
...Hai, balik lagi sama aku...
...Pada bosen gak nih sama cerita ku?...
...Kalau bosen gak usah baca aja deh...
...Ok, Happy Reading untuk yang baca...
###
"Alhamdulillah aku bisa diterima disini. Oh iya, aku harus bergegas untuk mengajar les. Hampir saja lupa" ucap Fira pada dirinya sendiri.
Fira pun segera pulang untuk membersihkan diri dan bersiap untuk berangkat menuju tempat les.
•••
"Kak, kakak mau pergi ngajar?" Tanya Richard selaku adik Fira.
"Iya, ini mau berangkat" balas Fira sambil mencepol rambutnya yang selesai dikeringkan.
"Tadi kakak kemana? kata ibu kakak gak di rumah sakit, di rumah juga gak ada" tanya Richard lagi.
"Em. Kakak tadi habis dari butik. Cari lowongan pekerjaan" balas Fira jujur.
"Emang kakak gak capek? pagi tadi cari kerja, siang ini ngajar les. Nanti sore kakak kuliah" tanya Richard lagi.
Sebenarnya Richard kasihan pada kakaknya. Dia yang harus menjadi tulang punggung keluarganya agar bisa melangsungkan hidup dengan mencari nafkah.
Padahal kan kakaknya perempuan. Dia ingin membantu mencari pekerjaan, tapi dirinya masih SMP. Kira-kira pekerjaan apa yang bisa lakukan.
"Gak kok. Kakak seneng ngelakuin pekerjaan itu. Lagian kakak kerja di butik jadi yang desain. Jadi bisa dilakuin di rumah ataupun di kantor butiknya. Bos nya maklum kok sama kakak" jelas Fira membalas perkataan sang adik.
"Yaudah. Kalau kakak nanti mau pergi, mending pakai motor ayah aja. Nanti Richard ke rumah sakit naik angkot aja" ucap Richard yang menawarkan kepada kakaknya agar memakai motor sang ayah.
"Gak usah, kakak jalan kaki aja. Kan gak jauh dari sini. Lagian nanti kakak langsung ke kampus kok. Jadi lebih enak naik bus dari pada naik motor" balas Fira meyakinkan.
"Dimana-mana kalau naik bus itu gak enak kak. Kakak harus dempet-dempetan kalau penuh. Terus kalau penuh juga gak dapat tempat duduk. Jadi kan berdiri. Mending kakak pakai sepeda motor ayah aja" terang Richard pada kakaknya yang keras kepala itu.
"Gak usah dek. Kamu kan laki-laki, masa iya naik angkot. Kakak gak papa naik bus. Kamu pakai aja sepeda motor ayah. Kakak berangkat dulu ya. Bye" ucap Fira keras kepala sambil melambaikan tangannya dan bergegas pergi sebelum adiknya menyuruhnya membawa sepeda motor ayahnya lagi.
"Memangnya kenapa kalau laki-laki naik angkot? Malah gak papa loh. Kakak aneh deh" batin Richard yang berbicara pada dirinya sendiri.
###
Tak berselang lama, Fira pun sampai di tempat les. Tapi tiba-tiba ada yang menepuk bahunya.
"Fir!!" panggil Bu Renatta pada Fira.
"Eh, Bu Renatta! ada apa??" tanya Fira kaget.
"Panggil Renatta aja. Berasa aku tua banget kalau kamu panggil ibu" balas Renatta cemberut.
"Iya iya. Ada apa emang?" tanya Fira lagi.
"Hari ini kami gantiin Bu Nanci ngajar anak SMA. Beliau lagi gak bisa. Soalnya keluarganya ada yang sakit" jelas Renatta pada Fira.
"Lah kenapa gak kamu aja?" tanya Fira lagi.
"Aku kan masih belum bisa ngajar anak SMA. Kamu yang ditugaskan Bu Nanci menggantikan beliau" balas Renatta.
"Terus anak-anak yang aku ajar gimana?" tanya Fira.
"Biar nanti aku yang hendel. Kebetulan kan aku ngajar lesnya sore. Jadi sekarang bisa ngajar anak les yang kamu ajar" terang Renatta meyakinkan.
"Baiklah kalau begitu!! Ini aku ngajar anak SMA nya dimana?" tanya Fira lagi karena masih bingung.
"Kebetulan yang kamu ajar itu private, jadi kamu harus ke rumahnya dulu" balas Renatta.
__ADS_1
"Yah.... padahal aku gak bawa motor. Terus gimana dong?" Fira menghela nafas kasar.
"Kamu bisa pakai motor aku. Aku gak papa kok" ucap Renatta menawarkan motornya pada Fira.
"Gak usah deh. Nanti aku naik kendaraan umum aja. Jauh gak dari sini? Alamatnya mana?" tanya Fira pada Renatta.
"Aku udah kirim alamatnya ke kamu kok. Kamu coba cek!" balas Renatta.
Fira pun membuka pesan dari Renatta.
"Emm, gak jauh kok dari sini" ucap Fira setelah melihat alamat yang dikirimkan Renatta.
"Jalan kaki aja deh. Biar bisa hemat ongkos" batin Fira.
"Yaudah ya... Aku pergi dulu. Bye" Fira pun meninggalkan Renatta yang juga membalas lambaian tangannya.
°°°
"Ini bukan ya alamatnya?" tanya dirinya sendiri.
"Besar banget rumahnya. Kayak istana. Pasti nih pemiliknya kaya banget. Itu ada satpam nya. Coba tanya deh" ucap Fira sendiri lagi.
°°°
Begini lah penampakan rumahnya
###
"Pak, apa benar ini alamat rumah ini?" tanya Fira pada satpam yang menjaga.
"Betul Non. Ini alamat rumah ini. Nona ini siapa ya? Saya baru tahu" tanya satpam itu.
"Saya guru les private yang menggantikan Bu Nanci Pak. Beliau menyuruh saya menggantikannya sementara karena keluarganya ada yang sakit" jelas Fira pada Satpam tersebut.
"Terus mau buktinya seperti apa Pak?" tanya Fira bingung harus melakukan apa.
"Non telfon Bu Nanci saja. Saya akan telfon Pak Bos dulu" balas Satpam itu lagi.
"Baiklah Pak!!" Fira menyetujui satpam itu. Dia langsung menghubungi Bu Nanci. Dan untung saja Bu Nanci langsung menjawab. Fira pun mengeraskan suara di handphone nya agar satpam itu pun bisa mendengar dan mempercayai Fira.
"Benar kan Pak? Saya yang ditugaskan Bu Nanci kesini" ucap Fira.
"Iya Non... Tadi saya juga sudah menghubungi bos saya. Dan Anda boleh masuk" balas satpam itu.
"Iya Pak, terima kasih" ucap Fira lagi.
"Tak perlu berterima kasih. Memang tugas saya. Mari, saya antar ke dalam. Biar teman saya yang lain yang jaga gerbang" ucap satpam itu ramah.
"Iya Pak!" balas Fira tersenyum lega.
Ini ruang belajarnya nona muda. Non tunggu saja disini. Sebentar lagi nona muda akan kesini" ucap satpam itu mengantar Fira ke ruangan yang penuh dengan buku yang berjejer seperti perpustakaan. Tapi ini bedanya perpustakaannya di rumah.
Satpam itu pun pamit undur diri menyisakan Fira di ruangan tersebut.
\*\*\*
__ADS_1
Tak berselang lama, ada yang membuka pintu dan langsung masuk.
"Kakak ini yang menggantikan Bu Nanci ya?" tanya anak itu pada Fira.
"Iya" balas Fira seraya tersenyum.
"Kok kayak pernah liat ya? Tapi dimana?" tanya anak itu pada Fira. Fira pun mengenali anak itu sebagai adik temannya.
"Kamu adiknya Davia kan? Ini kak Fira. Masih inget gak?" tanya Fira hati-hati.
"Iya. Aku adiknya kak Davia. Oh, kak Fira. Pantas tak asing hehe" balas Audie terkekeh pelan.
"Yasudah, kita langsung mulai aja pelajaran nya. Materi nya sampai apa?" tanya Fira.
Akhirnya Audie pun diajar oleh Fira. Dan ketika waktunya habis, Fira pun pamit. Dia harus kuliah sore ini
\=\=\=
"Kak, boleh gak kalau yang ajarin aku belajar kakak aja? Jadi ganti gak Bu Nanci lagi" tanya Audie berharap.
"Loh kenapa memangnya?" Fira balik tanya.
"Aku suka diajar kakak. Mudah paham. Kakak juga asyik orangnya" balas Audie.
"Kamu bisa aja" balas Fira.
"Kakak gak bisa Die, ini kan cuma gantiin Bu Nanci aja" tambah Fira membuat Audie menjadi sedih.
\#\#\#
...***Udah dulu ya***...
...***Jangan lupa like, komen dan tambah ke favorit***...
...***Aku juga mau dong dikasih hadiah, siapa sih yang gak mau hadiah***...
__ADS_1
...***See You💕***...