
Setelah beberapa jam Mawar dan Riki menunggu , pocong itu tak kunjung menampakan wujud nya ... hanya suara raungan nya saja yang bergeming dari langit-langit , tanpa berbicara terlebih dahulu dengan suami nya , tiba-tiba saja Mawar menyayat lengan kanan nya dengan jepit rambut yang ia gunakan , jepit itu terbuat dari bekas kaleng sehingga membuatnya cukup tajam , entah apa yang di fikir kan Mawar , seketika saja darah menetes dari pergelangan tangan nya , Riki yang melihat itu sontak saja berteriak "MAWARRRRR!!!!!" dia heran mengapa istrinya menyayat pergelangan tangan nya sendiri , saat Riki hendak menghampiri istri nya itu, mawar malah meminta Riki untuk tidak menghampiri nya dengan menadah kan tangan nya .
Mawar masih meringis kesakitan , dengan cara itu Mawar berfikir pocong itu akan segera muncul tak lama berselang , tiba-tiba saja angin berhembus kencang , menggoyangkan pohon-pohon besar , daun kering berjatuhan , saat itu Riki masih fokus memperhatikan Mawar , tiba-tiba saja , entah dari mana ada sebuah tali putih yang datang dengan sangat cepat melalui semak-semak , dan melilit pergelangan kaki Mawar , wanita itu terjatuh , dan terseret masuk ke dalam semak-semak , Mawar berteriak minta tolong , Riki dengan sigap berlarian mengejar Mawar , Riki lari dengan sangat cepat dan berhasil menggapai lengan istri nya , namun tali itu seperti semakin kuat menarik kaki Mawar , Riki berloncat dan memotong tali tersebut dengan golok yang di genggam nya, setelah tali itu terputus , tiba-tiba saja tubuh Mawar melayang tinggi menempel pada batang pohon , "Mawaaaarrrrr" teriak Riki , di atas pohon yang tinggi itu Mawar masih berteriak ketakutan , Rambut nya terurai tertiup-tiup oleh angin , seketika saja keadaan menjadi berubah , mata Mawar kini berubah menjadi memerah dan muncul garis urat di wajah nya, Mawar masih berteriak , namun kini suara nya itu sudah berubah "KELAK NANTI AKAN DATANG SEORANG LELAKI YANG AKAN MENGHANCURKAN KELUARGA MU RIKI!!!" teriak Mawar , suara itu seperti suara lelaki yang begitu menggema , "b*ngsattt!!!! turun dan hadapi aku!!!" balas Riki, kini tangan nya mengepal dan begitu merah , karena ilmu brajamusti yang telah Riki kuasai itu "TUNJUKANNN WUJUD MU MARWI!!!!" teriak Riki , dia merasa sangat marah . Mata merah dari wajah Mawar perlahan mulai meredup, tiba-tiba saja tubuh Mawar jatuh dari ketinggian pohon, kaki kanan nya patah, tulang nya menonjol , Riki dengan panik langsung menghampiri istrinya , Mawar menangis kesakitan sambil memegangi lengan suami nya lalu "mas... dia ... di belakang muu..." suara Lirih Mawar , Riki bersiap mengayunkan golok nya , seketika saja Riki membalikan badan dan hendak menebas leher Marwi , tiba-tiba saja munculah Rara yang menahan golok dari Riki , dia menahan nya hanya dengan satu tangan saja , untung lah Riki membawa kris sakti di kantong nya , dengan cepat Riki mengambil kris itu dengan tangan kiri nya , dan langsung menghujam kan kris itu tepat mengenai perut Rara, aneh nya ... Rara sama sekali tidak merasakan kesakitan , wanita itu memang bukan lah manusia, Mawar yang saat itu berada di belakang Riki , berusaha mengambil pucuk daun kelapa kering pemberian Nyi Sarpah ke dalam tas karung yang Riki bawa sambil menahan sakit nya, dengan berani .. Mawar melemparkan daun itu ke arah Rara , seketika saja Rara menjerit kesakitan dan menghilang begitu saja .
Belum sempat pocong Marwi ikut menghilang , Riki dengan cepat mencekik leher pocong itu dan menghujam tubuh pocong tersebut dengan kris sakti nya seketika saja pocong Marwi tak dapat bergerak , dengan sigap Riki langsung menebas leher Marwi dengan golok yang ia genggam di tangan kiri nya , seketika saja tubuh Marwi ambruk , Riki masih memegangi kepala pocong tersebut karena jiga kepala pocong itu terkena tanah dia akan langsung pulih kembali .
__ADS_1
Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan , Riki segera menyiram tubuh Marwi dengan minyak tanah dari obor yang di bawa nya , lalu Riki membakar pucuk daun kelapa dan melemparkan nya pada tubuh Marwi , lalu api berkobar-kobar membakar tubuh Marwi.
Lalu Riki membuka baju nya , untuk membungkus kepala pocong tersebut lalu di cangkolkan pada bahu nya "akhir nya ... berkat mu aku berhasil memusnah kan pocong itu... kini semua nya telah selesai, mari kita pulang sayang lalu kita obati kaki mu" ujar Riki sambil menggendong tubuh istri nya .
Satu minggu setelah kejadian itu , kaki Mawar terpaksa di amputasi, karena mengalami cedera retak tulang yang amat parah , luka nya pun tak kunjung sembuh malah itu semakin membusuk . Karena kejadian itu kini Mawar harus kehilangan satu kaki kanan nya .
__ADS_1
Sementara itu Riki berdiri di belakang Ki Surya , dia menatap ayah mertua nya itu dengan tatapan tajam , Riki memikirkan hal yang telah menimpa kedua orang tua nya , kalau mau saat itu juga Riki bisa membalas apa yang di lakukan Ki Surya pada masa lalu nya . Namun dia berfikir tentang apa yang di katakan Ki Burja bahwa tidak ada yang dapat merubah takdir dan nasib , dia tak membicarakan hal ini pada istri nya karena Riki tau istri nya itu akan merasa sangat sedih nanti , Riki belajar untuk melupakan ingatan tentang kedua orang tua nya dan memaafkan Ki Surya .
Kini pocong Marwi tak akan mengganggu keluarga nya lagi, kepala Marwi di simpan di tempat yang sangat rahasia , tak ada satupun yang tau tempat itu , termaksud istri nya . Hanya Riki lah yang tau hal tersebut , dia yakin bahwa kini tempat penyimpanan kepala pocong itu sangat aman .
Dan mengenai desa bojong pinang , karena Pak Komar telah memberitahu satu persatu pada seluruh warga nya yang mengungsi bahwa Riki telah berhasil menghabisi pocong tersebut , akhir nya berbondong-bondong para warga kembali ke desa nya lagi , tak akan ada lagi teror pocong yang telah menghancurkan seluruh mata pencarian , membunuh manusia dan hewan ternak mereka , dan memporak porandakan desa . Para warga desa bergotong royong membangun kembali desa nya , kini semua warga desa bojong pinang sudah hidup dengan aman dan tenang , mereka semua kembali dapat melakukan aktifitas seperti biasa tanpa merasa takut akan air liur dari pocong Marwi .
__ADS_1
20 Tahun kemudian , di dalam hutan Gantarawang , ada seorang pemuda yang sibuk menggali tanah , dia mengumpulkan tulang belulang manusia , dia menemukan berbagai potongan tukang , seperti tulang rusuk , tulang punggung , lengan dan kaki . Pemuda itu masih berusaha mencari tengkorak , tapi tak pernah ia temukan , dia bungkus potongan tulang itu dengan kain dan membawa nya ke dalam sebuah gua . Setiba nya di dalam gua ia letakan potongan tulang itu di atas sebuah batu "nenek Liman , hanya ini yang aku dapat kan" kata pemuda tersebut sambil duduk sila di atas tanah . Dari dalam gua itu lah muncul nenek Liman , ternyata.. dia tidak ikut musnah saat Mawar melemparkan pucuk daun kelapa kering . Kedua mata nya berwarna putih dan terlihat sangat mengerikan , dia melayang menedekati pemuda tersebut "Sakti.... ada satu hal lagi yang harus kau lakukan cucuku..." ucap nenek Liman "apa lagi yang harus ku lakukan ni?" tanya pemuda itu . lalu nenek Liman memberitau kan hal itu, lalu pemuda itu melirik nenek Liman , dan tersenyum tajam , dan dengan percaya diri , pemuda tersebut berkata pada nenek Liman "Aku siap ni" .