
...Hai Hai Hai...
...Gimana nih kabar kalian?...
...Semoga semuanya sehat ya!!!...
...Yuk langsung lanjut aja...
...Happy Reading 😶...
###
Tiba-tiba~~
"Assalamualaikum adikku yang manis!!" teriak Brian memasuki ruang rawat inap Fira dengan mendorong sebuah kursi roda yang sudah diduduki Davia dengan tenang.
"Wah!!! ini siapa lagi Fir!!! cakep banget!" ucap Amira dan Sarah histeris melihat Brian.
"Eh anak tiri jahat!!! ngapain kesini lo!! mau jahatin sahabat gue lagi. Iya??" ucap Amira sinis kepada Davia.
"Amira!! jaga sikap ih... disini kan ada Daddy nya" bisik Sarah tetapi masih didengar oleh yang lainnya.
"Biarin aja!!! biar Daddy nya tau kelakuan anaknya ke sahabat kita" balas Amira tak peduli.
"Memang apa yang dilakukan Davia ke Fira?" tanya Arthur dingin menusuk.
"Dia pernah menghina Fira kalau Fira anak miskin. Dia juga pernah menjambak rambut Fira dengan kencang. Di acara pernikahan om dan Fira juga, dia menyuruh..." jelas Amira keras.
"Amira!!! apa yang kau bicarakan? itu dulu kan? sekarang Davia sudah berubah" ucap Fira kasian melihat Davia yang tertunduk menangis.
"Apa itu benar Davia??" tanya Arthur kecewa.
"Hubby!!! tidak seperti itu kok. Davia anak yang baik" ucap Fira menenangkan Arthur yang sepertinya emosi.
"Lupakan apa yang terjadi! sekarang semua sudah baik-baik saja" tambah Fira seraya tersenyum. Fira pun mengisyaratkan kepada kakaknya, Brian untuk mendekatkan Davia ke ranjangnya.
"Sekarang kita keluarga. Kita juga sahabat Ok?" ucap Fira menenangkan.
Begitu baiknya Fira memaafkan orang yang sudah berbuat jahat kepadanya.
Akhirnya mereka bercengkrama dengan ceria setelah Fira memulihkan keadaan. Amira dan Sarah pun mau tak mau harus menerima kehadiran Davia di ruangan itu. Meski terpaksa.
"Bagaimana kabarmu hm? apa sudah lebih baik?" tanya Brian perhatian.
"Jangan dekat-dekat!!" peringat Arthur tajam.
"Kakak cemburu? haha..." ledek Brian sembari tertawa melihat wajah Arthur yang masam itu.
__ADS_1
"Siapa juga yang cemburu. Gak ada gunanya cemburu. Apa yang harus aku cemburuin? GAK ADA" Tekan Arthur disetiap ucapannya. Kata-kata Arthur membuat Fira kecewa dan sedih. Tapi dirinya juga tahu batasan itu. Arthur tak mungkin cemburu seperti yang dikatakan Brian.
"Om-om!!! kalau entar bucin baru tahu rasa lo!!" ucap Amira.
"Iya Om!! jangan sampai Fira diembat orang lain" Sarah ikut menambahkan.
"Kalau Arthur menyakiti Fira, saya yang akan maju dibarisan depan untuk daftar jadi calon suaminya" ucap Brian enteng.
"Wah-wah... om nungguin Fira jadi janda gitu?" tanya Sarah heran.
"Ya kalau bisa" balas Brian.
"Jaga ucapanmu!!" Arthur kian emosi.
Lain halnya dengan Fira yang menjadi pokok pembicaraan. Dirinya malah mengajak Davia berbincang karena takut Davia tersinggung oleh ucapan sahabatnya yang seperti cabai itu.
"Davia!! maafkan sikap Amira dan Sarah ya!! mereka tidak berniat seperti itu kok. Hanya saja mereka..." ucapan Fira terpotong.
"Tak apa Mom!!! memang aku pantas mendapatkan itu semua. Aku tak tersinggung kok. Justru mereka menyadarkan aku bahwa sikapku selama ini yang salah" balas Davia menenangkan Mommynya itu.
"Syukurlah kalau begitu. Mommy tak mau kau merasa sedih" balas Fira seraya tersenyum.
Tok Tok Tok~
"Biar Sarah aja yang buka" ucap Sarah membuka pintu.
"Kak Nathan!!!" sapa Sarah dibalik pintu
__ADS_1
"Masuk kak!!" suruh Sarah.
°°°
Episode selanjutnya~
"Aku suapin makan ya Fir!!" ucap Nathan.
"GAK USAH!!!" Ucap Arthur dan Brian bersamaan.
"Kompak amat dah...
\=\=\=
"Kenapa hari ini apes banget sih... masa semua cowok yang suka Fira mau jenguk Fira disini. Memangnya dia gak tahu apa kalau aku ini suaminya" ucap Arthur kesal.
*Ya mereka gak tahu lah... kan hubungan kalian tidak diketahui publik~ Arthur nih bagaimana sih? udah lupa apa pikun ya*!!!
\#\#\#
...***Jangan lupa tinggalin jejak***...
...***Like***...
...***Komen***...
...***Vote***...
...***Share***...
...***Hadiah***...
...***Semoga kalian suka***...
...***Happy Reading***...
__ADS_1
...***See You Soon***!!...
...***Bye Bye Bye***!...