Terpaksa Menikahi Daddy Temanku

Terpaksa Menikahi Daddy Temanku
Episode 3


__ADS_3

...Hai Hai Hai...


...Sahabat Mawarindah 🌹...


...Semua sehat kan?...


...Semoga semuanya sehat ya, dan yang sedang sakit semoga cepat sembuh...


...###...


...Langsung aja yuk baca ceritaku ini...


...Maaf bila ceritaku ini gak nyambung...


...Yang gak suka tolong jangan dibaca...


...Happy Reading...


***


"Apa yang kau inginkan sayang?? Jika kau ingin aku menikah lagi, maka aku tak bisa. Aku tak bisa melakukan itu. Aku mencintaimu. Tolong jangan menyiksaku dengan permintaan mu itu!!!" balas Arthur sembari mengusap air mata istrinya.


°°°


Pagi hari ini, Fira mencoba mencari pekerjaan agar bisa membantu biaya ayahnya.


Sampailah Fira pada sebuah butik yang cukup besar yang terdapat brosur mencari lowongan pekerjaan.


Tanpa menunggu lama lagi, Fira menanyakan kepada salah satu pekerja di butik tersebut.


"Maaf mbak, apa disini masih ada lowongan pekerjaan?" Tanya Fira pada pekerja tersebut.


"Mbak cari pekerjaan? Mari saya antar langsung bertemu Bu Bos. Kebetulan beliau baru saja sampai" balas pekerja itu.


"Iya" jawab Fira singkat dan mengikuti arah kemana pekerja itu membawanya bertemu dengan atasan.


•••


Tok Tok Tok


"Masuk!!" perintah Bu bos pada pekerjanya. Fira pun ikut memasuki ruangan yang lumayan cukup besar itu.


"Bu, ini ada yang ingin bekerja disini. Kalau begitu saya permisi dulu" ucap pekerja tersebut dan langsung pamit.


"Duduklah!!" perintah Bu bos pada Fira.


Fira pun duduk dengan pelan.


"Nama kamu siapa?" tanya Bu bos.


"Nama saya Fira Nanncey Bu" jawab Fira gugup.


"Kenapa kamu ingin bekerja disini?" tanya Bu bos pada Fira.


"Saya menyukai rancangan-rancangan busana dan biasanya saya juga mencoba mendesain sendiri model-model baju. Kebetulan juga saya butuh uang untuk ayah saya yang sedang sakit" ucap Fira jujur dan mencoba menutupi rasa kegugupan nya di depan Bu bos pemilik butik itu.


"Baiklah!! Sekarang kamu saya uji untuk menggambar rancangan baju bertema kantor sekarang. Saya akan menilai gambar kamu hari ini juga. Apabila gambaran kamu bagus dan saya suka, maka kamu bisa kerja disini" ucap bu Bos sambil menyodorkan kertas kosong dan pensil kepada Fira.


"Baik Bu!!!" ucap Fira dengan gugup menerima kertas kosong dan pensil tersebut.


"Semoga aku bisa" batin Fira menyemangati dirinya sendiri.




Sambil menggambarkan, Fira dan Bu bos berbincang-bincang. Rasanya tak enak jika dipanggil Bu bos, sebut saja namanya Amor, Bu Amor.



"Berapa gaji yang kira-kira kamu inginkan?" Tanya Bu Amor pada Fira yang tengah asik menggambar.


__ADS_1


"Em... Sejujurnya saya tidak tahu menahu tentang gaji Bu, seperti biasanya saja gaji orang yang mendesain itu berapa. Yang penting, saya bisa mencukupi keluarga, saya sudah senang" balas Fira sopan sambil mengangkat kepalanya menatap Bu Amor.



"Baik sekali kamu, Nak!! Pasti orang tuanya bangga memiliki anak seperti ini" batin Bu Amor seraya tersenyum manis menatap Fira.



"Kamu lulusan apa? sebenarnya saya tidak memperdulikan tentang itu, saya hanya ingin pekerja maupun karyawan disini bertanggung jawab itu saja. Tapi saya bertanya kepada kamu saja" tanya Bu Amor pada Fira. Dirinya begitu penasaran dengan sosok Fira ini.



"Saya lulusan SMA Bu... Saat ini saya masih kuliah dan mengajar sebagai guru les sebagai sampingan" jawab Fira jujur dan sopan.



"Owalah... terus kamu masuk kuliah jurusan apa? kok kamu bisa desain baju?" tanya Bu Amor lagi yang masih penasaran.



"Jurusan yang saya ambil sih sebenarnya pendidikan. Saya pengen banget jadi dosen, tapi kayaknya cita-cita saya gak berhasil deh Bu... Terus kalau desain baju itu memang hobi saya dari dulu. Saya suka menggambar sesuatu. Dan akhirnya saya mencoba menggambar baju, dan menurut saya itu bagus. Jadi, saya searching tentang desain-desain baju. Saya dulu pernah bercita-cita menjadi arsitek. Tapi orang tua saya gak setuju. Jadi saya memilih jurusan pendidikan saja Bu" jelas Fira seolah berbicara dengan keluarganya sendiri.



"Maaf ya bu, saya jadi cerita hehe" tambah Fira sambil terkekeh pelan dengan canggung.



"Gak papa. Saya malah suka jika ada yang mau berbagi cerita sama saya. Kita saling berbagi cerita saja Fir" balas Bu Amor sambil tersenyum sumringah.



"Berarti sekarang ini kamu kuliah jurusan pendidikan ya?" tanya Bu Amor.



"Iya Bu" balas Fira seraya tersenyum.




"Em... Biaya nya kurang mencukupi Bu. Sekarang aja saya dapat beasiswa. Jadi saya sangat bersyukur sekali" terang Fira.



"Kamu belajar aja yang rajin. Mungkin suatu saat nanti bisa tercapai cita-cita kamu. Biaya tidak jadi masalah. Yang terpenting kamu rajin dan ulet dalam menimba ilmu" balas Bu Amor bijak.



"Iya Bu" jawab Fira lagi.



°°°



Tak beberapa lama kemudian, Fira telah menyelesaikan gambarannya.



"Ini Bu... gambar sketsa baju nya sudah selesai. Semoga ibu suka" ucap Fira seraya menyodorkan gambarannya ke Bu Amor. Bu Amor pun menerimanya.



![](contribute/fiction/2657650/markdown/7010103/1626177523371.jpg)



***Kurang lebih nya seperti itu guys gambaran Fira***~


__ADS_1


\=\=\=



"Wah, ini bagus banget gambarnya. Saya suka" ucap Bu Amor kagum dengan gambar Fira.



"Benarkah Bu?" tanya Fira senang.



"Hem. Kalau begitu, kamu bisa mulai bekerja dengan butik ini. Kamu bisa mendesain baju-baju maupun gaun-gaun nantinya" ucap Bu Amor lagi.



"Besok kamu bisa kan kesini. Saya akan memperkenalkan kamu kepada karyawan dan pekerja disini. Nanti saya akan minta sekretaris saya buat atur jadwal untuk kamu mendesain baju-baju nantinya. Kamu bisa desain baju di rumah ataupun disini terserah kamu saja. Saya maklum karena kamu juga mengajar les dan masih kuliah. Semoga nantinya desain-desain kamu laris dan bisa mengantarkan butik ini lebih pesat dan lebih maju lagi" jelas Bu Amor.



"Terima kasih banyak Bu sudah memaklumi saya. Terima kasih juga karena sudah menerima saya bekerja disini sehingga saya bisa menyalurkan hobi saya" balas Fira senang.



"Sama-sama. Anggap saja saya seperti ibumu sendiri. Saya suka cara berfikiran anak muda seperti kamu yang mandiri dan tak ingin menyusahkan orang tua" jawab Bu Amor lagi.



"Panggil saya bunda saja. Saya ingin memiliki anak perempuan. Tapi anak saya laki-laki semua" ucap Bu Amor.



"Bun-da" ucap Fira ragu.



"Gak usah gugup begitu Fir. Kalau kamu mau, kamu bisa jadi menantu saya. Oh iya, jangan berbicara terlalu formal ya... Pakai aku-kamu saja" ucap Bu Amor terkekeh pelan.



"Bun-da bisa saja. Kalau begitu, Fira pamit dulu ya Bun..." pamit Fira sambil menjabat tangan Bu Amor. Bukan menjabat, melainkan menyalami tangan Bu Amor.



"Hati-hati ya Fir!!" peringat Bu Amor.



"Baik Bun" balas Fira tersenyum dan melenggang pergi dari butik itu.



\*\*\*



***Sedikit informasi, lowongan pekerjaan itu dibutuhkan orang yang mendesain baju ya guys. Jadi Fira mencoba dan akhirnya diterima***.



\#\#\#



"Alhamdulillah aku bisa diterima disini. Oh iya, aku harus bergegas untuk mengajar les. Hampir saja lupa" ucap Fira pada dirinya sendiri.



°°°



...***Segini dulu ya guys***...

__ADS_1


......***Semoga kalian suka***......


...***See You Next Time***...


__ADS_2