Teror Pocong Marwi

Teror Pocong Marwi
Eps.23 Menjaga Kepala Pocong


__ADS_3

Malam semakin larut ... Geni yang sangat kelelahan itu merasa lapar , dia mengambil sebuah ubi rebus yang telah ia buat lalu memakan nya dia akan tidur di kamar ayah nya, namun sebelum dia beranjak ke kamar ayah nya , Geni berjalan menuju dapur untuk memeriksa makam ayah nya terlebih dahulu , untuk memastikan makam ayah nya aman , setelah itu Geni beranjak ke kamar ayah nya , dan tertidur dengan sangat pulas .


Pagi pun tiba , Geni dibangun kan oleh ayam berkokok dari sebelah rumah nya , Geni mengucek kedua matanya , perlahan dia berjalan menuju dapur untuk meminum segelas air putih, setelah itu , Geni berjalan mendekati pintu dapur . Dan saat itu dia sangat terkejut melihat makam ayah nya yang sudah terbongkar , entah siapa yang melakukan nya , kuburan itu kini kosong melompong , jasad Riki hilang begitu saja , pelaku itu beraksi pasti saat Geni sedang tertidur pulas .


Segera ia berlari menuju kamar ayah nya dan melihat ke dalam batu besar di pojok kamar ayah nya , dia segera membuka papan kayu penutup batu tersebut yang semalam ia buat , Geni bernafas lega karena kepala pocong tersebut masih ada di dalam batu tersebut , segera Geni mengambil sebuah kain , untuk membungkus kepala pocong tersebut , dengan hati-hati Geni mengambil kepala pocong itu dengan sangat hati-hati , saat kepala itu berhasil di angkat , sebenar nya Geni begidik ngeri melihat wajah pocong tersebut yang nampak sangat pucat , namun dia harus kuat menepati amanat ayah nya , segera Geni membungkus kepala pocong tersebut dengan berlapis-lapis kain .


Geni harus beranjak pergi dari rumah nya , dia sadar bahwa sudah ada yang mengintai nya , dan tentu nya itu sangat tidak aman untuk menyembunyikan kepala pocong Marwi .


Baru saja Geni hendak pergi dari rumah nya , terdengar lah suara seseorang yang mengetuk pintu depan rumah nya, Geni berjalan sangat perlahan ke depan pintu dan mengintip dari celah pintu nya , dan nampak lah seorang lelaki di depan rumah nya sambil menenteng golok, buru-buru Geni lari ke belakang rumah nya , kebetulan dia memiliki delman peninggalan ayah nya , dan dia juga mahir mengemudikan delman , karena dulu Geni selalu meminta ayah nya mengajari nya mengendarai delman sewaktu ia berjalan-jalan menyusuri tiap-tiap desa bersama ayah nya .


Buru-buru Geni naik ke atas delman nya , dan segera ia memecut kuda nya tersebut , lalu kuda tersebut lari dengan sangat cepat meninggalkan desa Reban, kepala pocong Marwi dia letakan di samping nya , dia harus benar-benar menjaga kepala tersebut agar tidak di curi oleh siapapun .

__ADS_1


Ternyata pemuda yang tadi berada di depan rumah nya , sudah mengetahui kepergian Geni karena dia telah mendobrak pintu rumah tersebut namun tak ada seseorang pun disana , terlihat jauh dari delman yang di tumpangi oleh Geni , Sakti memecut kuda nya dengan sangat keras , sehinggga kuda nya berlari dengan cepat mengejar Geni , dia lah yang telah mencuri jasad Riki , Sakti juga harus mencuri kepala pocong Marwi , agar pocong itu bisa di bangkitkan kembali . Kata nenek Liman, pocong itu bisa membuat Sakti kaya dan berkharisma .


Geni mendengar suara kuda dari kejauhan , dia sadar pasti ada seseorang yang mengejar nya, dia menoleh pada kursi penumpang delman nya , disana ada satu buah tandan pisang yang masih mentah, beberapa hari yang lalu Geni memang sempat menebas pisang di kebun nya , karena pisang itu belum matang , Geni manaruh nya di kursi delman penumpang .


Sambil menahan tali kuda dengan kaki nya , Geni mengambil tandan pisang itu ke belakang kursi penumpang , tandan pisang itu di taro di depan dan di bungkus menggunakan selendang , supaya menyerupai manusia , kemudian Geni memberhentikan delman nya , dan dia turun dari situ , lalu geni mencambuk kembali kuda delman tersebut, seketika saja kuda berlari dengan sangat cepat , lalu Geni berlari masuk ke dalam hutan belantara , dia berlari sekencang mungkin untuk menjauh dari jalanan .


Tak berapa lama , Sakti melintasi hutan tersebut , karena delman milik Geni itu tak berkusir , laju kuda tersebut begitu lamban , di belakang nya sudah ada Sakti dan kuda nya yang semakin mendekati delman milik Geni , Sakti yang sudah melihat delman milik Geni, dia semakin keras memecut kuda nya , kuda nya kini telah berhasil berada di sebelah sisi nya delman tersebut, Sakti melirik ke arah delman itu , dan dia kaget bahwa yang ada di kursi depan pengemudi delman itu hanyalah sebuah tandan pisang , lalu Sakti memberhentikan laju kuda nya dan berteriak "*B*ngsattt*!!!" karena dia telah berhasil di kelabui oleh Geni .


Setelah berlarian selama beberapa menit , Geni kelelahan , dia melihat ada sebuah saung di tengaj hutan tersebut , Geni memutuskan untuk berhenti dan beristirahat sejenak , Geni berjalan perlahan sambil tetap waspada mendekati saung tersebut , ada sebuah kampek yang menggantung pada dinding saung tersebut, kampek adalah sebuah taas yang terbuat dari anyaman yang biasa di bawa seseorang untuk pergi ke sawah atau ke kebun , Geni mengambil kampek itu, Geni menemukan sebotol air minum dan 5 potong roti , pasti ada seseorang di hutan ini , bisa saja ada seseorang yang membuat lahan perkebunan di hutan ini .


Geni menoleh ke segala arah , dan dengan cepat dia mengambil isi dari dalam kampek dan memasukan nya ke dalam tas yang ia bawa lalu dia berlarian lagi masuk ke dalam hutan , setelah di rasa sudah cukup jauh dari saung , Geni berhenti di sebuah pohon yang sangat besar , dia duduk beristirahat di bawah pohon itu karena sudah sangat kelelahan, dia meminum air hasil curian dan beberapa potong roti , sesekali dia menoleh ke belakang pohon untuk memastikan bahwa tidak ada satu orang pun yang mengikuti nya .

__ADS_1


Di ujung pandangan nya , Geni melihat ada sebuah gua , gadis itu tersenyum lega , dia akan menjadikan gua itu sebagai tempat bermalam nya nanti dan juga persembunyian nya , sebisa mungkin Geni akan menjaga kepala pocong Marwi , karena selama pocong itu masih Geni jaga , maka pocong itu tidak akan bisa bangkit . Setelah Geni selesai mengembalikan tenaga nya sedikit , Genk berjalan menuju gua , setiba dia dia di mulut gua , dengan sangat hati-hati , Geni masuk ke dalam gua , lalu geni meletakan kepala pocong tersebut di atas sebuah batu lalu Geni beristirahat disana , ternyata gua tersebut cukup nyaman , permukaan tanah nya yang datar , dan juga tidak ada tumbuhan liar di dalam nya, Geni senang karena untuk sementara dia dapat bersembunyi di dalam gua ini .


Hari pun mulai gelap, Geni pun meringkuk sendirian di dalam gua , tak ada cahaya apapun yang menerangi nya . Geni benar-benar gelap-gelapan, di dalam keheningan nya , Geni menangis karena dia teringat akan ibu dan ayah nya , dia tidak menyangka bahwa kehidupan nya akan berubah total menjadi seperti ini , sejujur Geni sangat takut , namun tak ada pilihan lain karena dia telah berjanji akan melakukan amanah dari mendiang ayah nya agar pocong tersebut tidak bangkit kembali .


Saat Geni sedang menangis sendirian , tiba-tiba saja ada yang melempari nya dengan batu krikil, Geni pun kaget , dia langsung duduk sambil mengusap air mata nya , Geni segera mengambil kris dari dalam tas nya, dia mengacungkan kris itu ke berbagai arah , saat itu Geni tidak dapat melihat apapun dari dalam gua , dia hanya dapat melihat sebuah pohon dari depan gua yang tersorot sinar bulan , Geni bangun , dan dia berjalan perlahan keluar gua , aneh nya tidak ada siapapun di luar gua .


Tiba-tiba saja ada suara yang menyapa Geni , itu seperti suara anak perempuan , jelas saja Geni kaget , dia menoleh ke segela arah mencari sumber suara tersebut , saat Geni sedang mencari suara tersebut ke luar hutan , tiba-tiba terdengar lagi suara nya , itu berasal dari atas gua , anak kecil itu bergantung terbalik seperti kelelawar yang menempel pada dinding gua ,Geni melirik kebelakang badan nya , anak kecil tersebut tersenyum mengerikan pada Geni , mata nya sangat hitam , dia juga menggunakan gaun berwarna putih "Haii Geni..." .


Geni tidak menjawab , dia malah terjungkal kebelakang dan terkejut sambil berteriak ketakutan , kris nya terjatuh , dengan panik dia meraba-raba mencari kris itu , namun kris itu jatuh entah kemana , karena pada saat itu memang masih gelap , sosok anak kecil berkisar berumur 6 tahunan dan dia masih menggelantung seperti kelelawar sambil tersenyum mengerikan .


Geni berdiri dan masuk ke dalam gua untuk mengambil kepala pocong Marwi , perlahan sesosok anak kecil itu pun turun , dan kaki nya menapak ke tanah dia tidak menggunakan sendal atau apapun , berjalan perlahan menghampiri Geni , entah dari mana datang nya mahluk perempuan tersebut , bisa jadi dia adalah mahluk halus penghuni gua tersebut , Geni saat itu masih memeluk kepala pocong tersebut bergetar ngeri saat mahluk kecil itu menghampiri nya "jangan takut.... aku senang kau disini" kata mahluk kecil tersebut , semakin mahluk itu mendekati Geni , Geni semakin tidak kuat berhadapan dengan mahluk mengerikan hingga akhirnya Geni pingsan tak sadar kan diri .

__ADS_1


Pagi pun tiba , akhir nya Geni pun siuman , dia melihat dì hadapan nya itu terdapat buah-buahan , itu pasti dari mahluk kecil semalam , kalau siang dia tidak akan menunjukan wujud nya karena dia adalah seorang demit , walaupun berwujud mengerikan , namun nampak nya , mahluk itu senang dengan kehadiran Geni , tanpa fikir panjang lagi, karena dia pun sudah merasa sangat lapar , dia memakan buah-buahan itu , setelah selesai dia melihat berkilauan di depan bibir gua , itu adalah kris nya yang terjatuh semalam .


__ADS_2