
"Raden... sebenar nya Marwi ini, nanti dia bisa hidup kembali...karena dia ini penganut ilmu hitam" Ujar Ki Sarkam...
"Haaah? maksud kamu?'" tanya Raden Jaya terheran-heran
"Kita liat saja besok, pasti Marwi hidup lagi" timpa Ki Sarkam meyakinkan Raden Jaya .
__ADS_1
Untuk membuktikan kebenarannya kepada Raden Jaya dan juga semua warga desa Bojong Pinang jasad Marwi tidak langsung di kuburkan , dia di ikat di sebuah pohon di depan rumah Raden Jaya . Saat itu , Rara hanya bisa nangis nelangsa... Menjelang Subuh warga di gegerkan oleh apa yang mereka lihat, Jasad Marwi hidup kembali, semua luka dan lebam akibat pengepungan semalam pun sudah hilang , Marwi sembuh kembali ... Keluarga Raden Jaya pun keluar dari rumah dan terkejut melihat Marwi yang sudah sembuh total . "Raden... tolong kenapa saya di ikat seperti ini , saya juga kenapa tidak memakai pakaian Raden?" kata Marwi sambil kebingungan , dia seolah-olah lupa dengan kejadian nya semalam ... "Kau mempunyai ilmu Pancasona Marwi !!!" kata Raden Jaya . Iya, memang betul.. Marwi memiliki Ilmu Pancasona ini , dia tidak pernah tau atau pun mempelajari ilmu pancasona ini ,tapi ilmu pancasona itu secara alami Marwi dapat turun temurun dari nenek moyangnya hidup ratusan tahun lalu dan hanya Marwi lah pewaris tunggal dari ilmu itu... Sebenarnya,Marwi telah meninggal berkali-kali bahkan saat ia kelaparan di jalan setapak itu , Marwi kecil sebenar nya memang sudah Mati , tapi dengan adanya ilmu pancasona itu dia berhasil hidup lagi , Marwi juga sudah meninggal saat masih kecil mengembala kerbau dengan Ki Sarkam ia sering mendapat siksaan dari Sarkam , beberapa kali Sarkam memukuli Marwi di bagian dada nya dengan sangat keras Sebenarnya saat itu Marwi sudah meninggal, Tetap Ki Sarkam melihat nya hanya seperti orang pingsan. Kemudian Marwi hidup kembali karena Marwi sudah mewarisi ilmu Pancasona . Kebetulan di Desa Bojong Pinang ada yang mengerti tentang ajian ilmu pancasona ini "Radenn... kita buang saja si Marwi ini ke lembah" ujar dukun itu . Di Desa itu memang ada sebuah lembah yang amat sangat curam dan dalam , kalau ada yang masuk kedalam lembah itu dijamin dia tidak akan bisa lagi keluar dari sana. Marwi pun di seret oleh warga menuju Lembah mengerikan itu , sementara Rara menangis sejadi-jadi nya, Rara terus memohon kepada ayah nya untuk mengampuni perbuatannya dan meminta Marwi untuk tidak di buang ke lembah, Tapi Raden Jaya sudah gelap hati , ia tidak akan mendengarkan permohonan putrinya itu ... Sebelum di buang ke lembah Raden Jaya menyuruh para warga untuk membungkus Marwi dengan kain putih , Lalu mengikat seluruh tubuhnya. Agar kalau nanti Marwi sudah ada di dasar lembah ia tidak bisa berkutik. sebelum di buang ke lembah , dukun tersebut menancapkan kris panjang di perutnya Marwi, itu bukan kris sembarangan , orang yang punya ajian ilmu pancasona tidak akan bisa berkutik selama kris itu menancap di tubuhnya . Sesampai nya di bibir Lembah , para warga melemparkan jasad Marwi ke dalam lembah itu , ga lama setelah Marwi di lemparkan, entah apa yang ada di fikiran Rara ini.. dia malah menjatuhkan dirinya juga kedalam Lembah itu, dia ingin mati bersama cinta pertama sekaligus kekasih hatinya , semua orang berteriak memanggil Rara , tapi Rara sudah tidak dapat di selamat kan , Rara masuk ke dalam lembah itu, dan tidak ada seorang Warga yang berani menuruni lembah tersebut, Karena lembah itu terkenal Angker dan sangat dalam. Rara mati di dalam lembah itu , dan Akhir nya lembah itu dinamai LEMBAH RARA . Sejak saat itu Marwi sudah tidak pernah terlihat di desa, Marwi sudah terjebak di dalam lembah tersebut bersama dengan Jasad kekasih hatinya yaitu Rara .
Betahun-tahun kemudian , Keluarga Raden Jaya sudah meninggal semua , Dan Desa Bojong Pinang sudah berganti Generasi Lembah Rara yg dulu menjadi tempat pembuangan Marwi semakin kesini, semakin dangkal saja... karna sudah sering tertimbun oleh tanah . Suatu Hari ada seorang laki-laki paruh baya yang turun ke Lembah rara untuk mengarit rumput memberi makan untuk kambing kambingnya kebetulan rumput-rumput di perkebunan sudah semakin habis , dan dia melihat di dasar lembah Rara masih banyak tumbuhan dan rumput liar, akhirnya pria itu turun kedasar lembah , awal nya ia tidak mengalami hal-hal aneh disana , namun tak lama kemudian dia mendengar erangan seseorang yang meringis kesakitan , lelaki paruh baya itu merasa kaget , nafas nya terengah-engah sambil mencari sumber suara tersebut dia heran suara apa tadi... Suara nya seperti berada di dalam tanah , buru-buru ia menggali tanah tersebut, untungnya tidak terlalu dangkal , ia melihat ada seseorang yang di bungkus dengan kain putih , bukan itu saja, lelaki itu juga melihat ada kris yang tertancap di tubuh seseorang tersebut , lelaki itu menyangkanya itu adalah seorang korban pembunuhan yang masih bertahan hidup , dia malah mencabut kris yang menancap di tubuh nya Marwi , seketika saja... Marwi langsung terbang kelangit sambil tertawa terbahak-bahak. Marwi sudah bukan lagi manusia , tubuh nya sudah di penuhi energi mahluk ghaib yang jahat dia pun gentayangan , dengan masih menggunakan kain putih tersebut . Marwi meneror setiap warga yang keluar di malam hari , dan sejak saat itu lah hantu itu di sebut Pocong . yaa.. Pocong Marwi .
Setelah Marwi bergentayangan , ada seorang dukun yang memberikan beras yang sudah di berikan mantra untuk menangkal gangguan dari pocong Marwi ini , beras itu harus dimakan . Tapi beras itu hanya berfungsi sebagai penangkal, bukan untuk mengusir Pocong Marwi , dan sampai sekarang Pocong Marwi itu masih meneror warga desa Bojong Pinang .
__ADS_1
Mendengar semua cerita Pak Soma , Ki Sugeng ini seketika terdiam , dia sebagai Tetua di Desa nya , memang pernah mendengar tentang Legenda pemilik ilmu pancasona yang terkubur di lembah rara , namun selama ini Ki Sugeng hanya mengganggap legenda itu hanya dongeng saja , untuk menakut-nakuti anak desa agar tidak bermain di sekitar lembah rara . Dan setelah kesaksian Pak Soma ini, Ki Sugeng kini mulai cemas, dia mulai percaya dengan legenda yang di ceritakan ayah nya dulu. "sekarang kris nya dimana" Tanya Ki Sugeng "kalau tidak salah.. kris nya aku tinggalkan di lembah itu ki, bersama dengan arit dan sekarung rumput ku yang tidak sempat aku bawa" Jawab Pak Soma "ayo.. sekarang ikut aku ke lembah itu" Pinta Ki Sugeng "akuuu... tidak sanggup kesana ki, aku takut, kapok" jawab Pak Soma yang nampak nya masih shock atas kejadian itu , Pak Soma langsung berpamitan pulang pada Ki Sugeng . Lalu Ki Sugeng baranjak dari duduk nya , ia langsung menuju ke kamar nya dan mengambil pisau yg di sudah di bungkus dengan kain putih dan juga membawa beberapa helai daun kelapa kering yang biasa ia gunakan untuk mengusir demit. Tentu saja itu bukan daun kelapa sembarangan , Ki Sugeng biasa membakar daun itu untuk ritual tertentu termaksud untuk mengusir demit di lahan angker . Ki Sugeng langsung beranjak Pamit kepada istrinya , dan langsung menuju Lembah Rara , di perjalanan setiap Ki Sugeng berpapasan dengan penduduk desa, mereka ini selalu menundukan kepalanya pada Ki Sugeng , itu menunjukan rasa hormat para warga untuk Ki Sugeng sebagai seorang yang di tuakan di Desa .
Setiba nya Ki Sugeng di lembah rara, ia melihat ke dasar lembah yang kini sudah di penuhi kabut untuk mencari kris yang di cabut oleh Pak Soma , perlahan Ki Sugeng menuruni lembah tersebut, dia berpegangan pada akar-akar pohon yang menjuntai kebawah, setiba nya Ki Sugeng di dasar Lembah rara, dia langsung mencari keberadaan kris itu, sambil menyalakan obor yang ia bawa dari rumah . Untung nya tidak butuh waktu lama akhirnya Ki Sugeng berhasil menemukan kris tersebut ukuran kris nya memang cukup panjang, kedua tangan Ki Sugeng Bergetar memegang kris itu, dia tidak menyangka kalau legenda yang di ceritakan ayah nya itu benar-benar ada. Perlahan Ki Sugeng menancapkan kris itu pada tanah, lalu dia pun duduk sila ,sambil membaca-baca mantra ia pun membakar daun kelapa kering yang ia bawa dari rumah , tak lama kemudian... Terdengar suara raungan dari langit "aaaaarrrrrgggghhhh" Raungan itu sangat kencang dan bergema di susul dengan hembusan angin yang kencang membuat dahan-dahan pohon disekitar nya ikut terguncang , Ki Sugeng lalu membuka matanya, dia tampak panik, dan langsung mencabut kris yang menancap pada tanah buru-buru ia lari ke sisi lembah rara dan terus berlari menjauh dari lembah itu . Sesampai nya dirumah, Ki Sugeng mengatur nafas nya karena lelah berlari-lari panik , mukanya pucat sekali sangat terlihat oleh istrinya bahwa Ki Sugeng sedang memikirkan sesuatu , Istrinya menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, Tapi Ki Sugeng tidak mau menjawab, ia malah langsung segera masuk kedalam kamar nya dan segera mengunci pintu nya.
2 Hari berlalu setelah kebangkitan Marwi, warga di gegerkan dengan kejadian aneh di pesawahan mereka, Padi yang seharus nya bulan depan sudah dapat di panen,, malah porak poranda , hancur tak tersisa. Ada yang sengaja merusak pesawahan mereka, Batang-batang padi itu seperti rusak di gigit tikus, tapi sangat mustahil kalau tikus yang melakukannya, sebab luas pesawahan itu hampir 1 hektar, dan juga butir-butir padi nya hancur tak tersisa . Para petani menangis di pematang sawah, mereka sangat sedih, lantaran sawah mereka gagal panen. Warga berbondong-bondong melaporkan kejadian ini pada Ki Sugeng , Ki Sugeng sudah menduka ini pasti ulah demit penghuni Lembah Rara Ki Sugeng mengumumkan kepada seluruh warga Desa Bojong Pinang bahwa desa nya sekarang sudah dalam keadaan darurat , ada demit yang berkeliaran di Desa Bojong Pinang, Ki Sugeng meminta kepada seluruh warga untuk tidak berkeliaran di malam hari , Kare Ki Sugeng takut demit itu bisa menyakiti manusia . Semua warga desa merasa ketakutan mendengar pengumuman Ki Sugeng , tidak ada yang berani berkeliaran lagi di malam hari, Desa Bojong Pinang kini menjadi sangat sepi, ada sebagian warga nya yang memilih untuk meninggalkan desa , ada juga yang memilih untuk bertahan dan mengurung diri , semua orang menutup rapat pintu dan jendela .
__ADS_1
Sementara itu Ki Sugeng sedang mencari cara untuk menangkap Demit Pocong Marwi itu, dan menancapkan lagi kris pada tubuhnya . Pada suatu malam Ki Sugeng kembali melakukan lagi sebuah ritual , ia kembali membakar daun pohon kelapa kering dan membaca mantra , kris sakti itu di simpan di hadapannya . Selang beberapa lama terdengar suara seseorang memanggil namanya dari luar rumah "SUUUGGEENNGG....." suara itu terdengar berat dan sangat seram . Perlahan Ki Sugeng membuka matanya, dan mengintip dari celah jendela, dia sangat terkejut melihat di depan rumah nya ada seorang terbungkus kain putih, ya itu adalah Pocong Marwi , Wajah nya pucat sekali, Matanya melotot, dan dia senyum meringis menakutkan. Ki Sugeng memberani kan diri nya untuk segera mengambil Kris yang tergeletak dibawah, ia berlarian keluar sambil berteriak "MAATTIII KAUU POCONG!!!" Belum sempat kris itu menancap di tubuh Marwi, Perlahan Marwi terbang sambil tertawa Menyeramkan "Haa..Haaa..Haaa... Ilmu mu itu belum seberapa Sugeng" Suaranya yg berat dan bergema membuat seluruh warga yg mendengarkan nya dari dalam rumah bergidik ngeri . "Turun kau Pocong S*ialan" Ujar Ki Sugeng merasa kesal . Ketika Pocong Marwi itu hendak pergi meninggalkan Ki Sugeng , Pocong itu meludahkan air liur nya sampai mengenai kepala Ki Sugeng , lalu Pocong itu meninggalkan Ki Sugeng menuju kembali ke Lembah Rara Sambil tertawa terbahak-bahak .