
...Halo sayangnya author yang manis-manis 💓...
...Balik lagi nih sama author yang gak jelas ini....
...Siapa nih yang udah nunggu kelanjutan novel ini?...
...Happy Reading 💓☺️...
###
Fira berjalan dengan pelan menuju ke rumahnya memikirkan perjanjian demi perjanjian yang telah ditandatangani oleh dirinya dan juga Arthur.
"Kenapa hidupku sungguh sangat menyedihkan? tak pantas kah aku bahagia?" ucap Fira lirih.
Sampai rumah, Fira bergegas untuk kuliah. Dia pun pamit pada ayah dan ibunya. Ayahnya sudah tak di rumah sakit lagi karena keadaannya sudah pulih kembali. Jadi, setiap bulan ayah Fira akan cek up ke rumah sakit untuk mengetahui perkembangan kesehatannya.
***
"Heh anak miskin!! kita ketemu lagi ternyata" ucap Davia tajam pada Fira tapi tak dibalas oleh Fira.
"Punya mata gak lo?" teriak Davia membuat semua orang di sekitar nya memusatkan atensinya padanya.
Semenjak mommy nya meninggal, Davia sungguh membenci Fira. Dia bahkan menghasut adiknya agar membenci Fira juga. Sehingga tampaklah sifatnya itu.
"Gue gak bakal biarin lo nikah sama Daddy. Lo tuh cuma anak miskin yang gak tau diri. Gak punya harga diri ya lo?" bentak Davia.
"Udah teriaknya? aku duluan" balas Fira angkuh dan berlalu meninggalkan Davia.
"Dasar anak miskin!!!" hardik Davia kembali.
Fira bukannya tak ingin membalas Davia, tapi dirinya begitu muak dengan kelakuan calon anak tirinya itu.
ANAK TIRI? Pantaskah disebut seperti itu? Bahkan umur mereka sama. Malah tua Davia beberapa bulan dari Fira.
"Firaaaaaaa!!! I miss you!!!" panggil seseorang dari belakang dan memeluk Fira erat. Sontak Fira pun membalikkan badannya.
"Too!! kamu kemana aja sih? kok gak keliatan" balas Fira kesal.
Tentu saja kesal, sahabat nya yang gembul ini meninggalkan nya sendiri. Lalu tiba-tiba saja datang kembali.
"Eits. Jangan galak-galak gitu dong! nanti jodohnya lari loh wkwk" balas Sarah (sahabat Fira).
"Jodoh apaan? orang nikahnya sama orang tua. Gila lagi" gumam Fira mengumpat Arthur.
__ADS_1
"Hey!! Aku tahu kamu mau nikah kan? yang bener Fir kamu nikah sama bapak-bapak?" tanya Sarah sambil berbisik.
"Ya mau gimana lagi? cepet-cepet jadi janda deh aku. Nasib-nasib" balas Fira.
"Ayok ke kantin dulu. Biar bisa cerita-cerita. Kamu gak usah sedih, aku akan menghibur mu ok?" ajak Sarah pada Fira.
"Iya karena kamu badut, makanya menghibur" balas Fira tersenyum sedikit.
Mereka berdua pun menuju ke kantin, karena ingin mengisi gentong kosongnya Sarah.
\=\=\=
"Aku liat Davia tadi. Tuh anak kenapa bisa masuk sini? bukannya dia kuliah di tempat lain?" tanya Sarah penasaran.
"Wah!!! ibu tirinya sadis banget wkwk" ucap Sarah lagi.
"Oh iya, gimana sama Amira? udah pulang belum dia dari kampung halaman?" tanya Fira mengalihkan pembicaraan.
"Udah sih kayaknya" balas Sarah sambil menyicip minumannya.
"Besok aku nikah, kalian datang ya!!" ucap Fira membuat Sarah menyemprotkan minumannya kaget. Untung saja gak kena Fira.
Uhuk Uhuk
"Biasa aja kali" ucap Fira.
__ADS_1
"Biasa aja gimana? sahabat aku mau nikah sama bapak-bapak gitu. Nikahnya besok lagi!" ucap Sarah.
"Gimana ceritanya sih kamu bisa mau nikah sama om-om gitu?" tanya Sarah penasaran.
Fira pun akhirnya menceritakan yang dialaminya dari A-Z, dari ujung Timur ke Barat, Utara ke Selatan.
•••
"**Bagus!! biar dia dan Daddy tidak jadi menikah. Dia akan merasakan malu yang luar biasa karena sudah berani berurusan sama Davia Ellington**"
°°°
Kalau sempet, nanti bakal Author up lagi, persiapan pernikahan Arthur dan Fira.
\#\#\#
...***Sampai sini dulu ya***......
...***Jangan lupa tinggalin jejak***...
...***Like***...
...***Komen***...
...***Vote***...
...***Share***...
...***Hadiah***...
...***Semoga kalian suka***...
...***Happy Reading***...
...***See You Soon***!!...
...***Bye Bye***...
__ADS_1