
...Balik lagi sama aku...
...Jangan lupa like, komen dan tambah ke favorit...
...Aku juga mau dong dikasih hadiah, siapa sih yang gak mau hadiah...
...Happy Reading...
...Yang gak suka jangan baca...
"Kak, boleh gak kalau yang ajarin aku belajar kakak aja? Jadi ganti gak Bu Nanci lagi" tanya Audie berharap.
"Loh kenapa memangnya?" Fira balik tanya.
"Aku suka diajar kakak. Mudah paham. Kakak juga asyik orangnya" balas Audie.
"Kamu bisa aja" balas Fira.
"Kakak gak bisa Die, ini kan cuma gantiin Bu Nanci aja" tambah Fira membuat Audie menjadi sedih.
"Kalau gitu, biar nanti Audie aja yang bilang ke Bu Nanci" ucap Audie mencetuskan idenya.
"Tapi anak-anak yang kakak ajar gimana?" tanya Fira bingung.
"Kakak tenang aja. Nanti Audie bilang ke Bu Nanci dan Daddy supaya kakak bisa ngajarin Audie" balas Audie seraya tersenyum. Sedangkan Fira membalasnya dengan helaan nafasnya yang panjang.
"Yaudah deh... Kakak pamit ya. Oh iya, Davia mana?" tanya Fira lagi.
"Kak Davia masih kuliah. Nanti sore baru pulang" balas Audie.
"Owh, yaudah sampai bertemu lagi" ucap Fira pamit undur diri.
"Hati-hati!!" teriak Audie dengan riang.
\#\#\#
Setelah Fira pergi, Audie pun langsung menelfon Bu Nanci. Dia meminta agar Fira mengajarnya. Dan Bu Nanci pun setuju dengan permintaan Audie.
Setelah menelfon Bu Nanci, Audie menelfon Daddy nya.
\*\*\*
***Di telfon***
"Hallo Dad"
^^^"Ada apa sayang?"^^^
"Audie boleh minta sesuatu gak?"
^^^"Tentu, apapun untuk putri Daddy"^^^
"Dad, aku ingin Bu Nanci diganti"
^^^"Diganti? apa maksudmu sayang?"^^^
"Tadi Audie sudah menelfon Bu Nanci. Dia menerima permintaan Audie agar Audie bisa terus diajar oleh Kak Fira"
^^^"Fira? Fira siapa?"^^^
"Fira teman Kak Davia Dad, dia sekarang jadi cantik sekali sampai tadi aku tak mengenalinya. Dulu kan dia tidak cantik seperti itu, tapi sekarang dia seperti bidadari"
^^^"Kenapa kau ingin diajar oleh dia?"^^^
__ADS_1
"Audie suka cara penyampaian belajar Kak Fira. Audie mudah mengerti. Kak Fira juga asyik orangnya Dad"
"Audie mohon, tolong izinin Audie belajar dengan Kak Fira ya Dad. Plisss!! kalau begitu Audie tutup telfonnya. Bye Dad!! Love you"
^^^"Tapi-"^^^
***Panggilan telfon berakhir***
•••
***Arthur POV***
Ketika aku sedang berada di kantor mengecek beberapa berkas, tiba-tiba ponsel ku berdering. Tertera nama putri kedua ku yakni Audie Ellington.
Aku pun segera mengangkatnya karena tak ingin membuatnya kesal jika lama mengangkat telfon.
^^^"Hallo Dad"^^^
"Ada apa sayang?" balasku bertanya padanya.
^^^"Audie boleh minta sesuatu gak?"^^^
"Tentu, apapun untuk putri Daddy" aku pun mengerutkan keningku heran.
^^^"Dad, aku ingin Bu Nanci diganti"^^^
"Diganti? apa maksudmu sayang?"
^^^"Tadi Audie sudah menelfon Bu Nanci. Dia menerima permintaan Audie agar Audie bisa terus diajar oleh Kak Fira"^^^
"Fira? Fira siapa?" aku semakin bingung ketika nama itu disebut. Tapi aku mencoba tak mengenal nama itu. Mungkin itu nama yang sama tapi orang yang berbeda.
"Kenapa kau ingin diajar oleh dia?" aku semakin heran, kenapa dia selalu muncul di keluarga ku.
^^^"Audie suka cara penyampaian belajar Kak Fira. Audie mudah mengerti. Kak Fira juga asyik orangnya Dad"^^^
^^^"Audie mohon, tolong izinin Audie belajar dengan Kak Fira ya Dad. Plisss!! kalau begitu Audie tutup telfonnya. Bye Dad!! Love you"^^^
"Tapi-" ketika aku ingin berbicara lagi, Audie memutuskan sambungan sepihak. Aku pun kesal. Bukan kesal karena Audie memutuskan sambungannya, tapi aku kesal karena anak itu, Fira.
"Kenapa dia selalu membayangi keluarga kami akhir-akhir ini. Entah takdir apa yang akan terjadi" pikirku seperti itu.
***POV Arthur berakhir***
\#\#\#
***Flashback On***
"Tidak Hubby. Kau dan kedua putri kita harus bahagia tanpa aku. Aku tahu kau menyuruh dokter spesialis dan terkenal. Tapi penyakit ku ini sangat kecil kemungkinan untuk sembuh. Apalagi kini sudah stadium akhir. Tolong, kabulkan harapanku ini!!!" ucap Mommy Davia itu dengan deraian air mata yang mengalir membasahi pipinya.
"Apa yang kau inginkan sayang?? Jika kau ingin aku menikah lagi, maka aku tak bisa. Aku tak bisa melakukan itu. Aku mencintaimu. Tolong jangan menyiksaku dengan permintaan mu itu!!!" balas Arthur sembari mengusap air mata istrinya.
"Tolong!! kau nikahi dia" pinta Mommy Davia pada Arthur.
"Dia siapa? aku tak akan melakukannya sayang. Aku hanya mencintaimu" balas Arthur mutlak
"Fira. Nikahi Fira!! cinta tumbuh karena terbiasa. Aku yakin, kau akan mencintainya jika waktunya sudah tepat" balas Mommy Davia sendu.
__ADS_1
"Apa yang kau katakan? dia masih anak-anak. Bahkan dia seumuran dengan Davia. Kenapa kau langsung mempercayai anak itu? Bahkan tak ada ikatan darah dan bukan teman bahkan sahabat dekat. Apa yang dilakukan anak itu sehingga kamu memilihnya? dia pasti mengancammu kan? Katakan!! tak ada yang berani mengancam keluarga Ellington. Siapa dia? dia hanya orang miskin di bawah kita" ucap Arthur merendahkan keluarga Fira.
"Tak ada yang dia lakukan. Dia anak baik-baik. Kenapa memangnya jika dia seumuran Davia? yang terpenting, dia sayang kepada kedua anak kita dan sanggup mengurusnya. Jangan bedakan kasta antara keluarga miskin dan kaya. Kita semua sama. Sama-sama manusia. Aku tak suka sikap sombongmu itu Arthur" Teriak Mommy Davia pada Arthur.
"Lalu sekarang aku tanya. Apa dia benar-benar sayang kepada Davia dan Audie? kau tak tahu kan? dari mana kau tahu jika dia bisa menyayangi kedua anak kita nantinya? kau terlalu mudah dibodohi oleh siapa pun" balas Arthur merendah. Karena dia harus menjaga emosinya. Sebab jika emosinya tak terkendali, bisa saja istrinya kaget dan menyebabkan istrinya langsung drop.
"Itu yang harus kau lakukan. Usaha agar Fira menerima Davia dan Audie juga menyayangi mereka berdua. Tolong!!! kabulkan permintaan ku ini" ucap Mommy Davia sambil mengatupkan kedua tangannya memohon agar suaminya itu mau mengabulkan permintaannya.
"Jika aku tak bisa?" tanya Arthur lirih.
"Jika kau tak bisa, berarti kau tidak mencintai ku. Kau juga tak menyayangi anak kita" balas Mommy Davia.
"Baiklah!!! akan aku coba" ucap Arthur pasrah.
***Flashback Off***
^^^
Saat ini, kelas sudah berakhir. Fira hendak pulang. Tapi tiba-tiba ada yang memanggil namanya.
"Fir!!" Dia Nathan. Senior Fira.
"Oh. Ada apa kak?" tanya Fira heran.
"Ada acara gak lusa? Kakak mau ngajak kamu" tanya Nathan.
"Mau ngajak kemana?" tanya Fira balik.
"Kebiasaan deh kalau ditanya malah nanya balik" ucap Nathan gemas sambil mengacak-acak rambut Fira.
"Hehehe... emang iya? Fira gak ngerasa gitu kok" balas Fira terkekeh pelan sambil membetulkan rambutnya yang diacak Nathan.
"Kakak mau beli kado buat adik kakak. Tapi kakak bingung. Jadi kakak mau minta bantuan sama kamu" ucap Nathan.
"Owh... lihat besok ya kak. Kalau bisa, Fira akan hubungin kakak lagi" ucap Fira.
"Baiklah!!" balas Nathan dengan riang.
"Kamu mau pulang kah? kakak anterin boleh ya?" tanya Nathan.
"Fira langsung ke rumah sakit. Karena ayah lagi sakit. Jadi kakak pulang duluan aja" tolak Fira secara halus.
"Gak papa Fir. Kakak luang kok. Jadi bisa nganter kamu. Sekalian jenguk ayah kamu. Biar bisa kenalan juga" ucap Nathan lagi.
"Gak usah kak. Mending kakak pulang. Nanti dicariin ibunya kakak. Lain kali aja deh Fira mau dianterin kakak" ucap Fira lagi.
"Bener ya lain kali mau?" tanya Nathan lagi
"Iya" balas Fira dengan senyuman.
"Yaudah. Kita bareng deh ke depannya" ucap Nathan lagi dan dibalas anggukan kepala oleh Fira tanda setuju.
Tapi tiba-tiba....
"Ikut dengan saya!!!" tangan Fira dicengkram kuat oleh...
\#\#\#
...***Happy Reading teman-teman***...
...***Maaf ya bila ceritanya tak memuaskan***...
__ADS_1
...***See You***...