
Karena tidak ada yang mau mengaku, siapa pembunuh anak buah dari Akew, akhirnya Akew menarik salah satu lelaki tua diantara kumpulan warga itu, Akew mengancam akan membunuh nya kalau masih tidak ada yang mau mengaku. Sekumpulan wanita yang berada disitu menangis dan sangat ketakutan, akhir nya ada seorang nenek-nenek yang berdiri , Akew malah tertawa, mana mungkin seorang nenek lah yang membunuh 2 orang anak buah nya itu . "aku memang lah bukan pembunuh nya ... " kata si nenek . "lantas... kenapa kau berdiri?" tanya Akew sambil tertawa . "Yang membunuh teman kau itu adalah pocoongg.." kata si nenek dengan raut wajah yang datar . Akew lagi-lagi tidak percaya dengan perkataan si nenek "pocong itu tidak ada!! itu cuman mitos untuk nakut-nakutin anak kecil" bentak si Akew . "pocong itu memang benar ada di desa ini, itu bukan lah sebuah mitos atau dongeng belaka dan kalian semua telah membuat nya marah" jelas si nenek . Seketika saja tiba-tiba angin berhembus, tidak terlalu kencang namun , memberikan kesan bahwa ada kehadiran mahluk ghaib . Akew terdiam sesaat , dia lalu melepaskan lelaki tua itu dari cengkramannya , lalu menghampiri si nenek "kalau di desa ini ada pocong nya, coba.. Bisa kau buktikan nenek? bawa aku ke hadapan pocong itu " ucap Akew di hadapan si nenek , si nenek mengangkat lengan nya , dan menunjuk ke hutan gantarawang . "Apa pocong itu disana?" ucap Akew, nenek itu lalu mengangguk . Lalu terdengarlah raungan yang bergema dari dalam hutan "AAAAAAARRRRRGGHHHHH" sudah pasti , itu adalah raungan Pocong Marwi .
__ADS_1
Tiba tiba saja, anak buah Akew merasa ngeri dan mundur beberapa langkah menjauhi sisi hutan gantarawang mendengar raungan itu, Akew pun penasaran , dan menyuruh 5 orang anak buah nya untuk masuk ke dalam hutan gantarawang, sementara Akew dan anak buah lain nya hanya menunggu dan menyaksikan di pinggir hutan , perlahan ke 5 anak buah nya itu masuk ke dalam hutan , semakin mereka memasuki hutan, semakin mereka tidak terlihat karena memang hutan itu sangat lebat ditambah kabut yang menyelimuti hutan tersebut. Namun tak lama kemudian , terdengar suara teriakan seorang lelaki minta tolong dari dalam hutan , mereka semua seperti sedang di siksa, menjerit jerit minta ampun, entah apa yang terjadi pada mereka . "Apa di hutan ini ada harimau?" tanya Akew pada seluruh warga , "tidak pernah ada hewan buas apapun di dalam hutan tuan, yang ada hanya koloni monyet dan juga seorang tabib bernama Riki yang amat sakti , ia tinggal di dalam gubuk di tengah hutan gantarawang" jawab seorang warga "Rikii??" balas Akew lagi , "iya, dia adalah seorang tabib sakti yang memelihara pocong itu" balas seorang warga lagi . Akew masih belum mempunyai nyali untuk masuk ke dalam hutan tersebut, dia malah menyuruh 5 orang anak buah nya lagi masuk kedalam hutan gantarawang . Anak buah Akew saat itu malah saling lempar tugas , mereka juga sama ketakutan nya, tak ada satu orang pun dari anak buah nya Akew yang mau masuk ke dalam hutan gantarawang . Tapi dengan bengis Akew menarik paksa anak buah nya itu, akhirnya hanya 3 orang saja lah yang mau menuruti perintah Akew, perlahan... mereka ber tiga mulai jalan ke dalam hutan gantarawang , namun lagi dan lagi, ketika mereka bertiga mulai berjalan memasuki hutan gantarawang dan semakin jauh semakin tidak terlihat, tak lama... mereka bertiga bernasib sama seperti kelima orang anak buah Akew yang masuk di awal, kini dari pinggir hutan gantarawang mulai terdengar suara teriakan ketiga anak buah Akew seperti seseorang yang sedang di siksa lalu, jeritan itu hilang begitu saja . Dan semua anak buah Akew yang masuk ke dalam hutan tak ada satu orang pun yang kunjung kembali.
__ADS_1
"bagaimana ini?" tanya salah satu anak buah Akew "mari kita serang ramai ramai saja" jawab Akew . Akew menyuruh semua anak buah nya membawa senjata yang mereka punya, bagi gerombolan yang membawa senjata api, mereka di posisikan di barisan paling depan, perlahan semua gerombolan itu masuk ke dalam hutan gantarawang , semakin mereka masuk , semakin suasana nya terasa remang karena pepohonan di hutan itu sangat besar dan dedaunan nya juga rindang .
__ADS_1
Malam pun tiba , sementara Akew masih tersesat seorang diri di tengah hutan gantarawang, tidak ada seorang anak buah nya pun yang tersisa . Ketika sedang berjalan , Akew berhenti di sebuah pohon besar, tepat di hadapan nya ada sebuah gubuk yang di depannya di tancap kan obor , Akew pun merasa lega, ternyata ada seorang warga yang tinggal di tengah hutan seperti ini . Buru-buru ia mendekati gubuk tersebut , setiba nya dia di depan gubuk tersebut, tanpa mengetuk pintu. Akew langsung menerobos masuk, tak ada siapa siapa di dalam gubuk, namun dia melihat ada dua kamar yang pintu nya di tutup rapat , kemudian terdengar lah suara lirih dari dalam salah satu kamar tersebut "GETIIHHH" begitu suaranya . Akew memberani kan diri dan mulai melangkah perlahan, dia sangat waspada, golok di tangan kanan nya siap menebas siapa pun yang menyerang nya , Akew mengintip pelan pelan dari celah pintu bambu salah satu kamar yang di duga sumbar suara lirih tersebut, betapa terkejut nya Akew , melihat tumpukan manusia yang di duga itu adalah anak buah Akew, mayat itu satu persatu di gerogoti oleh pocong Marwi , akew mundur beberapa langkah dan berusaha keluar dari gubuk tersebut , namun... pintu gubuk itu tiba-tiba tertutup sendiri dia pun berusaha mencungkil pintu tersebut dengan golok yang dia punya , masih belum terbuka, Akew juga mencoba mendobrak pintu nya dengan menendang pintu bambu tersebut , belum sempat Akew membuka pintu keluar tersebut , tiba tiba kamar pocong Marwi itu terbuka secara perlahan , Akew menoleh dengan raut wajah yang ketakutan"GEETIIIHHHHH" suara lirih terdengar kembali dari dalam kamar pocong Marwi, setelah itu entah apa yang terjadi , Akew berteriak teriak seperti seorang yang sedang di siksa dan di kuliti darah muncrat ke dinding bilik tak sampai 20 menit teriakan Akew kini tak terdengar lagi , dia pasti sudah tewas . Tak lama sosok Riki keluar dari gubuk itu, dia masih berpakaian seperti bangsawan namun pada jas nya itu kini ada bercak darah, Riki berdiri di depan gubuk nya , kedua tangan nya di belakang punggung , dia pun mendolak ke langit ,tatap wajah nya begitu santai dan datar ,kekuatan ghaib yang di miliki Riki kini semakin kuat dan buas , dia bukan hanya bisa mengobati seorang yang sakit , dia juga bisa membunuh banyak orang dalam sekejap mata dengan kekuatan Marwi yang sudah dia kuasai .
__ADS_1
Walaupun kini Riki sudah sangat sakti , namun masih ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab di benak Riki, siapakah yang menyantet ke dua orang tua nya dulu , Riki sangat yakin bahwa dulu orang tua nya pasti terkena santet, tapi siapa kah orang yang sudah menyantet kedua orang tua nya dulu, siapa yang tega menghancurkan keluarga nya, apakah dia masih hidup? pertanyaan itu terus terngiang-ngiang di dalam benak Riki . Ia kembali masuk ke dalam gubuk nya itu, Riki langsung membaringkan dirinya di ranjang sambil memejamkan matanya , ia berusaha untuk tidur . Sesekali Riki mendengar suara Marwi yang sedang lahap menyantap para gerombolan . Lalu ke esokan pagi nya Warga di gegerkan dengan kepala Akew yang tergeletak di tengah tengah Desa , warga merasa puas dan senang melihat Akew telah tewas , kini warga telah terbebas dari tekanan gerombolan NII tersebut, bukan nya dikubur , kepala Akew itu malah di tancap kan di sebuah bambu runcing , dan di letakan di gapura pintu masuk Desa Bojong Pinang , warga melakukan itu karena mereka merasa kesal dengan ulah si gerombolan yang telah menindas seluruh warga desa Bojong Pinang. Setelah para gerombolan itu di bantai habis oleh Pocong Marwi , kini hidup warga desa kembali normal , mereka mulai aktivitas seperti biasa .
__ADS_1