyiapkan makan siang di meja makan sepulang mereka mengantar pesanan.
" Tadi itu temen kamu Lia? Kok ga disuruh ikut makan siang?" tanya bu Ratna di sela-sela makan.
" Katanya masih ada urusan lain bu." jawab Dahlia.
__ADS_1
Setelah membereskan meja makan dan membersihkan piring kotor, Dahlia yang akan menuju kamarnya untuk ganti baju tiba-tiba tangannya ditarik oleh Richard. Namun yang membuat Dahlia kaget, Richard malah menuju kamarnya kemudian menutup pintu dan menguncinya.