Teror Pocong Marwi

Teror Pocong Marwi
Eps.30 Malapetaka I


__ADS_3

Perlahan-lahan Ki Suri dan Sakti berjalan mendekati Geni yang sedang terkapar, tampak lah tangan Geni yang begitu memerah seperti bara api yang sedang meredup .


"Kita bunuh saja wanita ini" ujar Sakti memberikan saran.


"Jangan... Aku masih membutuhkan darah nya, dia memiliki darah turunan ningrat" jawab Ki Suri.


"Ternyata dia memiliki warisan brajamusti, keluarga nya pasti bukan orang sembarangan. Tubuh nya pasti belum kuat menahan ajian brajamusti yang begitu dahsyat" sambung Ki Suri.


Tubuh Geni akhirnya di bopong masuk ke dalam rumah Ki Suri, tubuh nya di ikat pada tiang yang berada di tengah rumah dengan sangat kuat. Ki Suri masih memanfaatkan darah Geni untuk membangkitkan istrinya yang sudah mati, istri nya Ki Suri bisa bangkit kembali dengan di kucuri dengan darah keturunan ningrat, ritual itu pun hanya bisa di lakukan saat malam jumat bulan purnama.


Disisi lain Sakti sudah tidak tahan ingin segera merebut kepala pocong Marwi yang menggantung di dekat pintu kamar, kali ini Sakti tak ingin lagi merebut nya secara paksa melainkan dengan bernegosiasi, Sakti pun akhirnya memberi tahu pada Ki Suri bahwa dia akan membangkitkan pocong Marwi, Sakti juga berkata bahwa pocong itu memiliki ilmu yang sangat sakti, dengan memanfaatkan kekuatan dari pocong itu dapat memberikan kekayaan dan kejayaan, Sakti berjanji akan memberikan imbalan pada Ki Suri kalau lelaki tua itu mau memberikan kepala pocong Marwi tanpa ada keributan.


Awal nya Ki Suri hanya diam, dia seperti nya sedang memikirkan perkataan yang di ucapkan Sakti, lalu dia berjalan menuju pintu kamar dan mengambil sebuah kursi plastik, lalu dia meraih buntelan kepala pocong tersebut dan membuka nya, tampak lah kepala Marwi yang masih utuh, mata nya terpejam, wajah nya pucat sekali tidak seperti warna kulit manusia pada umumnya, dan kepala itu masih terbalut kain kafan yang sudah terlihat sangat usang.


"Apa yang akan kau lakukan pada kepala pocong ini?" tanya Ki Suri penasaran.


"Ada dua syarat agar pocong Marwi bisa bangkit, yang pertama tulang belulang tubuh nya harus di kucuri dengan darah orang yang telah melakukan ritual nyatu raga dengan pocong ini, dan orang itu adalah Riki, ayah dari gadis itu, aku sudah berhasil mencuri jasad nya, nenek Liman juga telah mengucuri darah Riki pada tulang belulang Marwi yang kedua kepala pocong itu harus menyentuh tanah" Jawab Sakti kini dia berkata jujur.

__ADS_1


"Siapa itu nenek Liman?" tanya lagi Ki Suri.


"Dia adalah guru spiritual ku" jawab Sakti singkat.


Ki Suri pun kembali terdiam lalu dia berjalan sambil menjinjing buntelan kepala pocong, namun hal yang tidak di duga-duga terjadi Ki Suri malah melempar kepala pocong itu keluar rumah sehingga kepala pocong itu terlempar menggelinding di atas tanah, sontak Sakti langsung berlari untuk meraih kepala pocong itu , namun hal itu sia-sia...


Mata Marwi kini terbelalak, mata nya hitam semua, asap kental mengepul, entah dari mana asal nya asap itu, seperti ada serangan kabut tiba-tiba, Sakti yang berdiri di depan pintu rumah itu mematung dia menelan ludah nya sendiri, tubuh nya bergetar hebat, wajah nya tegang sekali, dia tidak tahu apa yang akan terjadi kalau pocong Marwi bangkit tanpa pengawasan dari nenek Liman.


Perlahan-lahan asap itu mulai menghilang, terlihat lah pocong Marwi yang sedang berdiri tak jauh dari Sakti, tubuh nya sangat bau dan juga pocong itu sangat haus akan darah, Ki Suri segera mengambil pisau kecil nya tapi tidak ketemu yang ada hanyalah kris sakti milik Geni, lalu dia meraih nya untuk berjaga-jaga, sebenar nya tadi Ki Suri hanya ingin membuktikan perkataan si Sakti dan ternyata benar kini pocong itu bangkit tepat di hadapan rumah nya. Ki Suri dan Sakti pun kini dalam bahaya.


Perlahan mulut pocong itu pun terbuka, ia mengeluarkan lendir yang sangat menjijikan, Sakti tidak bisa berkutik dia masih mematung melihat kebangkitan Marwi.


Buru-buru Ki Suri masuk dan menutup pintu rumah nya, dia masih mengacungkan kris yang ia pegang ke segala arah, Ki Suri kini percaya bahwa pocong itu bukan mahluk demit biasa ada ilmu ghaib yang sangat kuat, lelaki tua itu jelas tak sanggup untuk menandingi nya, suara pocong itu sudah tidak terdengar namun Ki Suri masih harus waspada.


Tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu rumah nya , ketukan itu berjeda seperti sedang ada yang mempermainkan nya.


"GETIIIIHHHH....." ucap pocong Marwi dari luar.

__ADS_1


Ternyata pocong itu belum pergi, entah kenapa pocong itu tidak bisa langsung masuk ke dalam rumah Ki Suri seperti ada ilmu ghaib yang kuat menghalanginya, jelas saja karena ada energi dari kris Sakti milik Geni . Pocong Marwi masih mengetuk-ngetuk pintu rumah nya sambil terus meringis kata getih, lalu Ki Suri berteriak dengan penuh tenaga berlari menusukan kris itu pada pintu rumah nya, kris usang yang berkarat itu masih mampu menembus pintu kayu rumah nya, entah itu mengenai tubuh Marwi atau tidak, namun seketika saja suasana menjadi hening, suara ketukan pintu itu tak terdengar kembali.


Lalu Ki Suri mengintip dari balik celah pintu kayu nya, dia melihat ke sekeliling depan rumah nya, namun nampak nya pocong itu telah pergi. Buru-buru Ki Suri lari ke dalam kamar nya, ia mengambil sebuah toples yang di bungkus menggunakan kain hitam, itu adalah garam lalu Ki Suri berkomat-kamit merapalkan mantra pada garam itu, setelah selesai Ki Suri langsung menaburi garam itu di sekeliling rumah nya agar tidak ada mahluk ghaib yang mengusik nya lagi.


Pocong itu terbang sambil tertawa-tawa suara nya begitu besar menggema seperti raksasa, ternyata dia terbang menuju pasar Induk, suasana di tengah pasar sangat sepi karena memang sudah larut malam, namun berbeda dengan Bar tempat Bonti bekerja, kebetulan saat itu suasana Bar sedang ramai dengan tamu yang berjudi, ada seorang lelaki yang keluar dari Bar ternyata dia sedang muntah-muntah karena kebanyakan minum-minuman beralkohol, lelaki itu mendengar suara rintihan dari kegelapan di seberang ruko, ternyata Marwi sedang berdiri di balik kegelapan sambil terus merintih kata getih, lelaki itu terus memperhatikan arah kegelapan dia penasaran siapa orang yang terus mendesis mengeluarkan kata getih.


Sambil berjalan sempoyongan, dia mendekati arah sumber suara tersebut, dia benar-benar dalam bahaya karena di balik kegelapan itu adalah pocong Marwi. Samar-samar lelaki itu seperti melihat seseorang yang sedang berdiri mematung.


"Woi siapa kau! jangan nakut-nakutin ya kau pikir aku takut!" Teriak lelaki itu .


Untung saja ada seorang teman nya yang memanggil lelaki itu dari depan bar, akhirnya lelaki itu kembali masuk ke dalam bar dan dia selamat. Sesaat kemudian pocong Marwi melayang masuk ke dalam bar, karena suasana di bar gelap remang-remang, pengunjung di bar yang melihat wujud pocong yang baru saja memasuki bar pun malah tertawa terbahak-bahak , mereka mengira wujud pocong itu hanyalah lelucun.


"Siapa dia? ada-ada saja orang itu masuk ke dalam bar menggunakan pakaian ala pocong" ucap salah satu lelaki yang sedang berjudi .


Wajah dari pocong Marwi memang utuh seperti layak nya seorang manusia pada umum nya, wajah nya hanya pucat namun utuh tak membusuk sama sekali ajian pancasona itu memang sangat sakti.


Pocong Marwi masih berdiri di tengah-tengah meja bar para penjudi.

__ADS_1


"GETIIIHHHHH" rintihan Marwi.


Entah mengapa, para pengunjung bar malah semakin tertawa terbahak-bahak, lalu Bonti berjalan dari meja pelayan nya menuju pocong Marwi sambil membawa sebotol minuman.


__ADS_2