Teror Pocong Marwi

Teror Pocong Marwi
Eps.35 Riki vs Marwi


__ADS_3

Nenek Liman yang sedari tadi memperhatikan Ki Suri , kini ia beranjak kembali ke dalam kamar tempat Marwi di baringkan, perlahan nenek Liman mencabut kris yang menancap pada tubuh Marwi, seketika saja mata Marwi terbuka namun tak menimbulkan reaksi apapun karena nenek Liman telah menjinakan pocong Marwi persis seperti yang di alami Riki dulu, namun sekarang Marwi sepenuh nya menjadi peliharaan Ki Suri di sisi lain nenek Liman juga berhasil memperbudak Ki Suri jadi apapun yang nenek Liman katakan pasti di turuti oleh Ki Suri.


Lalu nenek Liman meletakan kris sakti di samping Marwi, dia juga membukakan satu persatu tali yang mengikat tubuh Marwi perlahan kain putih yang membungkus tubuh Marwi terbuka, lalu nenek Liman menampakan wujud asli nya dia berubah menjadi seorang gadis cantik bernama Laras (Rara) bentuk tubuh Rara sangat indah dia menggunakan kain batik, baju kebaya dan bando emas layak nya putri bangsawan zaman dulu.


Perlahan-lahan, Rara mengelus-elus kepala Marwi...


"Kau adalah seorang pengembala kerbau yang malang sedangkan aku adalah putri bangsawan yang sial nasib nya karena cinta ku tak di restui, kembali lah kang mas... Cinta kita belum usai, aku sangat mencintai mu" ucap Rara sambil menitikkan air mata nya sambil mengecup kening Marwi yang berwajah pucat.


Namun Marwi tak merespon sama sekali, dia hanya membuka mata nya dengan pandangan kosong, walaupun dia memiliki ajian pancasona yang membuat nya selalu hidup namun mustahil Marwi dapat kembali pada sosok manusia normal, karena dulu dia sudah terbaring bertahun-tahun di lembah rara, tubuh nya di penuhi ratusan demit sehingga Marwi tak dapat lagi mengendalikan dirinya.


Rara terus menangis tersedu-sedu meratapi kisah hidup nya, dia memeluk tubuh Marwi sambil terus menciumi wajah Marwi yang sangat pucat, kaku dan dingin.


Selang beberapa saat Rara kembali pada wujud nya sebagai nenek Liman, dia juga kembali membungkus tubuh Marwi dengan kain putih, lalu mengikat nya kembali dengan tali pocong, setelah itu nenek Liman pergi keluar dari kamar Ki Suri, dia melihat Ki Suri sedang mengenakan pakaian pada istri nya dan mendandani nya agar terlihat lebih cantik.


"Hai lelaki tua, setiap hari kau harus mengucurkan darah pada pocong itu agar istri mu masih tetap hidup seperti itu" begitu ucap nenek Liman.


Ki Suri hanya tersenyum sambil mengangguk sambil terus mendandani istri nya, dia akan melakukan apapun demi istri nya, apalagi kalau cuman darah hewan hal itu sangat mudah bagi Ki Suri.


Kini kembali pada Cerita Geni dan Ayah nya yang sedang bersembunyi di sebuah rumah yang sudah di tinggalkan pemilik nya di pemukiman pasar Induk.

__ADS_1


Setelah berhari-hari di rawat oleh ayah nya, Geni berangsur-angur terus membaik luka di sekujur tubuh nya pun nampak sudah mengering, tubuh nya pun kembali terisi tak lagi kurus karena Riki rutin memberi makan pada anak nya.


Riki menyadari pola makan anak nya yang aneh, Geni terus menerus merasa lapar karena masih ada Gethok di dalam tubuh Geni, karena dulu Riki sedikit mempunyai ilmu sakti dia berhasil mengeluarkan Gethok dari tubuh putri nya, saat gethok di keluarkan, tubuh mahluk itu seperti terikat karena ritual Ki Suri lah yang berhasil membuat mahluk itu menjadi tak memberontak saat Geni sedang di siksa.


Riki pun melepaskan ikatan yang mengurung gethok selama ini, dan menyuruh mahluk halus itu untuk pergi, lalu mahluk halus tersebut terbang pergi menghilang meninggalkan Geni.


"Ayah... maaf ayah aku gagal menjaga jasad ayah aku juga gagal menjaga pocong tersebut, kita harus menghentikan pocong sakti tersebut ayah karena pocong itu telah meneror para warga di desa ini serta membunuh banyak korban" ucap Geni sambil memegangi kedua lengan ayah nya.


"Tidak usah dihiraukan nak, ini semua salah ayah karena ayah hidup mu berat seperti ini , ayah juga sedang memikirkan nya" ucap Riki, sambil mengelus-elus rambut anak nya.


"Aku juga sempat mendengar bahwa Ki Suri di perintahkan oleh seorang nenek tua untuk menangkap pocong Marwi dan aku juga yakin pasti Ki Suri telah berhasil menangkap nya" ujar Geni.


Setelah Riki mengalami mati suri, dia nampak lebih sehat penyakit yang dulu di idap nya seperti hilang di telan bumi.


"Aku mau bantu ayah..." kata Geni.


"Jangan nak, ini terlalu berbahaya buat kamu, ayah mau kamu tetap bersembunyi di dalam rumah ini" Timpal Riki ayah nya. Geni terdiam, dia kecewa dengan jawaban ayah nya itu.


Di malam besok nya , Riki bersiap untuk pergi kerumah Ki Suri, Geni lah yang memberi tau arahan-arahan menuju rumah Ki Suri jarak nya memang tidak terlalu jauh dari rumah tempat Geni dan ayah nya bersembunyi lalu Riki pergi meninggalkan putrinya, dia juga berpesan pada putrinya untuk mengunci pintu, dan jangan pernah membukakan pintu saat ayah nya belum kembali.

__ADS_1


Rumah Ki Suri memang berada di ujung jalan pasar Induk, Riki tidak kesulitan untuk menemui rumah nya karena rumah nya hanya ada satu di ujung jalan. Dari kejauhan Riki melihat seorang lelaki yang sedang menyembelih kambing dengan cara di gantung, tak salah lagi itu adalah Ki Suri dia pasti sedang melakukan ritual mengambil darah nya saja untuk pocong itu kata Riki di dalam hati, Riki terus memperhatikan Ki Suri dari balik pohon yang tak jauh dari rumah Ki Suri.


Tak berselang lama, saat kambing itu sudah tidak meneteskan darah nya lagi Ki Suri masuk ke dalam rumah nya dengan membawa sebaskom ember persembahan untuk pocong Marwi.


Lalu Riki berjalan mengendap-endap mendekati rumah Ki Suri, dia juga sangat berhati-hati lalu Riki mengintip dari celah bilik, sangat kebetulan itu adalah ruangan pocong Marwi, Riki melihat nenek Liman dan Ki Suri yang berdiri di samping pocong Marwi sembari melakukan ritual persembahan darah.


Sial nya nenek Liman sudah menyadari akan kehadiran Riki, mata nya begitu cekatan menoleh kepada Riki yang sedang mengintip di lubang bilik.


Riki tak mau mengambil resiko, dia langsung mengeluarkan ajian brajamusti nya yang membuat lengan nya berapi-api lalu mengahantamkan sebuah tinjuan pada bilik tersebut sampai tembus mengenai nenek Liman.


Karena takut tubuh nenek tua tersebut hancur, seperti biasa dengan licik nya nenek Liman menghilang begitu saja ia sangat enggan untuk berhadapan dengan Riki , lain hal nya dengan Ki Suri tubuh nya terpental hingga menabrak pintu kamar, wajah nya melepuh terkena serempetan api brajamusti, Marwi pun terguling jatuh dari atas dipan ranjang.


Ki Suri meringkuk kesakitan sambil memegangi wajah nya yang terasa amat panas seperti di bakar.


"MARWI AKU ADALAH TUAN MU! BUNUH LELAKI ITU" teriak Ki Suri sambil mengacungkan jari nya menunjuk ke arah Riki.


Riki menoleh ke arah pocong itu, namun aneh nya pocong itu menghilang padahal tadi masih ada terbaring di bawah ranjang nya karena ikut terpental.


Saat Riki melihat ke segala arah mencari pocong itu, tiba-tiba saja kaki Riki terlilit oleh tali kain putih seketika saja Riki terjungkal ternyata pocong itu berada di atas Riki dengan senyuman yang menyeringis , lalu pocong itu menindih tubuh Riki lalu mengigit bahu nya.

__ADS_1


Pocong tersebut berhasil mengoyakan bahu Riki hingga terlepas kulit nya, darah dari bahu Riki keluar dengan deras, tak lama kemudian kedua tangan Riki kembali mengeluarkan api brajamusti, ia menarik tubuh Marwi dari atas, kini gantian Riki lah yang menindih pocong itu, lalu dia mencekik leher pocong Marwi sampai terbakar, karena rumah ki Suri adalah bilik panggung, dengan kekuatan brajamusti membuat kepala Marwi meledak seperti tabung gas hingga menembus permukaan tanah.


__ADS_2