Teror Pocong Marwi

Teror Pocong Marwi
Eps.29 Brajamusti Milik Geni


__ADS_3

Sementara itu disisi lain, Sakti kini kehilangan jejak dari gadis pembawa kepala pocong yang sedang ia cari , saat Sakti kembali ke desa yang telah menangkap Geni , Sakti bertanya apakah perempuan itu telah berhasil di bunuh , namun salah satu warga malah bilang , gadis itu di rasuki oleh gethok sehingga tak ada seorang warga pun yang berani kembali masuk ke dalam hutan belantara tersebut .


Lalu Sakti kembali memacu kuda nya dan berkelana menyusuri setiap desa , namun ia tak mendapatkan petunjuk apapun tentang keberadaan gadis tersebut.


Hingga suatu hari , Sakti tiba di pasar Induk , dia melihat pada salah satu ruko yang masih menyala , dia pun berjalan mendekati ruko tersebut , lalu kuda nya di ikat di sebuah pohon besar yang ada di depan ruko tersebut , ternyata itu adalah sebuah bar perjudian , lalu Sakti masuk dan memesan sebotol minuman beralkohol pada meja pelayan.


Bonti yang berada di meja pelayan menyambut kedatangan Sakti sebagai tamu nya , dan segera mengambil minuman yang Sakti pesan , saat Bonti membalikan badan nya , Sakti terkejut melihat pundak pelayan tersebut bolong, seperti luka gigitan serangan hewan buas.


"Heh gendut , pundak kau kenapa?" tanya Sakti pada pelayan tersebut .


"Di gigit Geni , dia adalah wanita jadi-jadian saat masih bekerja sebagai pelayan disini" jawab Bonti.


Sontak saja Sakti terkejut , dia berfikir itu pasti wanita yang selama ini ia cari-cari .


"Apakah wanita itu membawa sebuah buntelan?", tanya Sakti dengan penuh semangat .


"ia... wanita itu selalu membawanya" jawab Bonti sambil menyodorkan sebotol minuman yang tadi Sakti pesan.


"Dimana dia sekarang?!" ucap Sakti sambil berdiri .


"Dia kini berada di rumah Ki Suri" jawab Bonti dengan santai .

__ADS_1


Lalu Bonti menjelaskan dimana letak rumah Ki Suri , tak lama Sakti pergi dari Bar tersebut dan segera menuju ke rumah lelaki tua itu . Sesekali Sakti memberhentikan laju kuda nya dan kembali bertanya pada seseorang yang ia temui di jalan untuk menanyakan rumah Ki Suri , karena memang rumah Ki Suri itu berada di ujung perkampungan pasar Induk dan cukup tersembunyi .


Sesampai nya Sakti di penghujung kampung pasar Induk , dia melihat ada sebuah rumah kayu yang di depan nya di tancap kan 2 buah obor, Sakti turun dari kuda nya dan mengikat kuda nya pada batang pohon . Sakti berjalan menuju pintu rumah tersebut , dan mengetuk-ngetuk pintu nya, tak lama muncul lah Ki Suri.


"Siapa kau?" tanya Ki Suri . wajah pemuda di hadapan nya itu memang tampak asing .


"Nama saya Sakti ki... Maaf telah mengganggu aki malam-malam begini, saya ingin bertanya apakah Geni ada disini?" tanya Sakti dengan sopan , kini dia tau nama gadis yang sedang ia kejar berkat seorang pelayan tadi di bar .


"Apa keperluan mu dengan Geni?" tanya Ki Suri .


Sakti langsung menjelaskan bahwa wanita yang Ki Suri tangkap itu adalah seorang dukun santet yang sangat berbahaya, wanita itu sedang memperdalam ilmu hitam dan membawa kepalan pocong. Namun lelaki tua yang berada di hadapan nya itu tak menjawab perkataan nya , dia malah menyuruh Sakti masuk ke dalam rumah nya .


Sakti pun menurut, namun dia harus hati-hati , karena kata lelaki yang ada di bar tadi bilang bahwa Ki Suri adalah seorang dukun sakti . Dia duduk di atas sebuah kursi kayu yang sudah reot , lalu lelaki tua itu berjalan menuju dipan kayu tempat mayat wanita itu di baringkan , Sakti lumayan terkejut melihat di dalam rumah ini ternyata ada seorang mayat yang telah mengering .


Ritual ki Suri pun selesai, namun tak ada hal aneh yang terjadi , mayat perempuan tersebut tetap terbaring di atas dipan kayu .


"Itu mayat siapa ki?" Tanya Sakti dengan sangat hati-hati .


"Ini Istri ku , dia meninggal 3 bulan yang lalu di gigit ular berbisa saat sedang di sawah" jawab Ki Suri. Wajah Ki Suri ini sangat khas orang jawa , dengan Kumis tebal di wajah nya dan logat bicara nya .


Sakti tak peduli dengan apa yang sedang di lakukan Ki Suri, yang penting bagi Sakti adalah mendapatkan kepala pocong Marwi, ia harus segera membawa kepala pocong tersebut ke dalam hutan gantarawang, tak ingin lama-lama berada di sana akhir nya Sakti pun terus terang pada Ki Suri.

__ADS_1


"Ki sebenar nya kedatangan saya kemari untuk mengambil kepala pocong , yaitu sebuah buntelan yang gadis itu bawa. Apa aki menyimpan nya?" tanya Sakti .


Ki Suri pun mengangguk , kemudian dia menunjuk dinding dekat pintu kamar nya , tampak lah buntelan kepala pocong itu yang menggantung disana , dan saat Sakti melihat buntelan kepala pocong tersebut , dia sudah tak bisa menahan lagi kesabaran nya, Sakti pun bangkit dari duduk nya dan hendak mengambil kepala pocong Marwi , namun Ki Suri pun menahan langkah Sakti mendekati kepala pocong itu, lelaki tua itu yang kini berada di hadapan Sakti menggelengkan kepala nya .


"Ki... kepala pocong itu sangat berbahaya , aku harus segera membawa nya pergi" ucap Sakti .


"Kepala pocong itu, kini miliku" timpal Ki Suri .


Lalu Sakti mendorong tubuh lelaki tua tersebut, kini tak ada cara lain untuk mendapatkan kepala pocong tersebut, dia harus melawan Ki Suri lalu Ki Suri jatuh seketika , segera Sakti mengambil golok yang di cantol kan di sebelah pinggang nya , namun Ki Suri pun tak tinggal diam , dia meraih pisau kecil yang berada di piring kemenyan tadi yang ia taruh di bawah dipan kayu jasad istri nya tersebut. dia menodongkan pisau kecil itu tepat di depan ******** Sakti .


"Pergi!!! Atau mau ku potong ******** mu" ancam Ki Suri .


Saat mereka berdua sedang saling mengancam , tiba-tiba saja terdengar bunyi ledakan dari arah kandang sapi , kandang itu pun terbakar . Ki Suri dan Sakti pun kaget , mereka berdua segera lari keluar rumah , dan saat itu lah tampak Geni yang sedang berdiri di depan rumah Ki Suri , kedua mata nya memerah dan kedua tangan nya mengepal mengeluarkan api yang menyala-nyala .


"Brajamusti?" suara Ki Suri dengan lirih , dia melongo melihat ajian brajamusti milik Geni .


Dulu , saat Riki berhasil mengalahkan Marwi , dia mengganti nama putri nya itu dari Dahlia menjadi Geni yang arti nya Api , karena ajian brajamusti yang begitu membara berapi-api , dan saat usia putri nya itu menginjak 12 tahun , Riki juga berhasil mewariskan ajian brajamusti pada putri nya tersebut . Walaupun Geni telah menguasai ajian brajamusti , namun tubuh nya itu belum cukup kuat untuk menahan kekuatan dari brajamusti yang begitu besar .


Dan pada Malam itu , saat Geni sedang memamerkan ajian brajamusti di hadapan Ki Suri dan Sakti , kedua lelaki itu bergetar ketakutan saat mengetahui gadis itu memiliki kekuatan brajamusti , tak lama kemudian Geni berlari menuju kedua lelaki itu ia meloncat dan hendak mendaratkan sebuah pukulan brajamusti ke arah kedua lelaki itu .


Belum sempat Geni mendekat pada Ki Suri dan Sakti , tiba-tiba saja tubuh nya melemah , ia jatuh terkapar di atas tanah , ternyata tetap saja tubuh nya belum kuat untuk menahan ajian brajamusti , dulu pun Riki butuh waktu beberapa minggu untuk dapat menahan ajian brajamusti apalagi Geni adalah seorang wanita , entah butuh waktu berapa lama agar Geni dapat menguasai ajian brajamusti .

__ADS_1


Saat itu wajah Ki Suri dan Sakti benar-benar pucat tubuh nya gemetaran , andai saja Geni saat itu berhasil menghajar mereka dengan brajamusti ,pasti lah mereka berdua telah tewas dan tubuh nya akan hancur .


__ADS_2