
...Hai Hai Hai...
...Gimana nih kabarnya?...
...Semoga pada sehat semua ya!!!...
...Mawar mau tau dong gimana pendapat kalian tentang novel ini......
...Komen di bawah ya!!!...
...Langsung aja yuk! Happy Reading!! 💖...
###
"Kau pulanglah! biar Daddy yang di sini menemani mommy mu" balas Arthur menyebut Fira sebagai Mommy Audie.
"Tidak Dad! Audie akan tetap di sini menjaga Mommy" balas Audie.
"Kau besok harus sekolah bukan?" tanya Arthur lagi.
"Audie tak ingin sekolah Dad!!!" balas Audie lirih.
"Kenapa?" tanya Arthur sembari mengerutkan keningnya.
"Audie ingin menjaga Mommy di sini" balas Audie berbohong.
"Besok kau harus tetap sekolah sayang! besok kan masih hari Sabtu. Jadi kamu harus sekolah dulu baru bisa ke sini lagi" terang Arthur yang tak mengetahui perihal putri keduanya itu tak ingin sekolah.
"Tidak Dad!! Audie akan menjaga Mommy di sini. Jadi Audie akan meminta izin pada gurunya Audie" balas Audie lagi.
"Baiklah!! kalau begitu, kau masuklah ke dalam ruangan mommy mu. Di sana ada sofa yang nyaman. Kamu bisa tidur di situ" ucap Arthur.
"Terima kasih Dad!!" ucap Audie tersenyum.
°°°
Setelah Audie memasuki ruangan Fira, Arthur pun berbicara secara serius dengan Edgar yang sudah berbicara langsung dengan para bodyguard yang dikirim Arthur untuk mengawasi Fira.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Arthur pada Edgar.
"Di sekolah, Audie bertengkar dengan temannya. Pihak sekolah menghubungi Fira dan Fira pun ke sekolah. Para bodyguard melihat Audie berlari ke jalan raya dan hampir saja tertabrak oleh truk itu, tapi Fira yang menyelamatkan Audie. Sehingga dirinya sendiri yang celaka" ucap Edgar menjelaskan kepada Arthur.
"Bertengkar? bagiamana bisa Audie bertengkar?" tanya Arthur heran. Menurut Arthur, Audie adalah anak yang ramah dan periang. Dia tak akan menyakiti orang lain jika orang lain itu tidak mengusiknya.
"Mereka menghina Audie tidak memiliki sopan santun karena sudah tak memiliki ibu lagi" balas Edgar.
__ADS_1
"Berani sekali mereka menghina putriku seperti itu. Akan ku tuntut dia yang berani menghina putriku" geram Arthur sambil menggertakkan giginya.
"Kau tenang dulu!! Mungkin saja ibu dari anak itu tak tahu jika kau adalah Daddy Audie" ucap Edgar.
"Aku tak akan membiarkan putriku mendapat hinaan seperti itu. Tidak akan" ucap Arthur.
"Aku ingin memberi pelajaran kepada mereka yang berani menghina putriku. Tutup sekolah itu! aku tak ingin mendengar jika sekolah itu tetap berjalan. Cabut izin dari pemerintah kepada sekolah itu" tambah Arthur dengan tegas.
"Baiklah!!" balas Edgar.
"Tapi... kenapa sekolah menghubungi Fira? kenapa tak menghubungiku?" tanya Arthur bingung.
"Menurut pihak sekolah, nomor yang disemat oleh Audie adalah nomor Fira. Jadi mereka langsung menghubungi Fira" balas Edgar lagi
"Hai Kak!!! kenapa wajah kakak murung sekali? apa kakak tak senang bertemu dengan Fira?" tanya Fira heran.
"Kau tak seharusnya di sini Fir!! kau harus kembali" balas Arabella.
"Kau sudah janji pada kakak bukan? kau harus menjaga Davia, Audie dan Arthur" ucap Arabella mengingatkan.
"Mereka pasti bahagia tanpa Fira" balas Fira sendu.
"Apa kau tak mendengar suara Audie yang terus menangis karena kau?" tanya Arabella
"Benarkah?" tanya Fira tak percaya.
"Kau harus menepati janjimu. Kau harus menjaga mereka" balas Arabella.
__ADS_1
"Aku sudah membuat Arthur kecewa, jadi aku mohon padamu, kau harus selalu membuatnya bahagia" ucap Arabella lagi.
"Kecewa? maksud kakak apa?" tanya Fira bingung.
"Kau harus kembali untuk mengetahui nya" ucap Arabella.
Tak berselang lama, ada cahaya putih menarik Fira.
Tangan Fira bergerak sejenak.
\#\#\#
...***Jangan lupa tinggalin jejak***...
...***Like***...
...***Komen***...
...***Vote***...
...***Share***...
...***Hadiah***...
...***Semoga kalian suka***...
...***Happy Reading***...
...***See You Soon***!!...
__ADS_1
...***Bye Bye***!...