Terpaksa Menikahi Daddy Temanku

Terpaksa Menikahi Daddy Temanku
Episode 79


__ADS_3

...Hai Hai Hai para readers!!!...


...Yuk langsung lanjut baca ceritanya!...


...Happy Reading 😶...


###


Untung saja Nathan, Amira dan Sarah sudah pulang setelah terjadi beberapa drama yang mengesalkan.


Sekarang, tinggal Brian, Arthur dan Davia saja yang berada disitu.


"Davia!!! kamu harus istirahat!! kau harus banyak istirahat dalam proses pemulihan ini" ucap Fira pada Davia.


"Baiklah!! aku akan membawa Davia kembali ke ruang rawat inapnya. Setelah itu, aku akan balik kesini untuk menjaga Fira" ucap Brian.


"Tak perlu menjaga istriku karena ada aku, suaminya" balas Arthur.


"Oh ayolah kak!!! kapan kau menganggap Fira sebagai istrimu?" ejek Brian.


"SI*LAN!!!" Arthur pun mengumpat kesal.


•••


"Davia, kau harus istirahat ok? gar kau cepat pulih" ucap Fira mencairkan suasana.


"Kak!! apa aku bisa minta tolong kepadamu?" tanya Fira.


"Boleh sayang. Apapun akan kulakukan untukmu" balas Brian menjadi lembut.


"Sayang-sayang! sandal melayang mau?" sarkas Arthur tajam.


"Kak!! tolong kau temani Davia kalau bisa. Aku sudah tak apa, jadi kau temani Davia saja. Bolehkan?" tanya Fira berharap.

__ADS_1


"Boleh kok! Kakak akan temani Davia" balas Brian tersenyum.


"Baiklah!!! kau istirahat saja! kalau nanti ada apa-apa, kau bisa menghubungi kakak atau memanggil dokter, Ok?" ucap Brian.


"Ok!" balas Fira tersenyum sumringah.


\=\=\=


Akhirnya Brian dan Davia pun kembali ke kamar ruang inap Davia karena Davia perlu istirahat.


Hingga malam menjelang~


"Em!! Kak Edgar!! tolong jaga Davia sebentar! aku harus ke bawah menemui bawahanku. Karena ada sesuatu yang dadakan" ucap Brian pada Edgar.


"Ta-ta..." Edgar nampak kebingungan.


"Tidak ada tapi-tapian Ok!! Aku hanya sebentar saja. Lagian Davia sudah tidur kok. Kau masuk saja dan menjaganya. Mungkin saja dia butuh sesuatu atau butuh bantuan" jelas Brian.


"Udah ya!!! Bye!! Aku titip Davia!" Brian pun berlalu menyisakan Edgar yang bengong di depan ruang rawat inap Davia.


Edgar pun masuk secara perlahan karena takut membangunkan Davia.


Perlahan, Edgar mendekat ke arah Davia. Dirinya mengamati wajah Davia yang teduh ketika dirinya tidur.


"Akhirnya kau kembali seperti dulu lagi. Ternyata Fira bisa menjinakkan mu karena ketulusannya" ucap Edgar pelan dan tentu Davia tidak akan terbangun karena dirinya tertidur sungguh lelap.


°°°


Sementara itu, di ruang rawat lainnya~


"Kenapa kau masih belum tidur? ini sudah malam tau" tanya Arthur ketika mendapati Fira yang belum tidur.


"Siapa juga yang bilang ini siang?" Fira balik menjawab Arthur dengan pertanyaan dengan kesal.

__ADS_1


"Apa kau ingin sesuatu sehingga kau belum bisa tidur?" tanya Arthur.


"Haruskah aku mengatakannya padamu?" tuh kan. Fira balik bertanya lagi.


"Ya. Tentu saja!" balas Arthur serius.


"Em..." Fira merasa tak enak hati jika mengatakannya.


"Apa?" tanya Arthur yang tak sabaran.


"Sebenarnya kakiku nyeri kembali. Rasanya sakit" cicit Fira yang ternyata sudah menahan rasa sakitnya dari awal kedatangan teman-temannya hingga sekarang.


Bayangkan betapa besar rasa sakit yang terpendam itu!!!


"Kenapa kau tak bilang dari tadi? aku akan panggilkan dokter kesini" ucap Arthur panik. Tuh kan, Arthur udah kayak orang gila yang berlari-lari sendirian demi istri bocahnya itu.


###


...Jangan lupa tinggalin jejak...


...Like...


...Komen...


...Vote...


...Share...


...Hadiah...


...Semoga kalian suka...


...Happy Reading...

__ADS_1


...See You Soon!!...


...Bye Bye Bye!...


__ADS_2