
Orang yang tadi Dahlia kira itu kakek Suryo ternyata adalah Richard.
" Loe pengen warisannya kakek kan, Dahlia Rasis " Richard melempar air di gelas yang tadi dipegangnya ke arah Dahlia
" Hey!!! Kamu datang dari mana, apa ini cuma mimpi?"
" Ga penting gue dateng dari mana, yang paling penting loe jangan lupain sesuatu," Rich mengambil sesuatu di sakunya. Dahlia ga asing terhadap benda itu, ternyata adalah salah satu bra milik Dahlia yang kemarin dijemur dan terjadilah perebutan.
" Richard kembaliin, kembaliin sekarang Richard..RICHARDDDD!!" teriak Dahlia dan langsung kebangun dari mimpinya.
Kenapa orang itu sampe kebawa di mimpi aku..Apa gara gara semalem aku berantem lagi sama dia. Dahlia
***
Dahlia bergegas bangun karna memang sudah pukul 06.00. Lalu dia memutuskan untuk berkeliling sejenak di mansion yang megah dan luas itu.
Dahlia sangat cepat berbaur karna memang dia yang friendly kepada siapapun, terbukti dari dia yang sedang ngobrol dengan Kiky dan Sita yang sedang sibuk di dapur dan ga ketinggalan Didi juga berada di dapur karna ingin sarapan dulu.
Sementara bi Mun sedang ada di pasar dan diantar oleh pak Agus sopir pribadi tuan Suryo.
Setelah selesai Dahlia menunggu yang lain untuk sarapan di ruang makan.
" Non Lia yakin ga mau sarapan dulu?" tanya bi Mun yang sedang menuang air putih ke gelas.
" Memangnya pada turun jam berapa si bi?" Dahlia tanya balik.
" Ga mesti juga non," jawab bi Mun
" Hmm..Kalo gitu Lia tunggu aja deh bi."
Tak berapa lama Richard turun dengan mengenakan pakaian santainya. Karna dia masih mengambil cuti bekerja setelah kepergian kakeknya, demikian juga dengan Alex..Faisal pun memakluminya, dan dia yang sering bolak balik ke perusahaan untuk mengambil dokumen dokumen penting. Selain menjadi pengacara keluarga, Faisal juga merangkap sebagai asisten tuan Suryo,yang artinya sekarang Faisal adalah asisten Dahlia.
Pagi itu pun diawali dengan drama, apalagi saat nyonya Sarah turun bersama pacarnya untuk sarapan. Dahlia melihat raut muka Richard dan dia menyimpulkan bahwa Richard tidak menyukai keberadaan Roni pacar Nyonya Sarah, jadi Dahlia gunakan kesempatan itu untuk membela dirinya dari omelan nyonya Sarah bahwa dia punya hak di mansion itu.
Ni cewe berani juga. Batin Richard yang agak menyunggingkan bibirnya sedikit saat Dahlia berdebat dengan mamanya.
Richard pun tidak membela siapapun, karena sedarinya dia juga memang tidak menyukai sikap mamanya, apalagi membawa pacarnya.
***
Bibi Mun menghampiri Dahlia yang sedang termenung di dekat kolam renang.
__ADS_1
" Bibi tau non Lia merasa tertindas tinggal dirumah ini, tapi bibi mohon sama Dahlia untuk lebih bersabar lagi karna cuma non Lia yang tuan Suryo percaya," ucap bi Mun sambil mengingat dulu waktu tuan Suryo menceritakan tentang Dahlia.
" Bibi minta tolong sekali lagi, tolong bantu nak Richard, karena dia sudah tidak punya siapa siapa lagi. Walaupun ada Nyonya Sarah, tapi dia ga benar benar menyayangi Richard," ucap bibi Mun sambil memegang kedua tangan Dahlia dan matanya berkaca kaca.
***
Di sebuah mall, seorang cewe manis sedang melamun setelah membeli minuman di salah satu foodcourt, tiba tiba handphonenya berdering
" Hallo, kenapa Li??" tanya Olivia.
" Kamu kenapa Liv? Sahabatmu ini lama ga nelfon kok kamu jutek gitu?" tanya balik Dahlia.
" Aku lagi bosen Li," jawab Olivia dengan malas.
" Kamu sibuk ga hari ini?" tanya Dahlia
" Ga juga, aku udah selesai dengan pekerjaanku, kenapa kangen ya?"
" Kalo gitu, gimana kalo aku maen ke apartemen kamu?"
" Hah? Kamu lagi ada di Jakarta? Kapan? Kok ga bilang bilang?" tanya Olivia yang sangat antusias.
Dahlia menceritakan semua tentang urusannya di keluarga Wiratama. Dahlia dan Olivia adalah teman sewaktu kuliah, hanya beda jurusan, Olivia mengambil jurusan Manajemen. Sebenarnya Olivia ingin mengambil jurusan Seni, tapi karna desakan kakaknya yang sekarang menjalankan bisnis keluarga di Australia, dia pun hanya bisa menurut. Kakak Olivia pernah mendekati Dahlia, tapi Dahlia hanya menganggap kakak.
" Jadi, nanti kamu bakal jadi Presiden Direktur di Wiratama Land, trus Richard jadi petani di kebun kamu?" tanya Olivia menyimpulkan semua perkataan Dahlia dan dijawab anggukan oleh Dahlia.
" Eh,tunggu dulu..Richard Putra Wiratama.. Oh,aku pernah liat dia di salah satu cover majalah bisnis. Hmm cakep juga, putih, ga terlalu tinggi si tapi bodynya OK juga," puji Olivia.
" Tapi sifatnya buruk banget, mulutnya kaya harimau yang lagi kelaparan tau ga Liv, marah marah mulu,"
" Jangan terlalu benci gitu, nanti malah jadi bucin loh," goda Olivia sambil menggelitik Dahlia yang sudah melotot ke arahnya.
" Iya deh iya deh, aku ngertiin kamu Li ternyata kamu lebih stress dari aku yang ga dapet tanda tangannya ibu Lusi.
Trus kamu butuh bantuan apa?" tanya Olivia
" Hmm..Aku pngen kamu bekerja jadi sekretaris sekaligus akuntan aku di perusahaan, mau ya Liv?" pinta Dahlia.
" Hah!! Aku?? Aduh Lia kamu kan tau sendiri aku ga suka pekerjaan yang rutin, soalnya jadi ga leluasa nonton drakor sama baca novelnya."
" Pleaseee!!! Mau ya Liv," rengek Dahlia
__ADS_1
Setelah berkali kali negosiasi akhirnya Olivia menerima tawaran Dahlia dengan syarat Dahlia harus bisa mendapatkan tanda tangan dari Lusiana Utami, penulis yang digemari Olivia.
" Ok deh..Aku jadi penasaran seperti apa Richard yang kamu bilang itu. Eh, ngomong ngomong emang kamu pernah liat harimau yang lagi kelaparan?" tanya Olivia dengan polos dan Dahlia pun kebingungan.
***
Di apartemen Alex
" Dia bawa cowok itu kerumah?" tanya Alex.
" Ya.. Dia berlagak kaya anak muda aja. Gue udah berkali kali bilang jangan kencan sama orang kantor, bikin gue malu aja, padahal dulu juga sering ditentang sama kakek," jawab Rich
" Orang kantor? Siapa?" tanya Alex lagi.
" Bawahan loe, Manager Marketing."
" Roni??" tanya Alex lagi karna kaget dan dijawab dengan anggukan oleh Rich.
" Trus gimana dengan Dahlia?"
" Cewe itu bener bener ga tau malu..Tiap gue ngerjain dia ga pernah peduli, " jawab Rich
" Gimana pun juga dia udah tanda tangan Rich, dan dia pasti bakal ngatur ngatur loe."
" Ga bakal, gue ga bakal mau diatur sama orang kampungan kaya dia."
" Trus apa yang bakal loe lakuin?" tanya Alex
" Gue bakal minta Faisal buat bikin salinannya," jawab Richard
***
Di rumah Wijaya
Faisal terlihat menjauhkan ponsel dari telinganya menandakan ada yang berteriak disebrang telfonnya.
" Apa!!! Tunggu tunggu pelan pelan ngomongnya tuan Richard."
Ini karya pertamaku,jadi harap maklum jika ada salah typo atau penggunaan kata yg tidak tepat.
Untuk vote/rate mohon seikhlasnya saja,itu hak para readers..yang penting jangan saling menjatuhkan π #staysafe
__ADS_1