Teror Pocong Marwi

Teror Pocong Marwi
Eps.18 Amarah Riki


__ADS_3

Malam itu sudah berhasil di lalui Riki, dengan ketenangan nya Riki berhasil menahan sakit akibat gigital mahluk mengerikan tersebut , dia masih dalam posisi bertapa dan tidak bergerak sedikit pun.

__ADS_1


Menjelang pagi , hujan mulai turun , Riki sesekali mendongak kelangit dan membuka mulut nya , dia meminum air hujan agar dapat bertahan hidup , tetapi mata nya masih terpejam , Riki memang tidak makan sama sekali , tubuh nya mulai kurus , dan luka di pergelangan tangan nya itu mulai meradang , mengeluarkan nanah dan berbau , luka nya pun mulai di kerumuni oleh lalat , namun rasa sakit itu sudah tidak di hiraukan lagi oleh Riki, dia harus terus fokus pada pertapaan nya agar dapat menguasai ajian brajamusti dan menolong istrinya dari pocong Marwi , malam kedua pun tiba dia kembali di uji oleh mahluk misterius lain nya , Riki mendengar suara bisikan dari telinga nya " mas , pulang ... anak kita di bunuh pocong " begitu bisikan nya , Riki mengerutkan kening nya , dia kaget dan hendak membuka kan mata nya , namun tidak jadi , karena Riki berfikir dan yakin bahwa yang membisikan nya tersebut adalah demit penghuni hutan yang sedang mencoba menggangu nya , di waktu yang sama Riki juga merasa ada sebuah tangan yang menyentuh dada nya , dia juga mencium aroma daun pandan yang menyengat , Riki mengenal bau nya , itu memang bau baju istri nya , Mawar memang senang sekali, merendam pakaian pada rendaman air pandan , tak lama kemudian , Mawar seperti berteriak tepat di telinga nya , teriakan itu semakin lama semakin menjauh seolah ada yang menarik tubuh Mawar, masuk ke dalam semak-semak "MAAAAWAAAARRRR" Riki berteriak, tapi dia tetap tidak membuka kedua mata nya , Riki berusaha untuk tetap tenang menarik nafas yang panjang lalu di hembuskan nya secara perlahan , Riki tak mau pertapaan nya itu gagal hanya karena gangguan dari demit penghuni hutan tersebut, perlahan suara Mawar pun menghilang , Riki berhasil menahan diri dari godaan demit yang menjelma menjadi istri nya .

__ADS_1


Tiba lah malam terakhir Riki bertapa , dari awal sampai saat ini Riki sama sekali tidak mengubah posisi duduk sila pertapaan nya , dia juga tidak makan apapun selama 4 hari , tapi beruntung nya , hujan memang sering turun , sehingga Riki masih bisa minum dari tetesan air hujan , di malam terakhir itu lah Riki di uji dengan sangat berat , dengan mata yang terpejam , dia malah menyaksikan rangkaian masa lalu nya , saat itu Riki melihat Ki Surya mendatangi rumah seorang dukun untuk menyantet ayah nya , bukan saja ayah nya yang di bunuh tapi ibu nya Riki pula , jadi sasaran Ki Surya , sebenar nya Ki Surya ingin membunuh seluruh keluarga nya , namun Raka dan Riki masih bisa lolos melarikan diri , dia juga menyaksikan saat kakak nya dengan jahat memperlakukan nya di tengah hutan, menyaksikan kejadian memilukan di masalalu nya itu membuat kening Riki jadi mengkerut , gigi nya mengeletuk , jantung nya berdebar-debar , urat leher nya menonjol , seperti sedang menahan amarah yang begitu besar , Riki tidak menyangka bahwa yang membunuh kedua orang tua nya adalah Ki Surya yang kini menjadi mertua nya , tiba-tiba saja , batu tempat Riki bertapa itu retak , ada energi yang di keluarkan dari dalam tubuh Riki begitu kuat , dia tak kuasa menahan amarah nya , Riki pun membuka mata nya dan berteriak sekencang mungkin , batu yang masih dia duduki itu semakin retak saja , " Ingat Riki , bukan ilmu Brajamusti yang membuat mu semakin kuat, namun hati mu yang bersih dan mampu memaafkan akan membuat mu semakin bertambah kuat" entah dari mana asal suara itu, tiba-tiba saja , di bawah batu petilasan itu , sudah ada Ki Burja yang menunggu , Riki masih dalam keadaan duduk sila , nafas nya begitus ngos-ngosann " tapi kenapa orang itu tega membunuh kedua orang tua ku ki " Riki menangid tersedu-sedu , dia teringat kembali akan kedua orang tua nya , setelah sekian lama , mungkin baru kali ini lagi Riki menangis "dalam hidup , memang tak banyak yang membutuh kan alasan , seperti takdir dan nasib , kau tidak dapat lari atau pun bersembunyi dalam takdir dan nasib mu mas Riki tapi kau masih bisa memaaf kan orang-orang yang telah menyakiti mu mas Riki itu lah yang di namakan kebesaran hati " jawab Ki Burja . Berat rasa nya saat tau Ki Surya lah yang membunuh kedua orang tua nya , apalagi memaaf kan orang yang telah membunuh ayah dan ibu nya tanpa tau sebab mengapa Ki Surya harus mengirim santet pada keluarganya .

__ADS_1


Tanpa memedulikan pak Komar ,Riki segera berlari menuju hutan , tepat di pagar perbatasan , dia melihat pagar bambu yang menjulang tinggi, Riki memanjat pagar tersebut tanpa kesulitan , tubuh nya nampak ringan seperti kapas , makanya dengan mudah dia berhasil memanjat dan melewati pagar tersebut , dia melanjutkan lari nya sambil berteriak "MARWIIIII B*JINGAN KAU POCONG!!!" Riki seperti tidak sabar untuk segera menghabisi pocong tersebut , baru beberapa langkah Riki berjalan , pocong tersebut kini sudah berada tepat di hadapan nya , segera Riki mengepalkan tangan nya , berlari meninju wajah Marwi , tinjuan itu sangat kuat sehingga membuat kepala pocong Marwi terpental jauh , membuat tanah di sekitaran hutan bergetar , kepala Marwi hancur , isi nya acak-acakan , walau pun begitu tubuh nya masih berdiri tegak tapi tak lama kemudian , kepala itu kembali seperti semula , kepala Marwi terbang menghampiri badan nya , kini tubuh nya kembali utuh , ajian pancasona yang di miliki Marwi begitu sakti , saat Riki kembali hendak menghajar Marwi , pocong tersebut malah menghilang , terdengar lah suara tertawa Marwi yang begitu menggema di langit , Riki menoleh ke segala arah mencari keberadaan Marwi , tapi pocong itu menghilang entah kemana, segera dia berlari ke gubuk yang dulu menjadi tempat tinggal nya , setiba nya Riki disana , dia kaget karena gunuk nya itu tampak utuh seperti ada yang tinggal di sana , setelah dia masuk , Riki melihat ada dua mayat manusia , dan beberapa potongan tubuh yang berceceran dimana-mana , dugaan Riki itu benar , pasti ada yang sengaja membangkitkan pocong Marwi , untung nya Riki melihat kris sakti yang tergeletak di pojok kamar , dia mengambil kris itu , kini tujuan Riki bukan hanya mengubur kembali pocong tersebut, melain kan ingin melenyap kan pocong Marwi dari muka bumi .

__ADS_1


__ADS_2