Teror Pocong Marwi

Teror Pocong Marwi
Eps.19 Penghianatan !


__ADS_3

Riki segera keluar dari gubuk nya , kini di hadapan nya dia melihat nenek Liman yang berdiri diantara dua pohon, ekspresi wajah nenek itu datar , Riki dengan tergesa-gesa menghampiri nenek Liman , "ni dimana pocong Marwi? " tanya Riki , wajah nya memerah di penuhi dengan nafsu akan pocong tersebut "Marwi ada di lembah rara , tapi kau takan bisa mengalahkan nya" ujar nenek Liman "tapi aku sudah memiliki ajian brajamusti ni , aku yakin aku bisa mengalahkan nya" jawab Riki "ajian brajamusti tak cukup untuk dapat membunuh nya , dia itu bukan pocong biasa , dia memiliki ilmu pancasona , tapi aku bisa bantu kamu untuk membunuh nya" kata nenek Liman , dia menatap Riki , kedua bola mata nya putih terkesan cukup mengerikan "aku berterimakasi ni" ucap Riki , lalu nenek Liman mengajak Riki untuk mengikuti nya menuju lembah rara , lembah itu terpisah dari desa bojong pinang , dan jarak nya pun lumayan jauh , mereka cukup memakan waktu yang lama untuk pergi ke lembah rara . Dulu lembah rara cukup ditakuti oleh manusia , namun makin kesini , kesan ke angkeran nya pun semakin redup , kini banyak orang yang mengembala kan kambing nya dekat dengan lembah rara .


Saat Riki dan nenek Liman tiba di lembah rara , suasana di lembah sedang berkabut , Riki berada tepat di sisi lembah , kini dasar lembah tak lagi terlihat karena tertutup dengan rimbunan semak , ditambah kabut yang menghalangi jarak pandang mereka . Riki menoleh ke berbagai arah "dimana pocong itu ni?" tanya Riki , nenek Liman hanya menunjuk ke dasar lembah , saat Riki hendak loncat menuruni lembah tersebut , tiba-tiba saja nenek Liman memegangi tangan Riki "tunggu... sudah ku bilang kau tak akan bisa membunuh pocong tersebut" ujar nenek Liman , "lalu apa rencana mu ni?" tanya Riki , "berikan kris itu pada ku , biar ku penggal kepala pocong itu , untuk mengalahkan pocong yang menguasai ajian pancasona , kita harus memisahkan kepala dengan tubuh nya , biar nanti kau bisa memegangi tubuh nya Marwi " jawab nenek Liman "aku bahkan telah menghancurkan kepala Marwi namun dengan sekejap kepala tersebut bisa pulih dan utuh kembali" kata Riki "bukan di pecah kan , tapi di pisahkan , jangan sampai kepala itu menyentuh tanah" jelas nenek Liman, Riki mengangguk , dia pun menuruti strategi nenek Liman, Riki melompat melewati sisi lembah rara , sesampai nya dia di dasar lembah, pandangan Riki terhalang berbagai tumbuhan liar , Riki harus menarik-narik tumbuhan tersebut dan menyingkir kan nya agar jalan nya tidak terhalang karena dia tidak membawa golok .


Tiba-tiba saja , pocong Marwi muncul dari balik tumbuhan liar , Riki panik dan langsung segera mencekik leher pocong tersebut , ajian brajamusti yang di miliki Riki membuat lengan nya memerah seperti bara api yang sedang di bakar, dengan mudah Riki mengangkat pocong tersebut sambil terus mencekik nya , Riki membuat pocong Marwi benar-benar tidak berdaya , dia menunggu serangan dari nenek Liman untuk memenggal kepala Marwi , namun nenek tua tersebut tak kunjung terlihat, tak lama kemudian kedua mata Riki melotot , darah keluar dari mulut nya , dia meringis seperti menahan sakit , perlahan dia melepaskan cengkraman tangan nya dari leher Marwi , dan meraba perut nya sendiri , ternyata ada kris yang menancap di perut nya itu , tepat di belakang nya ada nenek Liman yang kembali menusukan kris itu di punggung Marwi hingga menembus perut , Riki pun langsung menunduk , serangan nenek Liman itu sungguh tidak di duga oleh Riki , itu adalah serangan telak , Riki pun terkapar di dasar lembar rara , sebelum mata Riki terpejam , Riki melihat nenek Liman memegang wajah Marwi, aneh nya wajah nenek Liman itu berubah menjadi wanita yang sangat cantik yang menggunakan kebaya batik dan bando emas , wanita itu meraba wajah Marwi sambil menangis tersedu-sedu . "Siapa kau sebenar nya nenek tua sialan!!!" tanya Riki di saat terakhir nya ,nafas nya mulai tersendat-sendat , sampai akhirnya dia tidak sadarkan diri , sementara itu nenek Liman tak menghiraukan Riki , dia masih memegangi wajah Riki sambil menangis tersedu-sedu .

__ADS_1


Ternyata nenek tua penghuni hutan gantarawang adalah Rara yang menjelma menjadi nenek Liman, dia adalah kekasih nya Marwi dulu , karena dia mati dengan cara tak wajar melompat ke dalam lembah itu membuat arwah nya pun gentayangan dan menjadi demit, yang selalu ingin membangkitkan Marwi , sebenar nya alam antara Marwi dan Rara itu sangat berbeda, Marwi yang memiliki ajian pancasona itu tidak dapat mati atau di bunuh , wujud nya masih manusia , hanya saja sudah ribuan jin dan demit jahat yang masuk kedalam tubuh Marwi , sehingga dia tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri , sedangkan Rara murni sebagai demit yang bergentayangan di desa bojong pinang .


Entah berapa lama Riki terkapar di lembah rara , akhirnya dia pun siuman , Riki bingung kenapa tiba-tiba dia berada di atas ranjang , dia meraba perut nya , terdapat berbagai rempah-rempah yang di balurkan pada luka nya itu , Riki meringis , dia merasakan sakit di luka nya itu , samar-samar dia melihat seorang lelaki di tungku perapian , lelaki itu ternyata pak Komar , dia lah yang menyelamatkan Riki di dasar lembah rara , saat Riki di bawa oleh nenek Liman ke lembah Rara, diam-diam pak Komar mengikuti nya , pak Komar curiga bahwa nenek tua itu akan berbuat jahat pada Riki , dan ternyata perasaan pak Komar itu tidak salah . Pada saat itu , karena pak Komar tidak berani untuk mengikuti Riki masuk ke dalam lembah rara , pak Komar menunggu nya di sisi lembah , sampai saat matahari mulai terbit , Riki tak kunjung terlihat menaiki lagi lembah rara , karena itu pak Komar memberanikan diri untuk menuruni lembah rara dengan sangat hati-hati , setiba nya di dasar lembah , pak Komar bisa langsung melihat Riki yang terbaring dengan keadaan kris yang menancap pada punggung Riki , buru-buru pak Komar mencabut kris itu dari punggung Riki saat itu Marwi dan nenek Liman sudah menghilang entah kemana .


Setiba nya pak Komar di rumah , dengan sisa tenaga yang ia miliki , segera pak Komar mencari rempah-rempah ke halaman belakang rumah nya , untuk mengobati luka tusuk pada perut Riki , pak Komar juga sempat heran , bagaimana bisa Riki bertahan hidup dalam keadaan seperti itu , kalau orang biasa mungkin sudah mati seketika itu , namun pertanyaan itu tak penting bagi pak Komar untuk di sampai kan kepada Riki , yang terpentinh saat itu adalah kesembuhan Riki .

__ADS_1


Berhari-hari sudah pak Komar merawat Riki, setiap malah Riki selalu mendengar raungan Marwi dari dalam hutan gantarawang , Riki sangat kesal , karena telah di hianati nenek Liman , namun berkay nenek Liman juga lah dia tau bagaimana cara memusnahkan pocong Marwi , Riki sangat tidak sabar ingin berhadapan lagi dengan pocong tersebut .


Satu minggu kemudian , luka di perut nya itu mulai mengering , perlahan Riki bangkit dan mencoba untuk berjalan mengenakan pakaian nya kembali , dengan tertatih-tatih Riki berjalan keluar menuju pintu , pak Komar yang saat itu sedang mempersiapkan sarapan pagi nya nya heran "mau kemana raden?" tanya pak Komar "aku harus segera ke hutan dan memusnahkan pocong itu , kalau tidak pocong tersebut akan terus mengganggu istri ku" jawab Riki , "jangan gegabah raden...tunggulah dulu sampai luka di perut raden benar-benar sembuh" ujar pak Komar , memang benar Riki masih merasa sakit di bagian perut nya , jalan nya pun masih terlihat sempoyongan , dengan sigap pak Komar berlari ke arah Riki , dan memapah Riki berjalan kembali ke atas ranjang , "tunggu lah beberapa hari lagi raden, sampai luka di perut raden benar-benar sembuh , kalau raden terlalu memaksakan diri itu terlalu berbahaya" saran dari pak Komar , Riki saat itu masih meringis kesakitan sambil terus memegangi perut nya , "musuh ku kini bukan hanya pocong itu" ungkap Riki "siapa lagi raden? memang ada lagi demit berbahaya di dalam hutan gantarawang?" tanya pak Komar "iya pak.. dia adalah nenek Liman, sewaktu kecil , aku di tinggal kan kakak ku dalam keadaan buta di tengah hutan gantarawang , lalu nenek itu lah yang menolong ku , ternyata dia adalah demit yang sangat jahat, dia lah yang telah menusuk ku di lembah rara , aku tidak tau mengapa nenek itu menolong pocong Marwi , sebelum aku tak sadarkan diri di lembah rara , aku melihat nenek tua tersebut berubah wujud nya menjadi seorang wanita yang sangat cantik" ucap Riki , "raden... bisa jadi nenek tua tersebut lah yang menjadi dalang dari semua ini , dia lah yang bisa mengendalikan pocong tersebut" ujar pak Komar , "ya...sangat besar kemungkinan seperti itu" timpal Riki .


Lalu pak Komar menyiapkan sarapan , itu hanyalah rebusan singkong , kebetulan singkong di samping rumah pak Komar telah cukup matang untuk bisa di makan , hanya makanan seadanya saja lah yang mampu membuat pak Komar bertahan sampai sekarang , setelah itu pak Komar menyuruh Riki untuk istirahat dan jangan terlalu banyak bergerak , agar luka di perut nya itu bisa segera mengering . Lalu pak Komar pergi berkeliling desa untuk mencari sesuatu agar bisa di makan di malam hari .

__ADS_1


__ADS_2