Terjebak Wasiat Dan Perjanjian

Terjebak Wasiat Dan Perjanjian
Seruangan berdua


__ADS_3

Olivia menghampiri bu Presdirnya setelah Faisal undur diri dari ruangan untuk melaksanakan tugas dari Dahlia dengan dibantu beberapa staff.


" Li, makasih ya," ucap Olivia dengan senyumnya yang menampakan semua gigi putihnya.


" Seneng banget si, tapi inget kamu harus profesional dan tugas kamu itu mbantuin kerjaan aku,"


" Iya iya, aku ngerti.. Eh,udah dulu ya aku mau ke ruangan. Udah ga sabar kerja bareng OPPA Pengacara," pamit Olivia sambil berlari kecil, Dahlia hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan sahabatnya.


" Dasar!!!" gumam Dahlia sambil tertawa.


***


Richard masuk ke ruangannya setelah tadi mengunjungi ruangan Alex dan betapa terkejutnya mendapati barang-barangnya seperti ATK dan IT (laptop,printer) dan juga private sfuff-nya sedang dipindahkan.


Dia pun segera menghampiri ruangan Dahlia yang ternyata sedang sibuk mengatur tata letak meja dan kursi kerjanya Richard.


" Eh,apa apaan ini??" tanya Rich dengan kesal.


" Kenapa memangnya??" tanya balik Dahlia berbasa basi sambil duduk menyilangkan kakinya.


" Kenapa loe tiba tiba nyuruh mereka buat mindahin barang barang gue??"


" Ga ada apa apa pak Richard, saya hanya ingin satu ruangan dengan anda," jawab Dahlia dengan santai.


" Dan loe ga tanya gue mau apa ga?? Eh,mentang mentang loe Presdir disini tapi loe ga bisa seenaknya ngatur ngatur gitu dong."


Dahlia berdiri dari duduknya dan mengembalikan ekspresi seriusnya.


" Tenang pak Richard, aku ga ngeprank kamu kok, aku cuma pengen kita jadi lebih banyak ngobrol tentang pekerjaan, dan bisa bekerja sama dengan baik."


Richard diam sejenak


" Trus dimana barang barang gue yang lain?" tanya Rich bersamaan dengan kedatangan Faisal yang membawakan barang pribadinya Richard.


" Saya sudah mengambil semua barang pribadi yang ada di ruangan tuan Richard, tolong diperiksa lagi," ujar Faisal sambil menyodorkan kotak pandora milik Richard,dan Dahlia tertegun melihatnya.

__ADS_1


" Cuma itu aja?? Robot robot superhero?? Kaya anak kecil aja," canda Dahlia yang ditanggapi pelototan Richard.


***


Hari itu merupakan hari yang sangat panjang bagi Richard. Bagaimana tidak??? Dia hanya duduk duduk sambil coret coret ga jelas. Hanya saat makan siang dia meninggalkan ruangan. Mungkin dia ingin menunjukan ketidaknyamanannya berada satu ruangan dengan orang yang dia benci (maybe).


Sedangkan Dahlia sudah disibukkan dengan kerjaan seperti menerima laporan keuangan yang dia minta pada Olivia, walaupun Olivia sudah menyerahkan laporan tersebut pada Direktur Keuangan, tapi dia ingin memberikannya pada Dahlia secara langsung untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, karna itu juga atas perintah Dahlia.


Alex selaku General Manager yang membawahi beberapa divisi,datang ke ruangan Dahlia untuk memberikan dokumen karna perusahaan akan menyelenggarakan tender untuk proyek pembangunan perumahan yang sempat tertunda.


" Bu Dahlia, ini adalah dokumen tentang harga tender untuk proyek perumahan yang akan kita dirikan."


" Apa ada waktu buat saya untuk kroscek terlebih dulu?" tanya Dahlia sambil membaca dokumen-dokumen tersebut.


Raut Alex agak terkejut


" Tapi proyek ini juga sudah sempat tertunda agak lama. Dan perusahaan ini sudah sering membuka tender sejak kakek masih hidup. Semenjak kakek sakit, semuanya jadi dikesampingkan."


" Apa harus secepat ini?"


Dahlia diam sejenak sambil melirik ke arah Richard yang entah sibuk dengan apa


" Baiklah kalo begitu, tapi saya akan memeriksa dokumennya dulu, karna untuk proyek sebesar ini saya ga bisa asal tandatangan saja. Saya harap kamu mengerti pak Alex."


" Baiklah bu Dahlia," jawab Alex dengan senyum yang terpaksa.


Sebelum Alex undur diri, Richard kedatangan tamu yang masuk ruangan tanpa mengetuk pintu dan langsung menghampiri Richienya..Siapa lagi kalau bukan Vina.


" Richie!!! Kamu disini, Vina cari di ruangan ternyata..." belum selesai Vina berbicara, pandangannya langsung menoleh ke arah Dahlua.


" Wah wah wah!!! Jadi loe yang namanya Dahlia yang menggantikan posisinya kakek ya. Pantes saja waktu di rumahnya Richie loe berani ya merusak acara party. Trus kenapa sekarang loe mindahin ruangan Rich kesini?"


" Karna aku hanya pengen kita bekerja di satu ruangan, ada yang salah?? Lalu apa urusan anda dateng kesini?? Karna jam istirahat sudah habis dan ini sudah memasuki jam kerja."


" Gue udah biasa dateng kesini walaupun masih jam kerja. Lagipula, Richie masih ingin Vina disini kan?" tanya Vina ke Richard.

__ADS_1


" Gue ga punya hak untuk ngasih ijin Vin," jawab Rich sambil memandang Dahlia.


Alex yang dari tadi diam ikut berkomentar


" Vin, sebaiknya sekarang loe pulang. Kalo loe mau kesini mending pas jam makan siang."


" Lexx!!!" seru Vina lalu menoleh ke arah Richard dan Richard menjawab dengan melambaikan tangan sebentar dan menunjuk Dahlia dengan telunjuknya, lambaian itu berbunyi


" Gue ga bisa apa apa, itu keputusan dia."


Vina yang merasa kalah karna tidak ada yang membelanya akhirnya meninggalkan ruangan itu. Begitu pun dengan Alex, karna dia sudah selesai dengan urusannya.


***


Olivia dan Faisal masuk ke ruangan Dahlia setelah tadi dihubungi oleh Dahlia.


" Aku udah periksa harga tender yang diberikan Alex, tapi hanya satu perusahaan yang mengajukan penawaran?


Itu kan aneh, proyek sebesar ini kenapa hanya satu perusahaan yang tertarik mengikuti tender?" tanya Dahlia.


" Benarkah?? Biasanya kan perusahaan yang mengadakan tender itu mengundang lebih dari satu perusahaan, dan terakhir aku menjadi akuntan itu juga ada tiga sampai empat perusahaan," jawab Olivia dengan heran dan Faisal mengangguk karna merasa benar omongan Olivia.


Setelah Dahlia berpikir sejenak


" Mas Faisal, siapa yang bertanggung jawab mengurus harga tender?" tanya Dahlia kepada Faisal.


" Pak Roni Manajer Marketing," jawab Faisal dan seketika Richard langsung menoleh mendengar nama itu.


" Kalo gitu, Liv tolong panggilkan pak Roni dan Alex," perintah Dahlia.


" Baiklah."


Dibalik percakapan mereka, ada sepasang mata yang sedari tadi menutup mulutnya, tapi telinganya ikut mendengar apalagi mendengar nama Roni seperti akan menghadapi musuhnya. Siapa lagi kalau bukan Richard.


Ini karya pertamaku,jadi harap maklum jika ada salah typo atau penggunaan kata yg tidak tepat.

__ADS_1


Untuk vote/rate mohon seikhlasnya saja,itu hak para readers..yang penting jangan saling menjatuhkan 😁 #staysafe


__ADS_2