
Lagi dan lagi, keberuntungan terus memihak pada pocong Marwi, berkali-kali tubuh nya telah di hancurkan dengan ajian brajamusti milik Riki tak butuh waktu tubuh nya akan kembali utuh berkat ilmu pancasona yang telah di warisi secara turun temurun dari nenek moyang Marwi.
Dari bawah rumah Ki Suri, nampak lah Marwi yang telah kembali utuh, dia meraung raung merintih kata "GETIIHHH" seperti telah bersiap untuk menyerang kembali Riki.
Walaupun Riki menguasai ajian brajamusti namun tubuh nya tidak menjadi kebal, dia berusaha bangkit sambil memegangi bahu nya yang terluka cukup parah.
"GETIH...." Suara lirih Marwi.
Tanpa memikirkan luka nya, Riki langsung meloncat dari kamar Ki Suri menghampiri pocong itu, lengan nya masih berapi-api, Riki bersiap untuk meninju kembali pocong Marwi dengan ajian brajamusti, belum sempat Riki melontarkan tinjuan pada pocong Marwi, pocong itu terlebih dulu memberi serangan dengan membenturkan kepala nya pada kepala Riki , hingga membuat Riki terpental jauh sampai menabrak kandang ayam yang berada di belakang rumah, membuat kandang itu hancur .
Riki meringis kesakitan, darah keluar dari hidung dan mulut nya, api brajamusti pun mulai meredup, ajian brajamusti yang dulu di kuasai Riki hingga membuat pocong Marwi dulu hancur berkali-kali nampak nya mulai melemah karena umur Riki yang sudah tua dan tidak memiliki cukup energi seperi masih muda dulu.
Riki membuka baju nya dan sial nya potongan kayu kandang itu menusuk perut Riki, kini Riki terkapar tak berdaya, dia hanya tak mampu lagi memberikan serangan balik bahkan untuk bangkit pun tubuh nya sudah tidak sanggup lagi, Riki melihat langit malam yang gelap, lelaki itu hanya tinggal menunggu ajal nya saja.
Dengan sekejap pocong Marwi kini telah berdiri di samping Riki, mulut nya mulai menganga, air liur pun menetes ke permukaan tanah nampak nya Marwi akan segera menggigit menghisap darah Riki.
"GETIH...." mulut nya mulai terbuka perlahan mendekati leher Riki.
"BLAAGGGGG"
__ADS_1
Tiba-tiba saja ada yang memukul pocong itu dengan sebuah balok kayu, itu adalah Geni.
Ternyata diam-diam Geni nekat mengikuti ayah nya secara diam-diam karena ia sangat khawatir dengan ayah nya, Geni pun tak mau berdiam diri di rumah menunggu ayah nya karena dia tak ingin kehilangan ayah nya untuk yang kedua kali nya.
Pocong Marwi langsung membalikan badan nya, mata nya melotot dia nampak murka sekali.
"GETIH..... GETIH...." Kini suara lirih nya itu sangat menggema seperti raksasa.
Geni mundur beberapa langkah, tubuh nya bergetar dia mulai ketakutan, pocong Marwi perlahan mendekati Geni, kini Geni adalah mangsa yang paling empuk di hadapan nya karena dia adalah gadis yang mempunyai keturunan darah Ningrat sehingga ketika pocong Marwi dapat menghabisi Geni, kekuatan nya akan bertambah hebat.
Pocong itu semakin mendekat dengan mulut nya yang menganga terus mengeluarkan air liur, Riki masih terbaring tak mampu melakukan apa-apa tak terasa Riki pun menitikkan air mata nya melihat nyawa putri nya dalam bahaya namun dia tak mampu melakukan apa-apa.
Saat pocong Marwi sudah berada tepat di hadapan Geni, tiba-tiba saja muncul Gethok yang berada di tengah-tengah antara mereka, ternyata mahluk halus itu tak pernah pergi meninggalkan Geni, karena takut dengan Riki ayah nya gethok selama ini hanya melihat Geni dari kejauhan.
Walaupun tubuh Gethok kecil, namun dengan berani gethok menghadang pocong Marwi, dia tidak akan membiarkan pocong itu melukai Geni, gethok melayang-layang di atas Marwi dengan lincah, karena kekuatan gethok juga cukup kuat dengan sekejap gethok mengigit bahu Marwi membuat nya bergelantungan pada bahu Marwi seperti anak monyet.
Beberapa saat kemudian, Ki Suri telah sadar dia meraih kris sakti itu berjalan perlahan dengan sempoyongan, posisi Geni saat itu membelakangi pintu dapur rumah Ki Suri.
Saat tiba di dapur Ki Suri melihat Geni yang lengah akibat menyaksikan perkelahian gethok dan pocong, tanpa ancang-ancang lagi, Ki Suri berlari dan menghujamkan kris itu dari belakang mengenai punggung Geni sebanyak dua kali hingga tembus ke depan seketika saja tubuh Geni ambruk, dia berteriak kesakitan lalu tak sadarkan diri.
__ADS_1
Riki yang melihat putri nya di serang dari belakang oleh lelaki tua itu lalu tak mendengar lagi suara putri nya saat ia panggil-panggil menjadi Murka, dengan sisa tenaga yang ada, Riki pun bangkit dan mencabut kayu yang tertancap di perut nya, lengan nya kembali berapi-api mengeluarkan ajian brajamusti bahkan kedua mata nya kini merah menyala .
Riki berlari dan meloncat hingga berada tepat di hadapan Ki Suri, lelaki tua itu menyangka bahwa Riki telah tewas terbunuh dia sangat terkejut saat Riki kembali bangkit dengan ajian brajamusti nya, Ki Suri mematung tak bergerak sedikit pun tubuh nya gemetaran, dia berteriak meminta pocong Marwi untuk membantu nya, namun pocong itu masih di sibukan menghadapi gethok.
Tanpa lama-lama lagi, Riki menenteng tubuh lelaki tua itu dengan sedikit mengapung ke atas, hanya dengan satu pukulan brajamusti milik Riki, bagian perut tubuh lelaki tua itu hancur membuat jeroan nya berceceran, Ki Suri pun tewas seketika mata nya melotot dengan lidah yang menjulur., dengan rasa amarah yang menggebu-gebu Riki juga menginjak-nginjak kepala Ki Suri, hingga kepala nya pecah di atas tanah.
Dari dalam rumah, Riki juga melihat Yuyun yang berjalan mendekati nya, wujud Yuyun seperti zombie, Riki juga tidak mau mengambil resiko ketika nanti tubuh nya melemah kembali, Riki langsung berlari dan menghujamkan ajian brajamusti pada yuyun hingga membuat tubuh dan tulang nya hancur lebur.
Tak lama Geni kembali sadar, ternyata kris itu tidak mengenai jantung nya Geni pun perlahan mencabut kris yang masih menancap pada punggung nya.
"Ayah..." ucap Geni lirih, yang melihat ayah nya sedang menginjak-nginjak tubuh Yuyun dan Ki Suri.
"Geni... Anaku, kau memang gadis yang kuat, syukurlah kau masih selamat" kata Riki, kemudian tubuh nya kembali melemah, dia pun ambruk di atas ceceran tubuh Ki Suri dan istri nya.
Lalu Geni melihat ke arah pocong Marwi dan gethok, ternyata gethok masih bergelantungan di bahu Marwi, karena tubuh Marwi itu keras seperti baja, gigitan gethok memang tak melukai pocong itu sedikit pun tapi berkat gethok, pocong Marwi tak dapat menghilang atau pergi meskipun tubuh demit kecil itu perlahan mulai melepuh seperti terbakar karena air liur dari pocong Marwi, gethok masih terus bertahan demi Geni, karena gethok telah menganggap Geni adalah teman nya.
Sekuat tenaga Geni berusaha bangkit, walaupun jalan nya sempoyongan dan sesekali dia pun terjatuh karena tubuh nya sangat lemas, Geni pantang menyerah. Akhir nya dia berhasil menghujamkan kris sakti itu tepat di perut Marwi, karena gethok berhasil mengalihkan perhatian nya.
Seketika saja pocong Marwi melemah, pocong itu terdiam karena majikan nya pun telah tewas, Geni pun terkapar karena merasa seluruh tenaga nya telah terkuras habis oleh kejadian malam ini, darah yang keluar dari punggung nya pun tak ia rasakan, Geni pun pingsan dan gethok terbang ke atas pohon karena ia pun cukup terkuras energi nya.
__ADS_1
Geni dan Riki pun terkapar pingsan tak berdaya di halaman belakang rumah Ki Suri.