Terpaksa Menikahi Daddy Temanku

Terpaksa Menikahi Daddy Temanku
Episode 2


__ADS_3

...Aku balik lagi guys...


...Maaf ya kalau ceritanya gak nyambung gini...


...Happy Reading 💕...


###


"By!!" panggil Mommy Davia pada suaminya itu.


"Ada apa Hm? apa ada yang mengganggu pikiranmu?" Tanya Arthur pada istrinya.


"Jika suatu saat nanti aku tak ada, kamu harus cari istri baru yang sayang sama Davia dan Audie ya" pinta Mommy Davia serius.


"Kenapa berbicara seperti itu?" tanya Arthur pada sang istri.


"Aku tahu hidupku tak akan lama lagi. Jadi tolong jika aku pergi, kau harus bahagia" pinta Mommy Davia pada Arthur yang langsung mengerutkan keningnya.


"Apa yang kau katakan? Kau tak akan pergi kemanapun. Aku sudah memanggil dokter yang berpengalaman agar kau bisa sembuh total. Jadi tolong kau tak boleh bicara seperti itu. Apa yang akan terjadi jika Davia dan Audie mendengar kau berbicara seperti ini. Mereka akan sedih" terang Arthur sambil membelai kepala sang istri dengan lembut.


"Tidak Hubby. Kau dan kedua putri kita harus bahagia tanpa aku. Aku tahu kau menyuruh dokter spesialis dan terkenal. Tapi penyakit ku ini sangat kecil kemungkinan untuk sembuh. Apalagi kini sudah stadium akhir. Tolong, kabulkan harapanku ini!!!" ucap Mommy Davia itu dengan deraian air mata yang mengalir membasahi pipinya.


"Apa yang kau inginkan sayang?? Jika kau ingin aku menikah lagi, maka aku tak bisa. Aku tak bisa melakukan itu. Aku mencintaimu. Tolong jangan menyiksaku dengan permintaan mu itu!!!" balas Arthur sembari mengusap air mata istrinya.


\=\=\=


Flashback masuk SMA


"Terima kasih tumpangannya Davia" ucap Fira pada Davia yang kala itu mereka akan berencana mengikuti tes masuk SMA.


Saat itu, Fira juga bersama sang sahabat. Dia pergi bersama dengan Davia karena Davia diantar sang Daddy menggunakan mobil.


Jadi intinya Fira dan temannya itu nebeng mobil Davia.


"Biasa aja Fir" balas Davia.


Meski Davia terkesan sombong dan jutek, Davia memiliki sisi yang baik dan positif. Dia amat ceria jika mengenal dekat orang tersebut dan dia juga tegas. Sisi positif itu yang Fira suka dari Davia.


"Dad, nanti jemput lagi ya..." ucap Davia pada Daddynya yang sedang menyetir di kursi depan.


"Hm" balas Arthur dengan deheman saja.


"Kak, nanti selesai kakak sekolah kita jalan-jalan yuk!! Mau gak?" tawar Audie pada kakaknya.


"Em, boleh. Nanti ajak Mommy sekalian" balas Davia pada adiknya yang tersenyum senang.


Akhirnya mereka sampai di sekolah tersebut. Arthur dan Audie pun pulang ke rumah.


°°°


"Kamu tadi belajar banyak gak?" tanya Davia pada Fira.


"Gak terlalu sih" balas Fira singkat.


"Tapi meskipun gak belajar, kamu tetep pintar" ucap Davia menatap Fira serius.

__ADS_1


"Jangan mengada-ada. Emang ada orang yang gak belajar tapi pintar? Ya gak ada lah. Kamu jangan ngaco. Dimana-mana orang pintar itu belajar. Jadi mereka bisa" jelas Fira sambil terkekeh pelan.


Memang sahabat Fira yang Fira ajak pendiam. Jadi dia tak akan bicara sebelum ada yang mengajak nya bicara. Tapi jika bersama Fira, entah kenapa mulutnya terus saja berbicara.


•••


"Terima kasih tumpangannya. Salam ke Om dan Tante ya Dav. Maaf gak bisa ngucapin langsung. Mereka keburu masuk tadi" ucap Fira tak enak.


"Sama-sama. Hati-hati pulangnya ya!!" balas Davia sembari melambaikan tangannya.


"Siap" balas Fira.



"Loh, teman kamu mana? Udah pulang?" tanya Mommy Davia pada putri sulungnya itu.



"Iya, dia udah pulang Mom" balas Davia.



"Gak sopan gitu. Kamu jangan temenan lagi sama dia" ucap Arthur dingin.



"Jangan dengerin Daddy kamu sayang. Dia pulang pasti ada urusan. Jadi gak sempet pamitan" terang sang Mommy bijak.




"Denger kan? Mereka titip salam" ucap Mommy Davia pada sang suami.



"Kok jadi salahin aku sih" balas Arthur tak terima.



"Kenapa Mom dan Dad jadi bertengkar? Ini jadi kan kita jalan-jalan?" Davia mencoba menengahi kedua orang tuanya itu.



"Jadi dong kak. Audie aja udah siap" ucap Audie yang menyahuti ucapan kakaknya.



"Kalau gitu kakak ganti baju dulu" ucap Davia dan berlalu meninggalkan kedua orang tuanya dan adiknya menuju kamar miliknya.



Sampai kamar


"Kenapa Dad dan Mom jadi bertengkar sih?? Apa karna Fira? Tapi tadi kan Fira pamit aku. Tau ah. Mending aku ganti baju" ucap Davia pada dirinya sendiri.

__ADS_1


###


Sementara itu, Fira telah sampai di rumah dan menceritakan bagaimana dirinya tadi naik mobil milik keluarga Davia itu.


"Tadi mobilnya Davia bagus banget loh Bu..." ucap Fira yang begitu senang.


"Kapan kita punya mobil seperti itu ya Bu?? Pasti senang banget rasanya" tambah Fira lagi.


"Kamu harus belajar yang giat. Tadi gimana tes nya? Mudah gak?" tanya Ibu Fira penasaran.


"Kalau mudah sih enggak. Susah-susah gampang gitu deh. Doakan saja Fira masuk Bu!" balas Fira seraya tersenyum.


"Ibu selalu doain kamu terus tanpa kamu minta. Serahkan semua pada Tuhan agar kamu bisa masuk kesana. Yang penting kamu sudah berusaha" jelas sang ibu bijak.


"Iya Bu..." balas Fira terharu.


"Gih... makan!! ibu tadi masak makanan kesukaan kamu" perintah ibu Fira pada putrinya.


"Ok" balas Fira sumringah.


^^^


3 hari kemudian


Hasil tes telah keluar. Para siswa dan siswi menunggu dengan sangat penasaran.


Dan hasilnya Fira diterima di sekolah tersebut. Tapi Davia dan sahabat Fira satunya tidak diterima. Sejak saat itu Fira dan Davia tidak bertemu lagi.


###


"Mom, Davia gak diterima" ucap Davia sedih pada Mommynya.


"Tidak apa sayang. Sekolah kan masih banyak. Kamu bisa coba sekolah lain" ucap Mommy Davia sembari mengusap lembut kepala putrinya itu.


"Tapi... Fira keterima Mom" ucap Davi lagi dengan wajah yang ditekuk sebal.


"Kenapa kamu jadi sebal? seharusnya kamu ikut senang karena temanmu bisa lolos. Itu tandanya memang kamu tidak jodoh dengan sekolah tersebut. Kamu disuruh memilih sekolah lain yang lebih nyaman nantinya" jelas Mommy Davia.


"Davia iri saja Mom. Kemarin katanya, Fira belajar cuma sedikit. Tapi sebenarnya dia bisa" ucap Davia lagi.


"Sifat iri itu tidak baik sayang. Memang kata Fira itu sedikit. Tapi kamu tidak tahu ukuran belajar Fira seperti apa. Mungkin bagi Fira itu sedikit tapi banyak menurut kamu. Kita tidak bisa menilai itu semua sayang. Jadi kamu harus terima semua dengan lapang dada" terang Mommy Davia pada sang anak.


"Iya juga sih. Tapi Davia kesal kalau Fira dapat perhatian dari semua orang. Davia tahu Fira memang pintar dan bijak, tapi Davia tetap saja kesal" balas Davia lagi.


"Itu juga termasuk sifat iri sayang. Dan itu sangat tidak baik. Buang jauh-jauh rasa itu Ok?" jawab Mommy Davia lagi dengan penuh kesabaran.


"Akan Davia usahakan"


~Flashback Off~


...Sekian dulu ya...


...Jangan lupa like dan komen...


...See You...

__ADS_1


__ADS_2