Teror Pocong Marwi

Teror Pocong Marwi
Eps.20 Mawar Di Jadikan Umpan


__ADS_3

Selesai pak Komar mencari sesuatu agar bisa di makan nya di malam hari , pak Komar segera pulang kerumah karena hari pun sudah mulai petang .


Malam pun tiba , saat itu... Tiba-tiba saja pak Komar dan Riki mendengar raungan pocong Marwi dari langit, seperti nya pocong itu berada tidak jauh dari rumah pak Komar , Riki yang mendengar suara pocong itu merasa kesal , dia sangat ingin segera melenyapkan pocong tersebut , namun lagi-lagi pak Komar meminta Riki untuk tetap tenang , buru-buru pak Komar menutup jendela dan mengunci pintu , dia sangat takut pocong tersebut menyerang secara tiba-tiba , karena kondisi Riki saat itu sangat tidak memungkin kan untuk bertarung .


Hari demi hari berlalu, kini pak Komar hanya bisa memberi Riki makan rebusan singkong , karena pocong tersebut telah memporak porandakan desa bojong pinang , membuat pak Komar tidak bisa menemukan apapun untuk di tanam kembali , persediaan beras pun sudah lama habis untung nya di samping rumah pak Komar ada lumayan banyak pohon singkong yang siap untuk di panen .


Beberapa hari kemudian ,Riki sembuh total, dia tak sabar ingin segera bertarung kembali dengan pocong Marwi , petang pun tiba , Riki segera menuju hutan gantarawang seorang diri , kini dia membawa golok milik pak Komar dan juga kris sakti , nanti nya Riki akan menancapkan kris itu pada tubuh Marwi , dan memenggal kepala nya menggunakan golok , setiba nya di hutan gantarawang , Riki berteriak-teriak memanggil nama Marwi dan nenek Liman sang penghianat , dia berjalan terus memasuki hutan , dan menghampiri gubuk nya dulu , Riki terus menunggu di depan gubuk nya ,berharap nenek tua atau pocong itu muncul , namun mereka berdua masih belum juga memunculkan wujud nya , hanya raungan-raungan pocong Marwi saja yang terdengar dari langit-langit yang gelap itu . Tak lama kemudian , saat ia masih menunggu pocong Marwi dan nenek Liman di depan gubuk nya , Riki malah mendengar suara bayi dari arah barat , Riki heran kenapa bisa ada suara bayi di tengah hutan seperti ini Riki menghampiri suara nya , namun belum lama Riki berjalan dia terhenti , dia berfikir mungkin suara bayi itu hanya jebakan demit untuk diri nya , dia kembali meneriakan nama Marwi dan nenek Liman untuk segera memunculkan wujud nya .


Sampai 5 hari Riki berjalan kesana kemari menyusuri hutan , nenek tua dan pocong sialan itu tak kunjung muncul , tiap malam dia hanya mendengar raungan nya saja tanpa melihat wujud nya , saat itu Riki berfikir apakah pocong tersebut mulai meneror istri nya , maka saat itu juga Riki berlari meninggalkan hutan gantarawang dan desa bojong pinang untuk kembali ke desa reban menemui istrinya dan juga bertanya pada Ki Burja , siapa tau Ki Burja tau cara lain untuk memburu Marwi .

__ADS_1


Sesampai nya di desa Reban , Riki langsung mengunjungi rumah Nyi Sarpah , Riki bernafas lega sangat melihat anak istri nya yang sedang berada di halaman rumah baik-baik saja, Riki langsung memeluk anak dan istri nya , dia juga menceritakan berbagai kejadian yang di alami nya , lalu Riki juga bercerita bahwa telah 5 hari ini dia mencari pocong Marwi di hutan gantarawang , namun pocong itu tak kunjung menampakan dirinya , Riki juga bercerita bahwa dia hanya bisa mendengar raungan nya saja , makan nya Riki berfikir kalau Mawar telah di teror nya lagi , tapi kini Riki bersyukur bahwa anak dan istri nya masih baik-baik saja .


"saat aku belum kembali, apa pocong itu sering mengganggu mu?" tanya Riki , Mawar hanya menggelengkan kepala , dia menjelaskan bahwa menjelang malam Nyi Sarpah selalu melakukan ritual , untuk menjaga rumah ini dari gangguan demit


"Mawar... kita tidak bisa terus begini , aku harus memusnah kan pocong itu , dan hanya ada satu cara untuk memusnahkan pocong tersebut , kepala Marwi harus di penggal , dan jangan sampai menyentuh tanah, kalau tidak ,tubuh pocong tersebut akan kembali utuh , karena dia memiliki ilmu pancasona , apapun yang kita lakukan kalau kita tidak memisahkan kepalanya pocong itu tidak bisa musnah" kata Riki pada Mawar .


Nyi Sarpah yang saat itu sedang duduk di dekat Riki dan Mawar pun turut berbicara "*ya... itu memang benar , tubuh yang di warisi ajian pancasona tidak akan pernah bisa mati saat kepala dan tubuh nya masih bersatu , dan juga memang benar walaupun sudah di penggal , kalau kepala itu menyentuh tanah , dia akan segera pulih dan mencari tubuh nya kembal*i , nyai pernah mendengar legenda itu dulu" jelas Nyi Sarpah , Riki hanya terdiam , dan Mawar pun seperti mengerti tentang kekuatan yang pocong itu miliki .


"Baiklah Mawar , ide mu tidak buruk namun aku sangat menghawatirkan mu sayang..." ucap Riki .

__ADS_1


"Aku percaya sama mas Riki , pasti akan dengan sigap melindungi ku kan? aku pasti baik-baik saja mas" Kata Mawar sambil tersenyum memandang wajah suami nya .


"Baiklah baiklah istri ku , kita akan coba rencana mu" jawab Riki sambil mengelus-elus rambut istri nya itu .


Saat tiba di hutan gantarawang nanti , Riki harus lebih berhati-hati lagi , karena kini, nyawa Mawar lah yang menjadi taruhan nya .


Ke esokan harinya Riki dan Mawar pergi ke desa Bojong Pinang , Dahlia anak mereka di titipkan pada Nyi Sarpah si dukun beranak tersebut , namun sebelum mereka pergi , Nyi Sarpah memberi Riki sebuah pucuk daun kelapa kering, katanya daun itu sangat ampuh untuk mengusir demit yang akan membahayakan nyawa Mawar nanti , Riki pun berterimakasih dan menerima nya , namun saat nanti Mawar akan menjadi umpan nya , Riki yang akan memegang pucuk daun kelapa tersebut dan di masukan nya terlebih dahulu di tas karung goni yang biasa dia bawa , biar pocong Marwi itu mau menampakan dulu wujud nya , Delman yang Riki pesan nampak nya sudah datang , mereka berdua pun berpamitan pada Nyi Sarpah dan anak nya dan segera menaiki delman tersebut , setelah sekitar 2 jam di lalui nya tibalah mereka di depan gapura desa Bojong Pinang , Mawar dan Riki segera turun dari delman , sengaja Riki tidak terlalu membawa delman itu masuk ke dalam desa karena memang terlalu berbahaya , akhir nya delman itu kembali ke desa Reban .


Mawar sangat terheran-heran saat melihat kondisi desa bojong pinang , desa tersebut nampak seperti desa mati , karena para warga telah meninggalkan rumah nya karena teror pocong Marwi itu , ditambah... kabut tebal yang menyelimuti desa tersebut menambah kesan keangkeran dari balim kabut . Riki menuntun istri nya itu jalan perlahan masuk ke dalam desa , Mawar memperhatikan tiap-tiap rumah yang kosong , dia sangat tidak menyangka , desa bojong pinang yang dulu nya sangat ramai kini sudah menjadi desa mati yang ditinggal para penduduk nya .

__ADS_1


Mereka terus berjalan sampai tiba lah di pagar perbatasan antara desa bojong pinang dengan hutan gantarawang ,Riki mengambil golok yang ia bawa dari dalam tas , dan menebang beberapa batang bambu nya seperti sedang membuat sebuah lubang , mereka pun berhasil melewati pagar pembatas itu tanpa perlu memanjat nya .


Hari sudah mulai gelap , Riki juga sudah mempersiapkan obor , dia mengambil obor dari dalam tas nya dan segera menyalakan nya , mereka terus berjalan memasuki hutan , mulai lah terdengar suara raungan-raungan Marwi dari kejauhan . "seperti nya itu dia suara pocong itu mas , kita sudah tidak jauh lagi , sebaik nya kau bersembunyi di semak-semak mas aku akan berdiri disini saja untuk memancing pocong itu keluar" kata Mawar , Riki mendongak kelangit , dan memang benar suara raungan itu masih jelas terdengar , memang benar itu adalah suara pocong Marwi yang sudah tak asing lagi bagi Riki , Riki mencium kening istri nya dan segera bersembunyi di balik semak-semak obor pun di matikan , hanya ada penerangan dari cahaya bulan saja lah yang menerangi mereka , di balik semak-semak itu Riki juga sudah sangat siap dan sigap , tangan kanan nya sudah mengepal tangan nya untuk memegangi Marwi , dan golok di tangan sebelah kiri nya untuk langsung menebas leher Marwi , dan di saku baju nya sudah ada kris sakti yang siap menghujam tubuh Marwi


__ADS_2