
...Hallo Everybody...
...Balik lagi sama Author yang gak jelas ini....
...Semoga kalian menikmati novel ini dan jangan lupa tinggalkan jejak ya......
...Happy Reading 💗...
###
"Apa yang kau lakukan Bri!!!" ucap Arthur dengan nada tingginya mengagetkan semua orang.
"Kamu kok di sini Thur?? tumben banget nemuin mommy" ucap Bu Amor mengejek anak kedua nya itu.
"Arthur cuma mau ngunjungin mommy aja. Emangnya gak boleh?" tanya Arthur balik seraya menatap tajam Fira.
"Kamu kapan balik dari Swiss?? udah bosen di sana?" tanya Arthur mengejek pada adik bungsu nya. Ya memang lah, kan Arthur adiknya cuman 1.
"Mau cari pendamping lah Kak!! ya kan Fir??" ucap Brian dengan mengalihkan pandangannya ke arah Fira.
°°°
"Si*al" umpat Arthur kesal.
"Kenapa Brian natap Fira gitu sih?" Desis Arthur pelan agar tak terdengar oleh semua orang yang ada di ruangan itu.
Fira yang ditanya oleh Brian pun menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal karena merasa tidak nyaman dan canggung.
"Pendamping apa?" Tanya Fira heran.
"Pendamping hidup lah Fir!!" Balas Brian terkekeh geli.
__ADS_1
Sementara Arthur semakin kesal dengan perkataan Brian. Dirinya terus saja menggertakkan giginya namun tanpa suara.
"Oh iya Thur, istrimu bagaimana keadaannya?" Tanya Bu Amor menanyakan menantu keduanya.
"Entahlah Mom! Tak ada perubahan. Bahkan dokter dari luar negeri pun sudah menyerah untuk menangani nya" Balas Athur sendu.
Ekspresi itu tak luput dari penglihatan Fira yang semakin yakin kalau dirinya akan dimanfaatkan saja oleh daddy temannya itu.
Benar kata Fira, kalau dimadu kan gak enak. Dirinya mau menjadi satu-satunya bukan salah satunya. Jadi, dia akan berusaha untuk menghindari daddy temannya itu meskipun harus bertemu setiap hari.
Tapi, bagaimana perasaan yang dia rasakan? Dirinya tak mau terjebak dalam kisah yang pelik ini. Dirinya tak sanggup jika akan ada sebuah harapan yang akan diberikan kepadanya.
***
"Bun, ini Fira boleh pamit gak?" Tanya Fira pada Bu Amor karena tak mau menengahi keluarga yang sedang berkumpul ini.
"Tentu sayang!! Apa mau diantar oleh supir? Bunda suruh supir ngantar kamu ya?" Tawar Bu Amor pada anak angkat nya itu.
"Kenapa Mommy akrab banget sama Fira?" Batin Arthur penasaran.
"Biar Brian aja yang antar Mom!" Tawar Brian untuk mengantarkan Fira.
"Fira mau?" Tanya Bu Amor menanyakan ke Fira.
Arthur pun segera mencari cara agar Brian tak jadi mengantarkan Fira, dan dirinya bisa mencuri kesempatan untuk banyak mengobrol dengan Fira.
"Tak perlu Bri, biar aku saja" Ucap Arthur menengahi.
"Fira bisa pulang sendiri kok, Fira kan bisa naik taxi" Ucap Fira memotong pembicaraan Arthur.
"Tak apa. Lagi pula saya juga mau pergi" Ucap Arthur lagi ngotot.
__ADS_1
"Tapi Bun..." Ucap Fira meminta pertolongan Bu Amor.
"Kamu pergi sama Arthur aja. Kan sekalian dia mau pergi" Ucap Bu Amor membuat senyum Arthur terbit.
"Tapi Bun..." Ucap Fira lagi yang langsung terpotong dan Arthur sudah menarik tangan Fira dan menyalami Mommynya berniat pergi.
***
"Kakak kenapa sih Bun?" Tanya Brian heran.
"Gak tau" Balas Bu Amor santai.
\=\=\=
"Diam atau saya cium kamu!!"
"Dasar om-om gila!! Gak punya otak"
###
...Yang gak suka baca novel author, ya jangan baca!!!...
...Tinggalkan jejak...
...LIKE...
...KOMEN...
...VOTE...
...SHARE...
__ADS_1
...TAMBAH KE FAVORIT...
...Happy Reading 💞...