
Para lelaki dari Bar itu tertawa-tawa karena merasa puas berhasil menangkap Geni...
"Mati lah kau wanita jalang!!!" Teriak salah satu lelaki berambut keriting yang telah membawa batu besar yang ingin membunuh Geni , namun gethok di tubuh Geni seketika saja berteriak membuat angin besar di sekitar nya sehingga para lelaki yang mengerumuni Geni terpental seketika .
"Kau tak akan bisa membunuh nya , wanita ini sangat aneh... Dia ini sebenar nya manusia namun seperti nya dia telah di rasuki mahluk ghaib, aku khawatir kalau wanita ini di bunuh , nanti mahluk ghaib yang ada di tubuh nya malah meneror kita semua" ujar Bonti pada lelaki yang hendak membunuh Geni .
"Lalu kita apakan wanita ini?" tanya salah satu lelaki yang ada di kerumunan tersebut .
"Kita bawa saja wanita itu pada Ki Suri dia kan sakti, Ki Suri pasti bisa menangani mahluk ini" ujar Bonti .
Ki Suri adalah seorang lelaki tua yang di percaya oleh para penduduk di pasar Induk sebagai orang yang mempelajari ilmu hitam dan dianggap sakti, rumah nya berada cukup jauh dari pasar Induk. Semua orang akhir nya setuju dengan usul Bonti , karena masuk akal juga jika Geni di bunuh saat itu juga , pasti gethok di tubuh Geni akan mengamuk .
2 orang mencari bambu di sekitar untuk membawa Geni , bambu itu di ikat dengan jaring lalu 4 orang lelaki memanggul nya , Geni di bawa dengan posisi terbalik , dia di perlakukan seperti hewan hasil buruan . Rumah ki Suri yang berada di ujung jalan pasar Induk, dia memang sengaja memisahkan diri dari para penduduk nya, tapi selalu saja ada seseorang yang datang ke rumah ki Suri untuk urusan perghaiban , di rumah Ki Suri pun belum ada listrik yang di alirkan , karena pada saat itu listrik hanya ada di sekitaran pasar Induk saja.
__ADS_1
Setiba nya di depan rumah ki Suri , Geni di letakan begitu saja di atas tanah, untung nya kepala Marwi masih terbungkus rapih sehingga kepala pocong itu tak langsung menyentuh tanah, dan juga saat itu Geni sudah kembali normal , pengaruh gethok di tubuh nya sepertinya sudah menghilang, tubuh Geni sangat lemah dia bahkan tak mampu menggerakan badan nya sedikit pun .
Bonti pun berjalan dan mengetuk pintu rumah Ki Suri , tak lama kemudian keluar lah lelaki tua dari dalam rumah itu, umur nya sekitaran 55 tahun , fia mengenakan pakaian serba hitam dan blanko hitam, lalu Bonti mendekati Ki Suri dan berbicara memberitahu semua nya tentang Geni, Ki Suri hanya tersenyum tipis , dan berjalan dengan penuh wibawa mendekati Geni yang sedang terkapar tak berdaya, Ki Suri menatap wajah Geni yang pucat, lalu mengambil kris sakti yang ada di dalam jaring , Ki Suri meminta kepada para lelaki itu untuk membawa Geni masuk ke dalam kandang sapi yang berada di sebelah rumah nya , Ki Suri juga mengambil buntelan kepala pocong dari dalam jaring .
Geni di yang lemah itu di bopong oleh salah satu lelaki menuju kandang sapi , setiba nya di kandang sapi , Geni di perlakukan dengan sangat tidak manusiawi, kedua kaki nya di pasung lalu kedua tangan nya di ikat dengan menggunakan rantai. Ada 3 ekor sapi di dalam kandang tersebut, bau kotoran sapi itu mengurai menusuk hidung, Geni tidak bisa memberontak begitu juga dengan gethok yang ada di tubuh nya pun tidak bisa memberikan perlawanan karena tubuh Geni sangat kelelahan, kedua mata nya sendu, lalu Geni pingsan tak berdaya begitu saja.
Keesokan pagi nya , Geni siuman dia heran mengapa di hadapan nya ada seekor ayam yang telah mati , darah nya masih mengalir segar nampak nya ayam itu baru saja di sembelih . Tak lama kemudian , Ki Suri masuk ke dalam kandang sapi membawa sebuah kendi berisi air, perlahan dia berjalan mendekati Geni. Kini penampilan Geni sangat kumel , baju kebaya yang dia gunakan sudah sobek di bagian pundak , rambut nya acak-acakan dan tubuh nya sangat kotor .
"Dimana buntelan yang semalam ku bawa?!" Teriak Geni , dia sangat waspada saat buntelan nya tak lagi terlihat di hadapan nya .
"Nama ku Geni... Tolong berikan kembali buntelan itu pada ku" ucap Geni sambil memohon .
Namun Ki Suri diam saja kini dia berdiri membelakangi Geni .
__ADS_1
"Seminggu yang lalu aku bermimpi di datangi oleh seorang putri berdarah Ningrat, dan ternyata mimpi itu benar. Kau ternyata sudah ditakdirkan datang untuk datang ke rumah ku" ucap Ki Suri .
Geni sama sekali tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh lelaki tua di hadapan nya. Geni masih memohon untuk di lepaskan dan barang-barang nya di kembalikan , dia juga berjanji akan pergi dari daerah pasar Induk .
Lagi-lagi Ki Suri tidak menanggapi permohonan Geni , Ki Suri kini malah duduk di hadapan Geni sambil memegangi wajah nya .
"Geni... Aku tau ada mahluk ghaib di dalam tubuh mu , aku tidak takut, karena aku bisa mengendalikan nya" timpal Ki Suri .
Setelah itu tidak ada percakapan apalagi di antara mereka , Ki Suri pergi meninggalkan kandang , dan ia kunci pintu nya menggunakan gembok . Geni bisa mengintip ke luar kandang dari balik celah pintu kayu tersebut , dia melihat Ki Suri masuk ke dalam rumah nya .
Tak lama kemudian ki Suri keluar dari rumah nya sambil membawa sesuatu yang di bungkus menggunakan kain , lalu di letakan di sebuah dipan kayu seperti dipan milik pedagang. Geni terkejut saat lelaki itu membuka kain nya , ternyata itu adalah jasad seorang wanita, jasad wanita tersebut terlihat sangat kering hanya tersisa tulang dan kulit nya saja , jasad itu pun tidak menggunakan pakaian apapun, lalu Ki Suri mengolesi sesuatu pada seluruh tubuh jasad tersebut sambil menyanyikan sebuah tembang jawa , lalu jasad itu di biarkan di bawah terik matahari , seperti ikan asin yang sedang di jemur.
Lalu ki Suri pergi ke sebuah hutan membawa arit dan karung , mungkin dia ingin mencari rumput untuk pakan kambing dan sapi , setelah Ki Suri pergi tiba-tiba saja Geni melihat jasad wanita tersebut bangkit lalu menoleh pada Geni, jelas saja Geni langsung ketakutan, Geni mengalihkan pandangan nya , namun tak lama kemudian Geni kembali mengintip dari balik celah pintu nya , aneh nya jasad tersebut masih terbaring di atas dipan kayu , Geni menarik nafas panjang untuk menenangkan dirinya , mungkin saja tadi dia salah lihat, atau dia sedang berhalusinasi.
__ADS_1
Dengan kondisi lemah dan sangat lapar , Geni tak dapat memikirkan apa yang harus ia perbuat untuk bisa lolos dan mendapatkan kembali kris sakti milik ayah nya dan buntelan kepala pocong tersebut .