
...Hari ini Mawar mau update 2 kali ye......
...Jangan lupa tinggalin jejak kalian...
...Happy Reading 😌...
###
"Ya, tentu" balas Audie.
"Baiklah! setelah makan malam nanti, Mommy akan ke sini membantumu. Oke?" ucap Fira lagi seraya tersenyum.
"Oke" balas Audie singkat.
"Ayo kita turun untuk makan malam. Bi Inah pasti sudah selesai memasak" ajak Fira menarik tangan Audie dengan halus.
"Tunggu!!!" ucap Audie menghentikan langkah Fira.
"Ada apa?" tanya Fira bingung.
"Em... aku harus memanggilmu apa?" tanya Audie ragu.
"Terserah padamu. Senyaman mu saja!" balas Fira tersenyum senang kala melihat Audie yang sungguh ingin diperhatikan dan diberi kasih sayang.
Kasian sekali dirinya harus kehilangan Mommy nya. Padahal, dia anak yang baik~ batin Fira.
"Bolehkah aku memanggilmu Mom-my?" tanya Audie gugup dan ragu.
"Jika kau ingin seperti itu, aku tak masalah" balas Fira dengan riang menyambut anak tirinya yang sepertinya mulai membuka diri dengannya lagi.
"Oh ya Audie. Kau tak perlu sungkan kepadaku. Anggap aku sebagai teman mu sendiri! Meski aku bukan mommy kandungmu, tapi aku sekarang adalah mommy mu. Dan anggap aku sebagai mommy kandungmu Ok?" jelas Fira membuat Audie menganggukkan kepalanya pelan.
"Ayo!! kita makan malam" ajak Fira lagi.
"Kenapa Audie bisa bersama wanita miskin itu? apa jangan-jangan dia sudah menghasut Audie agar berpihak padanya? tunggu pembalasanku" batin Davia kesal melihat Fira dan Audie turun bersama menuju meja makan.
Sedari tadi, Arthur terus menatap Fira tajam namun tak dihiraukan oleh Fira. Fira sibuk mengambilkan makanan untuk Audie dan dirinya. Fira juga menanyakan kepada Davia ingin diambilkan apa. Tapi Davia tak membalas pertanyaan nya. Membuat Fira menghela nafas kasar.
Ya, dia harus ekstra sabar menghadapi anak keras kepala itu.
__ADS_1
"Aku ingin lauknya" ucap Arthur. Semua yang ada di meja makan itu langsung melihat ke arah Arthur terkecuali Fira. Fira hanya melirik sekilas dan tidak berniat membantu.
"Aku permisi sebentar!" ucap Fira ingin menuju ke toilet.
Arthur yang melihat itu mengeraskan rahangnya kesal.
"Biar Davia ambilkan" ucap Davia.
"Tidak usah! Daddy sudah selesai" balas Arthur lalu melenggang pergi juga. Arthur menuju kamar mandi mengikuti Fira.
•••
Sampai di depan toilet.
Fira pun mencoba biasa saja dan berlalu melewati Arthur. Namun, tangannya ditarik oleh pria jangkung itu.
"Apa?" tanya Fira ketus.
"Jangan mencoba menghindari ku" balas Arthur dingin.
"Maksud?" tanya Fira bingung.
"Kau menghindari ku kan tadi? aku ingin lauk tapi kau malah pergi ke toilet" jelas Arthur.
__ADS_1
"Oh... lauk. Ternyata om Arthur mau diambilin lauk sama aku. Oh astaga, nih om-om kurang perhatian banget kayaknya" batin Fira tersenyum samar.
"Kenapa bengong?" tanya Arthur heran melihat istrinya itu seperti memikirkan sesuatu.
"Gak papa. Em, hubby mau diambilin apa? mau aku buatin kopi?" tanya Fira.
Arthur mengerutkan keningnya bingung.
"Ya udah lah kalau gak mau. Fira sibuk. Permisi" ucap Fira lalu berlalu pergi.
"Tunggu! buatkan aku es teh saja karena aku tak suka kopi" ucap Arthur menghentikan langkah Fira.
"Baiklah!!!" balas Fira berbalik badan sembari tersenyum.
°°°
...***Jangan lupa tinggalin jejak***...
...***Like***...
...***Komen***...
...***Vote***...
...***Share***...
...***Hadiah***...
...***Semoga kalian suka***...
...***Happy Reading***...
__ADS_1
...***See You Soon***!!...
...***Bye Bye***!...