Teror Pocong Marwi

Teror Pocong Marwi
Eps.15 Korban Terus Bertambah


__ADS_3

Namun, tanpa di duga-duga ternyata Asep masih sadar , dia mencabut kris dari tubuh Marwi , saat Bardu sedang membalikan tubuh nya , dalam sekejap Asep langsung menusukan kris itu tepat di dada Bardu, itu adalah serangan telak dan mengejutkan , Bardu tidak bisa menghindar ,atau pun Munah tak bisa menolong nya , seketika saja tubuh Bardu mulai lunglai , Bardu pun ambruk dan tewas seketika . Munah saat itu terdiam dan mematung , dia sangat tidak menduga dan percaya dengan apa yang di lihat nya barusan, Munah menangis sejadi-jadi nya segera dia memangku suami nya dan menepuk-nepuk pipi kanan dan kiri berharap Bardu masih bisa sadar . saat Munah sedang nangis nelangsa, Asep yang saat itu masih memegang kris , langsung menusuk kembali kris itu pada dada sebelah kiri Munah , Munah pun akhirnya ikut tewas seketika , Asep tertawa puas kini dia merasa lega karena bisa membalas dendam istri nya . dia berusaha bangkit sambil berjalan terpincang-pincang , Asep berusaha keluar dari ruangan tersebut sambil terus tertawa, dia ingin menghampiri kamar sebelah dan membunuh pula anak nya , namun baru dua langkah Asep berjalan , dia mendengar suara aneh dari belakang nya "GEEEETTTTIIIIIIIIIHHHHHHHH" begitu suaranya , Asep berhenti, dan menoleh kebelakang . Tampak lah itu Pocong Marwi yang sedang duduk di petinya, Marwi melihat ke arah Asep , tampak lah wajah Pocong Marwi ini, kedua bola mata nya Hitam , wajah nya sangat pucat, dan dari mulut nya mengeluarkan lendir . Asep ketakutan, dia meraih tas jinjing nya yang ada di depan ruangan itu, dia melemparkan bawang merah yang ia bawa ke wajah Marwi, namun itu tak bereaksi apapun pada pocong tersebut , bawang yang telah di bacakan mantra itu sama sekali tidak membuat Marwi kesakitan, dia malah meraung seperti singa yang kelaparan , dan dalam sekejap Marwi kini telah berada di hadapan Asep, Kris yang di pegang nya pun terpental . Saat itu tidak tahu apa yang di lakukan pocong Marwi padanya , yang jelas Asep berteriak-teriak seperti orang yang sedang di siksa. selang beberapa lama , tubuh Asep pun acak-acakan , kepalanya berada di pojok ruangan , saat itu ada tiga mayat di dalam ruangan Marwi. Pocong Marwi meraung-raung sambil terus mengeluarkan kata getih, sementara itu di kamar sebelah , si Sakti (anak Munah dan Bardu) menangis , dia terbangun oleh suara Marwi yang keras dan menggema saat itu sangat kencang, Marwi mulai mengendus-endus, dia menoleh ke kamar sebelah . Kini di dalam gubuk itu hanya Ada Pocong Marwi dan anak dari Bardu dan Munah .


Namun anak itu di tolong oleh nenek Liman dan menghilang begitu saja , saat itu Pocong Marwi terus mengeluarkan suara aungan nya sehingga membuat getar di gubuk tengah hutan gantarawang karena setelah sekian lama dia terkebur di dalam tanah kini dia bangkit kembali dan tidak terkendali .

__ADS_1


Suatu sore, tepat nya di perkebunan singkong, ada seorang lelaki tua yang sedang beristirahat di saungnya , dia sangat lelah karena seharian dia mencangkul dan menanam singkong di kebun nya itu, karena hari sudah mulai petang , dia bergegas untuk pulang , dia memikul cangkul dan menjinjing tas kecil yang terbuat dari karung , untuk sampai kerumah nya, si lelaki tua itu harus melewati perbatasan hutan gantarawang, saat itu di perbatasan hutan gantarawang itu masih ada pagar bambu yang menjulang tinggi, nah dan saat lelaki tua itu melintas di dekat pagar perbatasan , dia melihat ada tali berwarna putih yang menjuntai panjang di jalan setapak sampai masuk di celah-celah pagar bambu , lelaki tua itu memberhentikan langkah nya, dia heran kenapa ada tali putih di tengah jalan setapak ini , dia pun mengikuti tali tersebut sampai tiba di pagar perbatasan hutan gantarawang , tali itu menjulur keluar pagar melewati celah bambu sampai ke hutan , karena penasaran , si lelaki itu menarik tali putih tersebut, sambil dia mengintip ke arah hutan gantarawang dari balik celah pagar tersebut , tak lama kemudian alangkah terkejut nya si lelaki tua itu, tepat di depan celah pagar tersebut berdiri pocong Marwi yang sedang tertawa sambil mengeluarkan lendir dari mulut nya , saat si lelaki tua itu hendak lari, tiba-tiba saja tali putih tersebut melilit leher nya , belum sempat berteriak lelaki tua itu meregang nyawa begitu saja karena saking kuat lilitan tali putih tersebut . jasad si lelaki tua tersebut di sisakan kepalanya saja dan di tinggalkan begitu saja oleh Marwi dengan keadaan menggantung di pagar perbatasan, Marwi pun terbang masuk kedalam hutan ,sambil di iringi dengan tawa nya .


Keesokan hari nya , ada seorang ibu-ibu yang hendak mencuci ke sungai melihat ada kepala menggantung di atas pagar , dia pun berteriak histeris, seluruh warga yang ada di dekat pagar perbatasan itu pun keluar, warga pun terkejut melihat hanya ada potongan kepala saja di atas pagar , warga mengira bahwa itu adalah korban dari binatang buas tapi mana mungkin hewan buas hanya menyisakan kepala nya saja , segera warga turunkan kepala lelaki tua tersebut , istri nya yang mengetahui suami nya mati dengan keadaan seperti itu jatuh pingsan karena tak menduga bahwa suami nya akan tewas secara mengerikan . lalu warga segera membantu untuk menguburkan jasad lelaki tua tersebut walaupun hanya tersisa kepala nya saja, tak ada yang berani untuk mencari tau kematian lelaki tua tersebut , para warga hanya bisa menduga-duga bahwa lelaki tua tersebut mati akibat binatang buas .

__ADS_1


Besok nya para Warga kembali geger karena orang tua dari Isna mengabarkan Bahwa anak nya kunjung pulang , menurut kesaksian Isna , saat otu Santi sedang ada di sungai dan dia pulang lebih dulu , Warga menduga bahwa Isna hanyut tenggelam ke dalam sungai Angke, pada saat itu warga berbondong-bondong mencari Isna ke sungai dari pagi sampai sore warga tak menemukan jejak apapun , sampai pada akhirnya ada salah satu warga yang menemukan potongan kaki manusia yang tersangkut pada akar-akar pohon, itu adalah kaki kanan Isna yang masih lengkap dengan gelang kaki nya, seketika saja ibu isna menangis mengetahui potongan kaki tersebut adalah kaki anak nya , kematian Isna tersebut masih menjadi pertanyaan besar bagi warga desa bojong pinang, ada yang menduga bahwa Isna di makan oleh buaya , tapi sebagian warga tau bahwa Sungai Angke tak pernah dinaungi oleh binatang buas , ada juga yang percaya bahwa Isna mati karena ulah demit . tak ada yang tahu pasti kematian Isna , setelah berjam-jam pencarian warga di sungai angke , akhirnya para warga kembali menemukan potongan tubuh lain nya termaksud kepala Isna , warga memasukan potongan tubuh Isna ke dalam kain putih dan segera mengubur nya .


Malam pun tiba , ada seorang lelaki yang membuat geger para warga desa , dia berteriak-teriak sambil lari ketengah-tengah desa sambil memegangi kepala nya , warga yang saat itu tengah hening mengurung dirinya di dalam rumah seketika saja di buat heboh oleh lelaki tersebut "heyy!!!! kau kenapa berteriak-teriak seperti orang gila di malam hari seperti ini?" tanya salah satu warga, "tolong aku tolonggg....." teriak lelaki tersebut , ada dua warga yang menghampiri lelaki tersebut "ia kau kenapa ?" tanya salah satu warga tersebut "tolongg aku , aku di ludahi poconggggg" jawab lelaki tersebut , yang kepala nya mulai melepuh dan mengeluarkan bau busuk , akhir nya kedua warga tersebut membantu memapah lelaki itu ke dalam rumah nya , sebelum warga itu tiba di rumah nya, tiba-tibaa saja "Aaaaaauuurrrrgggghhhhhhhhhh haaaaaaaa" itu adalah Raungan pocong Marwi dari jauh , perlahan terbang memasuki desa , Marwi meludahi siapapun yang berada di luar rumah , ada dua orang warga lagi yang terkena air liur Marwi , mereka menjerit kepanasaann ,tak butuh waktu yang lama kepala warga yang terkena air liur Marwi itu mulai melepuh dan ambruk seketika, saat itu juga semua warga panik dan segera masuk ke dalam rumah ,tak ada lagi warga yang berani untuk menghampiri kedua lelaki itu , mereka semua takut terkena pula semburan air liur pocong Marwi .

__ADS_1


Kini Desa Bojong Pinang kembali di porak porandakan dengan kebangkitan Pocong Marwi .


__ADS_2