
...Hai Hai Hai ...
...Balik lagi sama mawar yang gak jelas ini...
...Sorry banget ya kalau ceritanya gak sesuai sama ekspektasi kalian...
...Semoga kalian selalu sehat...
...Happy Reading ❤️...
###
"Sekali lagi mafkan aku!!" ucap Arthur lalu melenggang pergi.
"Kenapa kau menyakitiku dan mengobatiku secara bersamaan? sebenarnya apa yang ingin kau lakukan??" batin Fira dalam hati menatap punggung Arthur yang menjauh.
"Hah!!! aku harus mempersiapkan diri agar besok memulai pekerjaan dengan lancar" Fira menghela nafas lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah keluar kamar mandi, dia pergi ke bawah menuju dapur untuk membantu Bi Inah menyiapkan makan malam.
***
"Bi, Fira bantuin ya!!! Fira juga pengen bisa masak" ucap Fira.
"Nyonya duduk aja. Nanti Tuan marah" balas Bi Inah tak enak hati.
"Kok nyonya lagi sih Bi!!! panggil Fira aja!!" ucap Fira cemberut.
"Bibi lupa hehe" balas Bi Inah.
"Boleh ya Fira bantuin?? Fira pengen bisa masak" ucap Fira lagi.
"Nak Fira kan memang sudah bisa masak" balas Bi Inah.
"Itu kan kalau ada yang bimbing. Kalau gak ada Fira mana bisa. Fira biasanya buat sesuatu pakai internet Bi, Fira searching bahan-bahan dan cara membuatnya terus Fira bikin" jelas Fira.
"Tapi nanti kalau Tuan marah gimana?" tanya Bi Inah takut.
__ADS_1
"Gak akan Bi!!! itu biar nanti urusan Fira" balas Fira percaya diri.
"Kalau Nak Fira memaksa, Bibi bisa apa" ucap Bi Inah pasrah.
"Gitu dong Bi, Fira kan jadi seneng hehe" Fira terkekeh geli.
"Ngomong-ngomong, biasanya Kak Arabella masak sendiri atau gimana Bi?" tanya Fira penasaran.
"Biasanya Nyonya Arabella masak sendiri. Tuan Arthur sangat suka masakan Nyonya. Sampai-sampai Tuan akan pulang sebentar untuk makan siang" jelas Bi Inah menjelaskan.
"Om Arthur sangat mencintai kak Arabella. Bisakah Om mencintai aku juga??" batin Fira.
"Awh..." rintih Fira karena tangannya terkena pisau saat mengiris bawang merah.
"Nak Fira!!! tangannya berdarah!!!" ucap Bi Inah panik.
"Gak papa kok Bi, cuman dikit aja" Fira mencoba baik-baik saja menahan perih di tangannya.
"Nanti infeksi Nak!! Biar bibi ambilkan kotak P3K dulu. Tunggu sebentar!!" ucap Bi Inah berlari mengambil kotak P3K.
"Sini tangannya!!! biar bibi obati!!!" ucap Bi Inah meraih tangan Fira.
"Ini ada apa ribut-ribut?" tanya Arthur berjalan menghampiri Fira dan Bi Inah.
"Ah... I-itu... tadi kita main peran, akting" ucap Fira berbohong dan menyembunyikan tangannya dibalik tubuhnya.
"Iya kan Bi??" tambah Fira agar meyakinkan Arthur. Arthur pun mengerutkan keningnya bingung.
"I-itu anu Tuan..." ucap Bi Inah tergagap.
"Anu apa Bi?" tanya Arthur.
"I-itu Tuan, tangan Nyonya Fira..." Bi Inah tergagap.
"Tanganmu kenapa?" tanya Arthur mengintimidasi.
"Tangan Fira gak papa kok, emang tangan Fira kenapa? hehe" balas Fira sambil terkekeh.
__ADS_1
"Coba liat!!" perintah Arthur.
"Itu Om! Makanan Fira gosong, Fira harus ke dapur" ucap Fira mencari alasan.
"Awh..." ringis Fira ketika tangannya ditarik oleh Arthur.
"Ini apa?" tanya Arthur dingin.
"Gak papa" balas Fira singkat.
"Bi, ini kenapa?" tanya Arthur pada Bi Inah.
"Tadi Nyonya membantu saya menyiapkan makan malam Tuan" balas Bi Inah sambil menunduk.
Arthur pun menatap Fira tajam.
°°°
Ini udah banyak ya guys...
...Jangan lupa tinggalin jejak...
...Like...
...Komen...
...Vote...
...Share...
...Hadiah...
...Semoga kalian suka...
...Happy Reading...
...See You Soon!!...
__ADS_1
...Bye Bye!...