
...Hai teman-teman...
...Lanjut baca ya... Jangan lupa like, koment dan tambah ke favorit...
...Happy Reading...
###
Aku keluar dari ruang rawat inap ayah dan duduk di kursi besi yang ada di depan ruangan. Aku menghela nafas lalu menyenderkan kepalaku ke tembok.
Tapi, tiba-tiba ada yang menepuk bahuku. Sontak aku pun melihat ke arah sebelah.
"Kamu ngapain disini Fir?" Tanya dia padaku.
"Oh... Davia. Lama tidak bertemu. Aku menunggu ayahku yang dirawat disini. Kamu ngapain disini?" Aku menjawabnya dan bertanya balik.
Ya, dia Davia. Temanku SMP ku dulu.
"Mommy ku sedang sakit" balasnya tak bersemangat.
"Tante? Tante sakit apa?" Tanyaku heran.
"Mommyku sakit kanker dan stadium terakhir" balasnya dengan air mata mengalir membasahi pipinya.
Sebagai seorang teman, aku pun merasa sedih. Aku dan Davia memang pernah cekcok. Tapi kami masih berbicara seperti biasanya meski tak ada kata maaf pada saat itu. Sehingga aku memendamnya sendiri dan mencoba bersikap biasa saja. Toh sang pelaku tak menyesali perbuatannya.
"Aku turut sedih mendengarnya. Semoga Tante bisa sembuh" ucapku lirih.
"Ya, terimakasih doanya" balasnya sambil sesenggukan.
"Lalu, kenapa kau disini? Kenapa kau tak menemani Tante?" Tanyaku penasaran.
"Aku hanya ingin mencari udara segar saja. Karena di dalam aku merasa amat sesak jika melihat wajah mommyku" balas Davia.
Orang yang selalu sombong dan seenaknya saja ini sekarang begitu rapuh dan sedih.
"Apa kau mau melihat mommyku?" Tanya Davia padaku.
"Hem... Bolehkah?" Aku ragu mengatakannya.
"Tentu" balasnya sambil menarikku ke ruangan tempat mommynya berada.
\=\=\=
Aku melihat ruangan yang begitu besar tak seperti ruangan ayahku. Ruangannya begitu luas. Sepertinya ini kamar VVIP. Tentu itu tak mustahil, karena keluarga Davia begitu kaya. Pikirku.
"Siapa ini Dav?" Tanya sang Oma pada Davia.
"Ini Fira Oma. Temennya Davia" balas Davia tersenyum membalas ucapan Omanya.
"Assalamualaikum, Nyonya" ucap Fira sambil menyalami tangan Oma Davia.
"Waalaikumsalam. Panggil Oma aja kayak Davia!!" Balas Oma Davia.
"I-ya O-ma" lirih Fira dengan gugup.
"Mau jenguk Mommy nya Davia?" Tanya Oma Davia dan Fira hanya mengangguk membenarkan.
__ADS_1
"Yasudah. Mommynya Davia masih tidur. Kamu lihat saja. Oma mau keluar cari makan" ucap Oma Davia kemudian dia pergi keluar.
Fira dan Davia pun menghampiri Mommynya Davia.
"Mommy, ini ada Fira jenguk!!" Panggil Davia pada Mommynya itu yang sedang terlelap tidur.
"Assalamualaikum Tante. Ini Fira. Semoga cepat sembuh ya Tan!!" Salam dan doa Fira pada Mommynya Davia tanpa ada balasan.
"Aku keluar dulu ya Fir. Aku mau ambil air putih dulu. Sebentar!" Ucap Davia dan meninggalkan Fira bersama Mommynya.
"Tante cepat bangun ya... Cepat sembuh! Kasian Davia. Dia keliatan sedih banget" ucap Fira pada Mommy Davia. Tiba-tiba tangan Mommy Davia bergerak secara perlahan dan membuka matanya perlahan juga.
"Ka-mu sia-pa?" Tanya Mommy Davia terbata-bata.
"Ini Fira Tan, temannya Davia. Davia lagi ngambil air putih tadi. Fira panggilkan dokter ya Tan?" Ucap Fira panik takut dikira macam-macam lagi.
"Tidak usah. Tante gak papa kok" balasnya tersenyum sembari melihat wajah Fira yang panik.
"Kamu Fira Nanncey?" Tanya Mommy Davia pada Fira.
"Ehm... I-iya Tan. Tante kok tau?" Balas Fira heran.
"Davia sering cerita sama kamu. Katanya kamu anak yang pintar. Kayaknya Davia iri deh sama kamu. Maafin sikap Davia ya... Jika dia pernah melukai hati kamu" ucap Mommy Davia seraya mengelus tangan Fira yang ia pegang saat ini.
"Gak papa kok Tan. Fira udah maafin kesalahan Davia. Lagian kita sebagai manusia harus saling memaafkan kan..." Balas Fira seraya tersenyum hangat.
"Kamu memang pintar dan bijak" ucap Mommy Davia lagi.
"Tante bisa aja. Tapi, Fira gak suka sikapnya Davia yang sombong itu Tan. Dia kayak pedes gitu kalau ngomong. Tapi aku lihat Tante, Tante kayaknya lembut kok. Gak ketus. Kenapa beda ya Tan?" Ucap Fira yang polos itu mencengangkan bagi Mommy Davia.
Mommy Davia berfikir, kenapa Fira sangat terang-terangan mengatakan itu.
"Mereka siapa Tan??" Tanya Fira heran karena menyimak ucapan Mommy Davia dan mendengar kata mereka.
"Mereka itu Davia dan Daddynya" balas Mommy Davia.
"Tapi ad..." Ucapan Fira terhenti kala dirinya mendapati seorang pria yang berdiri di dekat pintu dan masuk ke dalam mendekat ke arah samping brankar Mommy Davia.
"Sayang?? Kamu sudah bangun?" Tanyanya sambil menggenggam tangan Mommy Davia.
Bisa Fira yakini kalau itu adalah Daddy nya Davia. Karena tak ingin mengganggu, Fira pun pamit untuk keluar dengan sopan.
°°°
"Kau sudah bangun sayang?? Apa ada yang sakit?" Tanya Daddy Davia pada istrinya.
"Dad, Fira gadis yang baik ya?" Mommy Davia tak menghiraukan ucapan sang suami malah balik bertanya.
"Fira siapa??" Tanya Arthur balik.
"Itu tadi yang jengukin aku kesini. Dia temannya Davia" jelas Mommy Davia tersebut.
"Hm" hanya dibalas deheman oleh Arthur.
•••
Tak berselang lama, Davia pun kembali.
__ADS_1
"Loh, Mommy udah sadar??" tanya Davia pada kedua orang tuanya itu.
"Iya sayang. Mommy sudah sadar" balas Mommy Davia seraya tersenyum.
Arthur sangat curiga karena sejak tadi istrinya itu tersenyum terus. Bahkan Mommy Davia itu tak henti-hentinya berhenti tersenyum. Entah apa yang dia rasakan. Dirinya begitu penasaran.
°°°
"Akhirnya Mommy sudah sadar. Davia senang sekali" ucap Davia senang.
"Tadi ada Fira loh Mom" balas Davia memberitahu pada Mommynya.
"Mommy tau sayang. Tadi dia yang nemenin Mommy saat sedang terbangun" jelas Mommy Davia dengan riang gembira.
"Apa ada yang sakit Mom?" Tanya Davia pada Mommynya itu.
"Tak ada sayang. Mommy baik-baik saja" balas Mommy Davia menunjukkan bahwa dirinya baik-baik saja
"Dimana Audie?" Tanya Mommy Davia yang bingung mencari anak keduanya.
"Audie tadi pulang sama Opa dan Oma setelah mencari makan" balas Davia pada Mommynya.
"Davia, bisakah kamu keluar sebentar? Mommy ada yang ingin dibicarakan dengan Daddymu" pinta Mommy Davia pada anak sulungnya itu.
"No problem Mom" balas Davia dengan melangkahkan kakinya menuju luar ruangan Mommynya dirawat inap.
•••
"By!!" panggil Mommy Davia pada suaminya itu.
"Ada apa Hm? apa ada yang mengganggu pikiranmu?" Tanya Arthur pada istrinya.
"Jika suatu saat nanti aku tak ada, kamu harus cari istri baru yang sayang sama Davia dan Audie ya" pinta Mommy Davia serius.
\=\=\=
...***Segini dulu ya***...
...***Tunggu kelanjutannya terus dengan mensupport aku***...
__ADS_1
...***See you!!🎉***...