
...Hai Hai Hai sahabat mawar!!!...
...Pada kangen gak nih sama mawar?...
...Ya udah deh kalau gak kangen. Mawar nangis aja!!!...
...Eits!! becanda deh hehe......
...Yuk, langsung kepoin lanjutannya!!...
...Happy Reading!!😉...
###
Dia takut kalau nanti Arthur tak suka padanya lagi, dia akan dibuang dijalanan. Oleh karena itu, dia berjaga-jaga menabung uang agar jika dia dibuang, dia masih punya tabungan.
"Ya ya ya!! tanya saja pada mommy mu" akhirnya Arthur memberi kesempatan kepada Audie untuk menyapa mommy nya itu.
"Mommy baik-baik saja kan?" tanya Audie memegang tangan Fira dengan lembut.
Fira hanya menatap Audie dengan tersenyum teduh seolah mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.
"Audie!!! kau ini... kau tak kasihan pada grandpa. Grandpa mencarimu kemana-mana. Untung saja kau tak hilang" ucap Papa Halbert yang baru saja tiba.
"Maaf grandpa. Habisnya antriannya lama. Audie kan gak sabar ketemu mommy" balas Audie merasa bersalah.
Papa Halbert yang masih loading pun melihat ke kursi roda yang didorong oleh Arthur. Ternyata ada seorang wanita cantik dan manis yang sedang duduk di sana.
"Ini beneran kamu Nak?" tanya Papa Halbert tak percaya.
__ADS_1
"Fira baru saja sadar, Pa!!! Dia langsung ingin menjenguk Davia" Arthur menyahut.
Papa Halbert pun duduk di depan Fira sambil mengusap kepala Fira lembut.
"Kau baik-baik saja kan sayang?" tanya Papa Halbert pada Fira. Fira hanya mengangguk dan tersenyum sekilas.
Arthur yang melihat pun menggigit bibirnya karena Fira tak lagi mengeluarkan suaranya sejak keluar dari ruang rawat inap nya.
Mungkin benar kata dokter, Fira masih trauma dan shock dengan keadaannya.
Papa Halbert pun mengelus kepala Fira dengan sayang. Tiba-tiba Fira menangis. Air matanya membasahi pipinya.
"Sayang!!! kenapa menangis?" tanya Papa Halbert panik. Sedangkan yang ditanya hanya melihat kakinya yang tak bisa dipakai untuk jalan.
"Kamu akan segera pulih dan bisa berjalan lagi. Kamu harus sabar ya sayang!!!" ucap Papa Halbert menyemangati Fira.
"Papa akan kabari ayah, ibu, serta Mamamu bahwa kamu sudah sadar. Mereka pasti akan senang" ucap Papa Halbert dengan tersenyum senang.
Sementara Papa Halbert memberi informasi kepada ayah, ibu dan Mama Fira, Arthur dan Fira pun memasuki ruang rawat inap Davia.
Mereka melihat Davia sedang tertidur pulas. Tapi tak berselang lama mereka menunggu, akhirnya Davia bangun juga. Mungkin Davia sudah lama tidur, oleh sebab itu dirinya bangun.
"Mo-mommy!!!" panggil Davia kaku melihat ke arah Fira. Sedangkan yang ditatap hanya mengeluarkan air matanya saja.
Arthur semakin mendekatkan kursi roda Fira dengan ranjang Davia.
"Kenapa mommy menangis? mommy tak perlu menangisi aku yang jahat ini. Aku tak berhak untuk ditangisi dan dikasihani" ucap Davia ikut menangis.
°°°
__ADS_1
POV FIRA
Ketika aku sampai di ruang rawat Davia, aku melihat Davia masih tertidur begitu pulas. Kami tak sanggup membangunkannya karena takut Davia akan terganggu.
Tapi tak berselang lama, Davia terbangun dari tidurnya.
Betapa bahagianya aku ketika Davia memanggilku dengan sebutan Mommy. Itu artinya dirinya sudah menerima aku menjadi ibunya kan?
Ya meski usia kami sama, tapi aku sadar akan statusku yang memang sudah menjadi ibu sambungnya.
Air mataku luruh kala menatap Davia dan Audie secara bergantian. Aku mengingat ucapan Mami Arthur yang bilang jika Davia dan Audie bukan anak kandung suamiku itu. Apa mungkin ini rahasia yang disembunyikan oleh Almh. Kak Arabella tentang permintaan maafnya yang sebesar-besarnya kepada Arthur dan keluarganya.
###
...Jangan lupa tinggalin jejak...
...Like...
...Komen...
...Vote...
...Share...
...Hadiah...
...Semoga kalian suka...
...Happy Reading...
__ADS_1
...See You Soon!!...
...Bye Bye Bye!...