Teror Pocong Marwi

Teror Pocong Marwi
Eps.34 Mayat Hidup


__ADS_3

Dugaan Riki kini tidak salah lagi, pocong itu pasti telah di bangkit kan kembali tapi oleh siapa dan untuk apa pocong itu meneror pemukiman Pasar Induk dia bertanya-tanya dalam hati.


Feeling seorang ayah mencari anak nya memang tidak di ragu kan. Benar saja sesampai nya Riki di hutan Alas Buntu dia segera melihat ujung hutan yang memiliki tebing curam dan melihat putri nya sedang bergelantungan, saat putri nya mulai melemah, buru-buru Riki meraih lengan anak nya dan menarik nya ke permukaan tebing. Untung saja Ki Suri dan Nenek Liman tak mengetahui nya , lalu Riki dan Geni berhasil keluar dari hutan tersebut, mereka berdua bersembunyi dan tinggal di salah satu rumah warga pasar Induk yang sudah tidak berpenghuni di rumah itu lah Riki akan bertahan dan merawat Geni.


Lalu Riki membersihkan tubuh anak nya dan mengobati luka-luka sayatan di tubuh Geni, mereka berdua tinggal rumah itu sampai berhari-hari , kebetulan segala kebutuhan untuk bertahan hidup ada di rumah itu dan juga di belakang rumah ada sumur yang air nya cukup banyak melimpah ruah.


Sementara itu, Ki Suri yang sedang mempersiapkan cara bagaimana menangkap pocong Marwi, karena dia sangat percaya akan ucapan nenek Liman kalau pocong itu bisa membangkitkan kembali jasad istri nya, Ki Suri teringat akan ucapan nenek Liman yang bilang kalau pocong itu sangat haus akan darah, tak perlu darah manusia karena darah binatang pun dia suka, maka dari itu Ki Suri mengumpulkan darah kambing dari beberapa kambing ternak milik nya, dia berhasil mengumpulkan seember darah kambing lalu membawa nya ke tengah-tengah pasar Induk .


Malam pun tiba, suasana di permukiman Pasar Induk sangat sunyi sepi, dia mengguyurkan seember darah kambing yang ia bawa ke sekujur tubuh nya, Ki Suri memberanikan diri untuk memancing pocong Marwi, kris sakti yang ia bawa ia selipkan di belakang celana nya , ketika pocong itu datang dengan sergap Ki Suri akan langsung menusuk nya.


Setelah darah di guyurkan ke seluruh tubuh nya Ki Suri berteriak-teriak memanggil pocong Marwi dan menantang nya agar pocong itu mau menampakan wujud nya . Setelah berjam-jam Ki Suri menunggu , Marwi tak kunjung datang, seperti nya pocong itu tau kalau Ki Suri membawa kris sakti . Namun sayup-sayup dari kejauhan Ki Suri mendengar rintihan pocong itu, Marwi terus merintih kata getih.


Ki Suri mencoba fokus dan berjalan mengikuti sumbar suara nya , ternyata suara itu berasal dari arah Timur , wajah Ki Suri nampak sangat waspada, suara pocong Marwi membawa Ki Suri ke sebuah bar yang terlihat sudah bangkrut. Ki Suri mengintip dari jendela kaca, ruangan di bar nampak sangat acak-acakan dan juga banyak bercak darah yang sudah mengering pada tiap dinding nya, sayang nya pintu masuk bar tersebut sudah di kunci dengan gembok, Ki Suri terus berusaha membobol gembok itu dengan mencungkil nya menggunakan kris, namun gembok itu sudah berkarat jadi engsel pada gembok nya mudah rapuh.


Saat pintu itu di buka, ternyata suara rintihan Marwi semakin jelas, Ki Suri masuk perlahan ke dalam bar , dia menoleh ke segala arah tangan kanan nya dengan siap telah menggenggam kris, dia harus sangat waspada karena pocong Marwi dapat menyerangnya kapan pun, setelah Ki Suri menelusuri berbagai ruangan di bawah dia masih belum menemukan pocong itu namun suara rintihan nya masih terdengar jelas, tak salah lagi pocong itu berada di lantai dua.

__ADS_1


Ki Suri langsung bergegas pergi menaiki tangga, sesampai nya di atas Ki Suri melihat lorong panjang yang terdapat banyak kamar-kamar bekas prostitusi , lalu Ki Suri melintasi dan memeriksa kamar tersebut satu persatu, lalu tepat di kamar terakhir di ujung Ki Suri memberhentikan langkah nya, benar saja suara rintihan pocong tersebut ada di dalam kamar terakhir, kebetulan pintu kamar tersebut sedikit terbuka, kini suasana mulai semakin mencekam, jantung Ki Suri berdetak dengan sangat kencang, ia sebenar nya sangat takut, tapi demi istri nya, Ki Suri rela mempertaruhkan nyawa nya sendiri, perlahan Ki Suri membuka pintu kamar benar saja didalam sudah ada pocong Marwi yang sedang berdiri di sudut kamar, wajah nya sudah di penuhi bercak darah yang telah mengering. Perasaan Ki Suri turun naik, dia sangat tegang sekali melihat perwujudan pocong Marwi yang sangat mengerikan di hadapan nya itu.


Tanpa ancang-ancang lagi, Ki Suri berlari menghadapi Marwi sambil mengacukan kris di tangan nya, namun secara ajaib Marwi dapat menghilang begitu saja Ki Suri pun kebingungan , kemana hilang nya pocong itu, dia menoleh ke segala arah sambil berteriak menantang pocong Marwi untuk datang menghadapi nya.


Dan tiba-tiba saja, kaki kanan Ki Suri di lilit oleh sebuah tali berwarna putih yang melayang, lalu tali putih itu menyeret tubuh lelaki tua tersebut dan Ki Suri pun ambruk meronta-ronta namun tangan kiri nya masih menggenggam kris sakti.


Saat Ki Suri dalam keadaan berbaring seketika saja pocong Marwi datang menindih tubuh nya, dia ingin mencabik-cabik tubuh Ki Suri lalu menghisap darah nya, Marwi nampak sangat marah karena Ki Suri telah mengganggu nya.


Belum sempat Marwi menikam leher Ki Suri, Ki suri lebih dulu berhasil melayang kan serangan nya, alhasil kris sakti yang selalu ia genggam berhasil menancap pada tubuh pocong tersebut, seketika saja pocong Marwi terdiam tak bergerak sama sekali, mata nya pun kini terpejam. Kris sakti walaupun sudah sangat usang dan berkarat dari dulu memang senjata yang paling ampuh untuk melemah kan pocong Marwi, tak ingin membuang-buang waktu Ki Suri langsung bangkit dan menyeret tubuh pocong Marwi ke rumah untuk di berikan pada nenek Liman.


Setiba nya di rumah, ternyata nenek Liman sudah menunggu duduk di kursi kayu di teras rumah, nenek tua tersebut senyum-senyum nampak nya dia sangat senang sekali saat Ki Suri berhasil membawa Marwi, lalu nenek Liman berdiri dan masuk ke dalam rumah Ki Suri.


Lalu Ki Suri dengan sisa tenaga yang ada membopong tubuh Marwi untuk dibaringkan di atas ranjang nya.


"Ni... Asal kau tau, tidak mudah untuk menangkap pocong ini, aku bertaruh nyawa kalau sampai perkataab nini itu bohong maka aku akan membunuh mu" ujar Ki Suri dengan ekspersi wajah nya yang sinis dan mengancam.

__ADS_1


Nenek Liman tidak menjawab nya , dia malah membuka tali pocong di bagian lingkar pinggul Marwi, lalu nenek Liman menyuruh Ki Suri untuk menelan tali pocong nya Marwi.


"Untuk apa saya menelan tali pocong ini ni?" tanya Ki Suri.


"Agar pocong Marwi dapat kau kendalikan, dia akan menuruti segala perintah mu kau bisa menggunakan kekuatan pocong ini untuk membunuh manusia, menguasai ilmu hitam, bahkan pesugihan sudah jangan banyak tanya lagi ayo cepat telan..." jawab nenek Liman.


"Lalu bagaimana dengan istri ku ni? Katanya kau bisa menghidupkan kembali istri ku?" tanya lagi Ki Suri.


"Istri mu kini sudah bangkit" jawab lagi nenek Liman.


Buru-buru Ki Suri keluar dari kamar nya , dan betapa terkejut nya ia saat melihat istri nya kini dalam posisi duduk, sontak saja Ki Suri langsung berlari menghampiri istri nya itu, dia memeluk dan menangis tersedu-sedu.


Kini dia percaya bahwa nenek Liman itu tidak berbohong, tanpa berlama-lama lagi dia langsung menelan tali pocong Marwi dengan dorongan segelas air minum.


Tetapi ada yang aneh dengan istri nya Ki Suri, sedari tadi ia hanya terdiam tak merespon apapun, tatap mata nya kosong melihat satu titik, dia hanya mematung.

__ADS_1


"Yuyun... Yuyun istri ku, sekian lama aku menunggu mu akhir nya kau bisa hidup kembali sayang" kata Ki Suri, dia memang suami yang sangat menyayangi istri nya, karena hanya Yuyun lah yang menemani nya menjalani hidup, dia tak memiliki anak atau pun saudara.


Kalau di lihat, wajah Yuyun ini sangat kerempeng, tubuh nya hanya tersisa tulang dan kulit nya saja sehingga nampak seperti tengkorak hidup.


__ADS_2