Teror Pocong Marwi

Teror Pocong Marwi
Eps.09 Cinta Pandangan Pertama Riki


__ADS_3

Di suatu malam, Riki yang tengah sibuk menyembelih dua ekor kambing , dia tidak di bantu oleh siapapun . Domba itu di letakan, dengan keadaan terbalik menggantung di sebuah dahan pohon, lalu leher nya di sayat dengan sebuah golok yang amat sangat tajam, Riki hanya ingin mengambil darah nya saja, untuk di berikan kepada pocong Marwi . Setelah kambing itu kempis, dan tidak ada lagi darah yang mengalir dari leher nya, Riki akan membuang kambing itu begitu saja, di lubang yang telah ia gali . Ia melanjut kan memotong kambing yang satu nya lagi ,Riki menyayat leher kambing dengan golok nya itu, seketika saja darah mengalir deras dari leher kambing tersebut , Riki sudah menyiapkan ember di bawah nya, kambing itu kejang kejang dan tidak perlu waktu yang lama, domba itu meregang nyawa .


Kemudian, Riki duduk di sebilah batang kayu, dia menyalakan beberapa linting rokok, sambil menunggu darah kambing itu habis, selang beberapa menit, kucuran darah itu perlahan-lahan sudah hampir habis, lalu.. Riki memijat badan dan leher kambing tersebut, agar sisa darah nya keluar semua . Setelah dirasa cukup, Riki membawa ember yang telah di penuhi darah kambing itu ke dalam gubuk, dan segera menuju kamar milik pocong Marwi , Pocong itu memang harus terus di kucuri oleh darah , kalau tidak Marwi akan terus merintih kata getih terus menerus, perlahan Riki masuk ke dalam kamar sambil membawa ember yang telah berisi darah kambing tersebut. Ruangan tersebut kosong tidak ada barang apapun kecuali canting lampu yang berada di dinding dan juga Marwi yang sedang bersandar di bilik bambu , kedua mata Marwi terpejam , kemudian Riki berdiri di sebelah pocong Marwi, sambil merapalkan mantra. Pelan-pelan Riki mengguyur wajah Marwi dengan ember yang sudah di penuhi darah kambing tersebut. Seketika saja mata Marwi terbuka , mulut nya langsung menganga tapi dia tidak mengucapkan apa-apa . Ketika Riki sedang melakukan ritual dan memberi Marwi seember darah, tiba-tiba saja terdengar suara ledakan dari atas gubuk, ledakan tersebut , terdengar tidak asing bagi Riki, ia seperti pernah mendengar nya. Riki langsung buru-buru keluar gubuk nya untuk melihat ada apa di atas atap gubuk nya tersebut , dan tampak di atas gubuk nya Riki , ada sebuah bola api yang menyala nyala terbang di atas gubuk nya , jelas itu adalah santet banaspati , entah siapa yang berani mengirim santet banaspati tersebut ke gubuk nya Riki, banaspati tak mampu masuk ke dalam gubuk, karena ada energi ghaib yang sangat kuat terpancar dari pocong Marwi , hingga perlahan bola api redup dan menghilang begitu saja , Riki benar-benar bingung siapa orang yang berani-berani nya mengirimi dia santet, padahal seluruh warga desa Bojong Pinang sangat hormat terhadap Riki, bahkan si Riki ini sudah di beri gelar Raden oleh penduduk desa Bojong pinang padahal jelas dia bukan keturunan bangsawan, gelar itu adalah inisiatif warga desa sebagai rasa terimakasih terhadap Riki yang telah menyembuhkan berbagai penyakit penduduk desa dan juga telah membasmi para pemberontak NII waktu itu . Setelah santet banaspati itu menghilang , Riki langsung masuk ke dalam gubuknya lagi dan melanjutkan ritual nya untuk pocong Marwi .

__ADS_1


Menjelang malam hari, tiba-tiba Riki mendengar sayup sayup tabuhan gendang, suara itu berasal dari desa Bojong Pinang , seperti sedang ada pesta di desa, Riki pun penasaran dia keluar dari gubuk nya, dan langsung pergi menuju desa Bojong Pinang. Setiba nya disana ,Riki melihat ada pertunjukan gendang pencak , mereka adalah rombongan penari gendang pencak keliling yang entah berasal dari desa mana, warga desa Bojong Pinang berkerumun , menyaksikan pertunjukan itu , ada 4 orang lelaki yang memainkan alat musik tersebut , ada gong, gendang, gamelan dan terompet kecil , sedangkan penari pencak nya terdiri dari 4 orang lelaki dan 3 orang perempuan. Mereka semua bergantian menari pencak di iringi dengan alunan musiknya , disana juga ada 5 buah obor yang di tancapkan mengelilingi pertunjukan gendang pencak tersebut. Warga desa Bojong Pinang sangat menikmati pertunjukan tersebut , maklum... Ini pertama kali nya desa mereka di datangi pertunjukan gendang pencak , Riki berdiri di antara kerumunan warga desa, dia juga terpesona kepada penampilan dan tarian para personil gendang pencak tersebut , namun tiba-tiba saja pandangan Riki menuju pada seorang gadis penari yang sangat cantik , wanita itu bernama Mawar , dia adalah personil gendang pencak yang sudah terlatih, maklum karena ayah nya Mawar adalah ketua dari rombongan gendang pencak tersebut, yang juga bertugas sebagai penabuh gendang, sejak kecil.. Mawar memang sudah di latih tarian gendang pencak oleh ayah nya, sehingga dia adalah wanita yang sangat menyukai kesenian tersebut . Kemanapun ayah nya pentas , Mawar pasti selalu ikut dan tampil , paras Mawar juga bukan hanya cantik, tetapi dia memiliki paras yang khas , wajah nya oval , rambut nya tergerai panjang sampai ke pinggang dan juga memiliki tahi lalat di bawah bibir kiri, jadi siapapun lelaki di dunia ini pasti meleleh kalau di senyumin Mawar.


Riki penasaran dengan gadis itu , dia terus saja memperhatikan penampilan Mawar , ada beberapa lelaki yang sedang menyawer Mawar dan ikut menari bersamanya , namun Riki tidak ikut-ikutan menyawer , dia hanya memperhatikan Mawar dari jauh di tengah-tengah kerumunan warga yang sedang menyaksikan pertunjukan gendang pencak . Setelah pertunjukan selesai, satu persatu warga membubarkan diri dari tempat pertunjukan tersebut ,rombongan gendang pencak mulai membereskan alat-alat mereka , lalu Riki menghampiri Mawar, tanpa malu ia mengajak Mawar berkenalan , "aku... suka dengan gerakan mu" kata Riki, sedangkan Mawar masih sibuk membantu ayah nya membereskan alat-alat musik yang di pakai untuk pertunjukan . Rombongan tersebut tidak langsung pulang ke desa asal mereka , tapi mereja akan menginap di salah satu rumah warga untuk semalam dan keesokan pagi nya barulah rombongan itu pamit dan menuju ke desa lainnya untuk pertunjukan kembali . Karena mereka adalah rombongan gendang pencak keliling , Riki memang tidak bisa berbuat banyak, setelah berkenalan dengan Mawar , Riki pamit dan segera pulang menuju hutan gantarawang , jujur saja seumur hidupnya baru kali ini Riki tertarik kepada seorang gadis , padahal sudah banyak gadis-gadis yang berobat pada Riki dan mendekati nya , namun baru kali dia merasakan jatuh cinta, yaaa, tarian Mawar tadi telah mencuri hatinya , riki pulang ke gubuk nya dengan hati yang gembira .

__ADS_1


Singkat cerita akhirnya Mawar dan Riki pun menikah, Pesta besar di adakan 3 hari 3 malam di desa Bojong Pinang , semua warga yang menghadiri pesta tersebut merasa sangat bahagia , kecuali ada satu orang lelaki , dia adalah Salim , Salim adalah seorang tabib yang berasal dari desa yang sama dengan Mawar, dia memang sudah lama memendam perasaan terhadap Mawar , di tambah dia iri dengan kejayaan nya Riki sebagai seorang tabib, pasien Riki jauh lebih banyak , dan Riki lebih terkenal sebagai Tabib yang sakti dari pada dirinya . Dia lah orang yang beberapa hari lalu mengirimkan santet banaspati pada Riki, namun sayang sekali santet itu sama sekali tidak bisa menyentuh bahkan mendekati Riki karena terhalang oleh energi ghaib yang lebih kuat dari Pocong Marwi , dari dulu semenjak nama Riki tersohor ke berbagai desa , sampai desa asal nya Salim , dia sangat membenci Riki , karena semenjak Riki muncul usaha pengobatan Salim itu perlahan redup dan bangkrut, sebenar nya Salim tidak mempunyai ilmu ghaib apapun dia menyuruh dukun santet untuk menyerang Riki, kini Salim sudah tahu bahwa Riki telah menikahi Mawar, maka Salim kini berfikir untuk menyerang istrinya dahulu , setelah pesta nya selesai, Salim pulang ke desa nya dia langsung menuju rumah dukun santet dan meminta dukun santet tersebut menyerang istri Riki.


Tengah malam , saat Riki dan Istrinya sedang tertidur , Riki mendengar suara ledakan lagi dari atas gubuk nya , Riki terbangun dan buru-buru ia keluar dari gubuknya dan melihat ke atas , lagi-lagi Riki melihat bola api yang melayang di atap gubuknya tersebut . Kali ini Riki sudah benar-benar kesal , dia lari ke dalam kamar pocong Marwi dan meminta Marwi untuk menyerang balik si tukang santet . Mawar yang saat itu tengah tertidur tiba-tiba saja dia terbangun karena suara gebrakan pintu yang Riki lakukan pada saat membuka pintu Kamar Marwi , dia bangun dan melihat apa yang di lakukan suami nya tersebur , Mawar kaget bukan main mengetahui Riki memelihara pocong, karena selama ini Riki tak pernah menceritakan apapun mengenai kamar Marwi yang selalu ia kunci menggunakan gembok , Riki duduk sila di hadapan pocong Marwi sambil merapalkan mantra, tak lama Pocong Marwi itu mata nya terbuka , dia terbang keluar gubuk menuju seseorang yang telah mengirim Riki santet banaspati, Wajah nya pucat, matanya melotot di tambah bau busuk , Mawar seketika saja muntah mencium aroma dari pocong Marwi tersebut

__ADS_1


__ADS_2