Teror Pocong Marwi

Teror Pocong Marwi
Eps.07 Pemberontak


__ADS_3

Tak lama terdengar lah suara teriakan Raka dari dalam kamar "deeeeekkkkk......tolongggggggg aaaahhhhhhhhhhh" Raka terus menjerit-jerit , namun Riki tidak menghiraukan suara itu ia masih berada di depan pintu kamar sambil berkomat kamit membaca mantra , tak lama kemudian suara Raka pun berhenti, darah mengalir keluar dari celah kamar nya, kemudian Riki bangkit dan masuk kedalam kamar dan melihat pocong Marwi sedang mencabik-cabik dan memakan tubuh kakak nya itu . Riki menutup kembali pintu tersebut, sambil tersenyum tipis aku tidak perlu repot-repot mencarimu kak , kau yang datang sendiri kehadapanku karena melihat adik mu sekarang sudah kaya raya , rasakan akibatnya oleh apa yang kau perbuat padaku di masalalu kak ujar Riki didalam hati merasa puas . Riki kembali ke kasur nya dan berbaring berusaha istirahat dan memejamkan matanya . Dia harus tidur karena besok masih banyak pasien yang ingin berobat padanya .


Tahun 1948 terjadi pemberontakan di Indonesia , pemberontakan itu di pimpin oleh Sekar Maji Marijan Kartosudibjo ambisi nya adalah mendirikan negara Islam Indonesia atau di singkat NII dan pada tahun yang sama ia juga mendirikan tentara islam indonesia yang bertujuan untuk melawan pemerintah pusat .

__ADS_1


Kemudian di tahun berikut pimpinan Sekar Maji mengatakan memproklamasikan berdirinya negara islam Indonesia ,yang mengklaim bahwa seluruh wilayah Indonesia adalah wilayah kekuasaannya NII . Upaya pendirian NII itu kini tercium oleh pemerintah pusat, seluruh militer di indonesia kini telah di kerahkan untuk mengusir pemberontakan tersebut , Tentara NII yang terdesak kini mundur dan bersembunyi, bergeliriya menyusuri pedalaman, hutan, dan desa-desa terpencil . Hal itu membuat sebagian tentara NII masuk ke desa Bojong Pinang dan meresahkan para penduduk desanya .


Para Simpatisan Sekar Maji kini semakin banyak, bahkan di dominasi oleh jawara yang bengis , mereka bergeliriya ke dalam desa-desa terpencil , dan membunuh setiap orang yang tidak mengakui NII dan Pro pemerintahan . Desa Bojong Pinang menjadi salah satu yang mereka kunjungi, setiba nya gerombolan NII di desa tersebut, Para warga teriak ketakutan dan bersembunyi di dalam rumah nya masing-masing , gerombolan pemberontak tersebut di pimpin oleh seorang yang bernama Akew , gerombolan tersebut langsung menuju rumah warga desa yang di duga adalah penghulu desa Bojong Pinang tersebut, Akew mendobrak pintu rumah penghulu tersebut, penghulu itu memang di duga adalah Pro Pemerintah, Akew menyeret tubuh penghulu tersebut rambut nya di jambak, ia memperlakukan penghulu tersebut seperti anjing kusta yang sangat hina . Penghulu tersebut di bawa ketengah tengah desa , anak buat akew di minta untuk membawa meja dari rumah penghulu tersebut , lalu penghulu tersebut di naikan ke atas meja oleh Akew , dan di pukuli menggunakan bambu sampai babak belur "kau itu pro pemerintah kan!!! rasakan ini" bentak Akew sambil terus memukuli tubuh si penghulu itu , tak lama kemudian penghulu tersebut ambruk dan jatuh dari atas meja, lalu segera anak buah akew menaikannya lagi ke atas meja , tubuh penghulu tersebut sudah sangat babak belur dan darah keluar dari bekas pukulan yang di hantam kan Akew ketubuh si penghulu tersebut "kau mau selamatkan?" kata Akew , ia berdiri di hadapan si penghulu, dan si penghulu berada di belakang Akew sambil sujud "iya tuan... ampuni saya" pinta penghulu tersebut , suaranya sudah tidak jelas karena mulut nya yang terkena pukulan dari Akew itu membengkak "kalau kau masih ingin hidup, coba kau teriakan HIDUP NEGARA ISLAM INDONESIA" pinta Akew sambil wajahnya mendongak ke atas langit . penghulu itu hanya diam , dia memang tidak mau mengakui berdirinya NII . Perlahan si penghulu kemudian ia mengepal kan tangan nya dan berteriak "HIDUP NEGARA INDONESIA" teriak si penghulu dengan suara lantang dan keras . Dia memang teguh pendirian dan tidak mau mengakui NII walaupun nyawa nya kini di ambang kematian , tentu saja mendengar itu membuat Akew naik pitam dan sangat marah, ia mencabut golok yang ada di serangkah nya dan langsung menebaskan golok itu ke leher sang penghulu, golok itu sangat tebal maka dengan sekali tebasan saja, membuat leher sang penghulu putus dan tewas seketika, kepalanya menggelinding jatuh dari atas meja, darah keluar sangat banyak dan sampai mengenai wajah Akew, si Akew ini memang sudah gelap hati, dia tidak merasa jijik dengan darah yang muncrat ke wajahnya itu , Akew malah menjilat percikan darah yang ada di sekeliling mulut nya itu , warga yang melihat dari celah-celah rumahnya merasa takut melihat seorang manusia di penggal seperti ayam tak ada satu orang pun dari warga desa yang berani keluar rumah , jumlah gerombolan itu sangat banyak, sehingga tidak ada satu orang pun yang berani memberikan perlawanan. "SEMUA WARGA SEKARANG DI MINTA UNTUK KELUAR RUMAH DAN KUMPUL DISINI SEKARANG JUGA !!!" teriak Akew, golok yang di penuhi darah pun masih di pegang Akew , tidak ada seorang warga pun yamv mendengarkan perintah Akew, semua orang tetap bertahan dan bersembunyi di rumah nya masing-masing sekali lagi Akew berteriak "KALAU KALIAN TIDAK KELUAR DAN BERKUMPUL DISINI SEKARANG JUGA AKAN KU BAKAR RUMAH KALIAN SATU PERSATU" . seketika saja seluruh warga keluar dari rumahnya dengan raut wajah ketakutan mereka menundukan pandangannya , sambil sesekali melirik pandangan nya kepada Akew yang masih memegang golok berdarah itu .

__ADS_1


Warga desa seluruhnya di kumpulkan dan disuruh duduk di atas tanah . "ini namanya kampung apa?" teriak Akew "kampung babakan tuan.." jawab salah seorang warga "kalau desa nya desa apa?" tanya Akew "Desa bojong Pinang tuan..." jawab lagi salah satu warga "berapa kampung di desa ini?" tanya lagi Akew "cuman 3 tuan..." jawab lelaki itu . "Kalian semua sekarang di tugaskan untuk memanggil seluruh warga kampung desa yang ada dan kumpulkan kesini" Perintah Akew kepada anak buah nya dengan mangacungkan golok yang masih di pegang di tangannya . Anak buah nya itu pun mulai berjalan, dan menyebar keseluruh perkampungan yang ada di Desa Bojong Pinang , satu persatu kampung berhasil di telusuri , dan anak buah Akew berhasil mengumpulkan seluruh warga , di antara salah satu warga tersebut ada seorang Ketua kampung yang memberikan perlawanan dia bernama Bojes , dia marah-marah , sambil memaki maki para gerombolan , dia di pukuli sampai babak belur, lalu di seret di bawa ke hadapan Akew, Bojes di naikan di atas meja bekas eksekusi sang penghulu , dia di pinta untuk berlutut di hadapannya Akew , bukan nya takut Bojes malah tertawa terbahak-bahak "kalian semua.... telah memasuki desa yang salah, ini adalah desa Pocong, kalian semua akan mati!!!" kata Bojes .


Sekarang seluruh warga di paksa untuk bersaksi dan mengakui bahwa NII adalah negara mereka, kini tak ada lagi warga yang berani menolak perintah Akew , mereka harus menuruti bahwa NII adalah negara baru di Nusantara ini , setelah selesai berbicara , Akew menyuruh para warga untuk aktifitas seperti biasanya, yang penting bagi Akew adalah pengakuan seluruh warga desa ini bahwa NII adalah negara baru mereka, selama tinggal di desa Bojong Pinang juga Akew meminta di bawakan makanan setiap hari bahkan para gerombolan itu pun meminta paksa ternak termak mereka , tak ada satu warga pun yang berani melawan , mereka menuruti apa perintah Akew dan bahkan setiap hari warga dengan susah payah menyediakan Akew dan anak buah nya makanan yang enak enak, setiap malam tiba para gerombolan tersebut bermukim di tiap-tiap rumah warga , sebagian dari mereka ada yang berjaga di tiap sudut desa untuk memastikan bahwa tidak akan ada militer pemerintahan yang tahu keberadaan mereka di desa Bojong Pinang .

__ADS_1


Pada suatu malam , salah satu gerombolan yang berjaga di sisi hutan gantarawang melihat ada cahaya obor di tengah hutan, dia mengajak salah satu teman nya untuk mengecek siapa yang tengah malam ini ada di tengah hutan, mereka takut ada salah satu warga yang kabur , dan melaporkan nya ke pemerintahan . Mereka berdua masuk ke dalam hutan membawa senjata api dan obor , mereka selalu waspada ,takut nya itu adalah seorang musuh . mereka berdua mengikuti cahaya obor itu sambil terus waspada , mereka berjalan ke arah timur . Aneh nya cahaya itu kalau mereka berhenti, cahaya itu pun berhenti , dan kalau mereka berdua berjalan, cahaya itu pun terus berjalan seolah-olah menjauh dari mereka berdua. Hal itu membuat 2 orang gerombolan itu semakin penasaran saja , dan di tengah perjalanan, mereka berdua mendengar suara lirih seorang lelaki "GGEEETTIIIHHHH....." begitu suaranya , kedua gerombolan berhenti , mereka saling tatap "kau dengar tidak suara apa itu?" temannya hanya mengangguk , dan meminta nya untuk kembali lagi ke desa . Kalau dalam bahasa Sunda dan Jawa Getih itu artinya adalah Darah, suara itu bersumbar dari arah kanan mereka, setelah itu mereka melirik ke kanan dan melihay ada gubuk di tengah hutan, gubuk itu berukuran cukup besar , itu adalah gubuk nya Riki , kedua gerombolan tersebut mendekati gubuk tersebut , tapi mereka tidak langsung menerobos nya masuk, mereka mengintai dari belakang gubuk dan mengintip dari celah celah bilik , dan dari celah bilik itulah , mereka berdua melihat kejadian yang sangat mengerikan, kebetulan yang mereka intip itu adalah kamar nya Marwi ,suasana kamar itu begitu remang , hanya ada lampu canting di dinding yang menjadi penerang kamar . Di dalam kamar itu , tampak lah Riki yang sedang melakukan ritual , dia berpakaian layak nya bangsawan jawa , dan dia mengenakan arloji yang terlihat mahal di pergelangan tangan nya , Riki juga menggunakan blankon bercorak batik , ia sedang berduduk sila , kedua matanya terpejam bibirnya bergetar komat kamit membacakan mantra , tepat di hadapan Riki ada semangkuk yang berisikan darah, entah darah apa yang jelas darah itu masih terlihat sangat segar. Selang beberapa saat, Riki berdiri dan membawakan mangkuk yang berisi darah itu ke hadapan nya Marwi, yang saat itu sedang duduk bersandar pada dinding bilik , Kedua gerombolan itu tampak terkejut melihat sosok Marwi yang wajah nya begitu pucat, matanya melotot . namun tidak rusak, ilmu pancasona yang di miliki Marwi membuat tubuh nya tidak bisa membusuk , mulut pocong Marwi itu masih bergumam lirih mengatakan "GETTIIIHHHH" lalu Riki menuangkan sedikit demi sedikit darah yang ada di mangkuk ke kepala Marwi seketika saja ,pocong Marwi bergetar , kedua matanya meletot, dan bola matanya hitam semua . Marwi meraunggggg suaranya menggema sampai ke langit membuay sekitar nya ikut bergetar seperti sedang gempa bumi .. "ayoo... kita pergi dari sini, melapor kepana Akew bahwa pocong itu benar-benar ada" pinta salah satu dari gerombolan terserbut . Tapi pada saat mereka ingin memutar balikan badannya entah kenapa kaki mereka seperti terpaku di tanah mereka tidak bisa membalikan badan nya atau pergi melangkah mereka hanya mematung tidak bisa bergerak sama sekali, kedua gerombolan tersebut kini panik, mereka mengintip kembali psda celah bilik tersebut, namun Riki dan pocong Marwi yang di lihat nya tadi menghilang entah kemana, kamar itu kosong seperti tidak berpenghuni . Saat mereka berdua sedang berusaha menggerakan tubuhnya , tiba-tiba saja ada yang meludahi kepala mereka dari atas , air liur itu sangat berbau busuk bahkan kedua gerombolan tersebut sempat muntah mencium bau busuk tersebut , dan ketika mereka melihat ke langit , ada sesosok pocong yang tadi mereka lihat di balik celah bilik itu , jelas saja penampakan itu membuat mereka ketakutan setengah mati , mereka ingin lari tapi kaki nya masih belum bisa di gerakan , mereka langsung mengambil senjata api yang mereka bawa , Pocong Marwi itu di tembak berkali-kali namun tidak mempan , bahkan peluru itu seperti menembus awan begitu saja ketika mengenai pocong Marwi tersebut , tak selang lama kepala mereka kini terasa panas, mereka berteriak sambil memegangi kepala mereka yang seperti sedang terbakar , lalu Riki keluar dari gubuk nya tersebut dan langsung menebas leher kedua gerombolan tersebut , Riki juga menadahi darah yang keluar dari kepalanya tersebut ke dalam sebuah ember . "ini cukup empat hari makan mu Marwi" gumam Riki sambil tertawa .


Keesokan harinya , badan kedua gerombolan itu ada di tengah tengah desa tentu saja bersama kepalanya yang sudah terputus , namun kepalanya membusuk dan rambut mereka rontok seperti botak . Melihat anak buah mereka mati secara mengerikan , Akew pun ngamuk sejadi-jadi nya , Akew menyuruh anak buah nya untuk mengumpulkan seluruh warga desa dan mencari tahu siapa pelaku pembunuhan ini, jelas saja warga tidak mau ada yang mengaku . Dan memang pelaku nya bukan warga desa Bojong Pinang

__ADS_1


__ADS_2