Terpaksa Menikahi Daddy Temanku

Terpaksa Menikahi Daddy Temanku
Episode 21


__ADS_3

...Hai Hai Hai...


...Para pembaca setia novel ini...


...Balik lagi sama author yang gak jelas ini hehe...


...Sorry banget kalau ceritanya gak jelas ya...


...Jangan lupa tinggalin jejak...


...Happy Reading ❣️...


###


"Udah om, gak sakit lagi kok" balas Fira dengan tenang.


"Bohong!! kamu gak merasa kalau tangan kamu mencengkeram erat tangan saya? atau kamu lupa kalau pegang tangan saya karena terlalu nyaman?" ledek Arthur pada Fira. Sontak Fira pun menghempaskan tangan Arthur kasar.


Tapi, Arthur meraih dan menggenggam tangan Fira kembali.


"Gini aja" ucap Arthur santai.


"Om!! beneran gak papa kalau tangan Om Fira cengkram?" tanya Fira hati-hati.


"HM" dehem Arthur menyetujui ucapan Fira.


Fira yang terkadang merasa nyeri di perut nya pun mencengkram erat tangan Arthur berusaha untuk mengurangi rasa sakit nya.


Arthur yang melihat Fira pun nampak kasihan. Dirinya juga sering melihat anak perempuan nya mengalami datang bulan seperti Fira. Tapi mungkin lebih parah Fira dari pada Davia dan Audie.


***


"Kamu nanti libur aja ngajar Audie!" ucap Arthur selama keheningan dalam perjalanan ke rumah sakit.


"Tapi kasian Audie Om!! siapa yang ngajarin dia?? Bu Nancy kan udah nyerahin tugasnya ke Fira" balas Fira.


"Hanya satu hari ini saja kamu libur. Besok kamu harus ngajar" ucap Arthur lagi.


"Bagaimana kalau Audie sedih karena menunggu Fira?? Audie sangat bersemangat Om!! Fira gak mau patahin semangatnya Audie. Awh... shhh" jelas Fira sambil sesekali merintih.


"Jangan banyak bicara!!!" perintah Arthur yang membuat Fira mendengus sebal.




Sampai rumah sakit



Fira yang akan membuka pintu mobil pun dihentikan oleh Arthur.


__ADS_1


"Stop!!" perintah Arthur.



"Kenapa sih Om?" tanya Fira kesal.



"Ada apa lagi sih nih om om? susah amat ikut sama dia" batin Fira sambil mendengus kesal.



Arthur pun membuka pintu untuk Fira dan langsung menggendong Fira menuju brankar rumah sakit. Sontak Fira pun membulatkan matanya.



"Om!! ngapain pakek gendong Fira sih?? kan malu" ucap Fira malu-malu.



"Kalau darah kamu berceceran ke lantai gimana? kamu mau ngepel rumah sakit ini?" tanya Arthur balik.



"Ya gak akan lah om. Fira kan udah pakek rotinya Fira tadi. Yang hutang sama om itu lo!!" balas Fira mencoba menjelaskan hal yang tidak akan terjadi.



Mereka pun segera ditangani dokter. Karena rumah sakit ini adalah salah satu rumah sakit yang dimiliki Arthur. Sehingga para dokter maupun perawat mengenal baik Arthur dan sangat patuh pada Arthur.




"Om!!! kita gak ngantri dulu?" tanya Fira bingung.



"Kasian loh om. Mereka kan juga sakit. Kita antri yuk om!!!" ajak Fira.



"Gak usah... Kita langsung masuk aja" balas Arthur.



"Tapi kan..." ucapan Fira terpotong.



"Gak usah tapi-tapian. Sekarang kita masuk karena dokter sudah menunggu" ucap Arthur sambil menarik tangan Fira menuju ruang dokter untuk diperiksa.


__ADS_1


"Selamat siang, Tuan!! Nona!!!" sapa dokter tersebut pada Arthur dan Fira. Arthur tak membalas sapaan dokter itu. Wajahnya terkesan datar.



"Siang dokter!!" balas Fira ramah.



"Ada yang bisa saya bantu??" tanya dokter itu ramah.



"Sebenarnya saya gak papa dok!!! tapi om-om di sebelah saya ini maksa saya buat ke sini. Gila kan dia?" ucap polos Fira membuat dokter tersebut menyengir karena merasa hebat dengan gadis di hadapannya ini.



°°°



WhatsApp



"Fir, ini Kak Brian! Simpan nomor ku ya!!"



"SI\*L" Geram Arthur melihat pesan pada ponsel Fira.



\#\#\#



...***Sampai sini dulu ya***......


...***Jangan lupa tinggalin jejak***...


...***Like***...


...***Komen***...


...***Vote***...


...***Share***...


...***Hadiah***...



......***Semoga kalian suka***......

__ADS_1


...***Happy Reading***...


...***See You Soon***!!...


__ADS_2