
...Hai Hai Hai para readers yang setia...
...Balik lagi sama mawar yang gak jelas ini...
...Udah pada nungguin gak cerita lanjuta novel ini?...
...Sorry banget mawar gak bisa rajin up karena tugas mawar banyak banget...
...Oke deh, kalau gitu langsung aja yuk!!!...
...Happy Reading 💕...
###
Nathan termasuk mahasiswa yang famous di universitas itu. Jadi, mahasiswa maupun mahasiswi pun tahu tentang Natha.
"Hm" balas Nathan tanpa menjabat tangan Davia membuat Davia geram.
"Davia permisi dulu kak..." ucap Davia undur diri dengan senyuman yang dipaksakan.
Setelah Davia pergi, Nathan langsung mengusap kepala Fira dengan lembut.
"Kamu gak papa?" tanya Nathan lembut.
"Fi-Fira gak papa kok kak" balas Fira diiringi senyuman.
"Oh iya, kakak ke sini mau nawarin pekerjaan buat kamu. Katanya kamu bingung cari kerjaan" ucap Nathan sambil mendudukkan dirinya di kursi sebelah Fira.
"Em, memang Fira butuh pekerjaan Kak. Memang pekerjaan apa yang kakak maksud?" tanya Fira penasaran.
"Kalau kamu mau, kamu bisa kerja di restoran milik keluarga kakak" balas Nathan.
"Sebagai?" tanya Fira lagi.
"Sebenarnya ada lowongan untuk kasir, tapi sudah terisi sekarang. Apa kamu gak keberatan kalau jadi pelayannya?" tanya Nathan merasa tak enak hati.
"Gak papa kok kak, kakak santai aja. Memang Fira lagi butuh pekerjaan banget. Yang terpenting halal" balas Fira seraya tersenyum.
"Kakak bangga sama kamu" balas Nathan sambil mengelus rambut Fira dengan sayang.
"Kakak bisa aja" ucap Fira tersipu malu.
"Nanti kamu bisa kan ikut kakak ke restoran?" tanya Nathan.
"Insyaallah bisa" balas Fira.
"Baiklah!! Nanti biar kakak telfon bisa gak nya kamu nanti" ucap Nathan lagi.
"Tapi kak, Fira kerjanya bisa pagi sampai siang. Terus gimana?" tanya Fira khawatir.
"No problem! kakak sudah memperkirakan itu. Jadi kamu gak perlu khawatir Ok?" balas Nathan membuat Fira menghela nafas lega.
"Terima kasih kak!!" Fira berterima kasih kepada Nathan. Nathan pun mengangguk sambil tersenyum.
"Ya udah kalau gitu, Kakak balik ya!!" ucap Nathan beranjak dari duduknya.
"Iya" balas Fira singkat.
"Jangan rindu!!" goda Nathan.
"Kakak GR" balas Fira tertawa.
"Dah..." ucap Nathan melenggang pergi dari kelas itu.
Untungnya kelas itu masih sepi, karena masih 20 menit lagi masuk.
\=\=\=
Sampai rumah~
"Nyonya udah pulang?" tanya Bi Inah pada Fira.
"Bibi ih, panggil Fira aja. Fira gak terbiasa dipanggil Nyonya" balas Fira cemberut.
__ADS_1
"Kan Nyonya istrinya Tuan Arthur. Mana berani Bibi manggil Nyonya dengan nama saja" ucap Bi Inah.
"Mulai sekarang, Bibi bisa panggil Fira pakai nama aja. Gak akan ada yang marah kok, Fira janji deh!!" ucap Fira tersenyum.
"Baiklah!!" balas Bi Inah pasrah.
"Oh iya Bi, anak-anak di mana?" tanya Fira.
ANAK-ANAK? KATA YANG ANEH BAGI FIRA, TAPI DIRINYA KAN MEMANG SUDAH MEMILIKI ANAK
"Non Davia dan Non Audie di kamarnya, sedangkan Tuan Arthur berada di ruang kerjanya" ucap Bi Inah menjelaskan.
"Baiklah!! Fira naik ke kamar dulu ya Bi..." balas Fira sambil meninggalkan Bi Inah dan beranjak menuju kamarnya.
Cklek
"Dari mana kamu?" ucap Arthur dingin.
"Ada tugas kelompok" balas Fira singkat.
"Bohong!!" sangkal Arthur sinis.
"Fira berkata jujur" balas Fira penuh penekanan.
"Jangan bohong kamu!! kamu pergi dengan seorang laki-laki kan?" suara Arthur meninggi.
"Berani ya kamu!! apa yang kau lakukan di luar sana Hah???" ucap Arthur lagi dengan nada keras.
"Bukan urusan Om" kilah Fira dan ingin berlalu meninggalkan Arthur tetapi Arthur menarik tangan Fira dengan keras.
"Apa kau bilang?" tanya Arthur tajam.
"Om gak perlu tahu urusan Fira, Fira juga gak akan pernah ingin tahu urusan Om. Lepasin tangan Fira!!!" balas Fira tak kalah tajam sambil berusaha melepaskan cengkraman tangannya.
"Lepasin Om!!! Sakit!!!" Rintih Fira karena tangannya semakin perih.
"Om!!! Lepas!!! Tangan Fira sakit!!!" rintih Fira lagi.
"Om!!! Lepas!!!" akhirnya air mata Fira jatuh begitu saja. Arthur pun seketika melepaskan tangannya melihat sang istri yang menangis. Hatinya seperti dibelah. Rasa sesak menghampirinya.
Apa yang aku rasakan ini? kenapa aku malah mengakitinya? kenapa dengan perasaan ku?~ batin Arthur.
__ADS_1
"Ma-Maaf!!!" satu kata lolos dari bibir Arthur begitu saja.
"Fira gak bohong!! Fira ada tugas kelompok Om!! Ya memang Fira pergi bersama laki-laki tadinya untuk memesan makanan di restoran itu. Dan itu hanya sebentar. Setelah itu Fira langsung ke rumah teman Fira untuk bekerja kelompok" jelas Fira sambil sesenggukan.
Memang benar adanya, dia tak berbohong sama sekali.
Sepulang dari kampus, dia bersama Nathan ke restoran sebentar untuk melihat dan memesan makanan. Kemudian dia langsung ke rumah Nara untuk bekerja kelompok. Baru setelah selesai, dia pulang ke mansion Arthur.
"Maaf!! maafkan hubby!!!" ucap Arthur menyesal dan menarik Fira ke dalam dekapannya.
Tangis Fira semakin luruh kala pelukan Arthur menenangkan dirinya.
"Maafkan hubby!!! jangan menangis hm!!" ucap Arthur lagi.
"Hubby???" Fira heran.
"Panggil seperti itu jika kita bersama keluarga" ucap Arthur gengsi.
"Hm" balas Fira dengan anggukan kepala.
"Sekali lagi mafkan aku!!" ucap Arthur lalu melenggang pergi.
°°°
*Ini udah banyak ya guys*...
...***Jangan lupa tinggalin jejak***...
...***Like***...
...***Komen***...
...***Vote***...
...***Share***...
...***Hadiah***...
...***Semoga kalian suka***...
...***Happy Reading***...
...***See You Soon***!!...
__ADS_1
...***Bye Bye***!...