
...Hai teman-teman semua...
...Gimana kabarnya hari ini?...
...Semoga semuanya baik-baik aja ya......
...Happy Reading 💞...
***
"Ibu bertemu dengan Fira di mana?" tanya ibu Fira penasaran.
"Saya bertemu dengan Fira di..." Bu Amor memandang Fira. Sedangkan Fira yang dipandang begitu gugup.
"Di tepi jalan Bu. Fira membantu saya karena barang saya terjatuh" ucap Bu Amor berbohong. Fira pun bernafas lega.
"Oh gitu ternyata" ucap ibu Fira paham.
"Keadaan Anda bagaimana Pak?" tanya Bu Amor pada ayah Fira.
"Semakin membaik Bu" ucap ayah Fira dengan perlahan.
Bu Amor dan keluarga Fira pun tampak akrab berbicara dan bercanda gurau.
"Pak!! Bu!!! kalau Fira saya minta jadi mantu gimana?" tanya Bu Amor tiba-tiba.
Ayah dan ibu Fira pun sontak terkejut. Tak terkecuali Fira yang langsung gugup.
Kenapa Bu boss nya ini ngebet banget minta Fira jadi mantu?
"Gak usah tegang gitu Pak, Bu!!! santai saja sama saya" ucap Bu Amor berusaha memecahkan kecanggungan yang dibuatnya tadi.
"Iya Bu... boleh saja, asalkan Fira mau dan dia bisa bahagia" ucap ayah Fira pada Bu Amor. Fira pun merasa terharu dengan ayah yang telah menjaganya selama ini.
"Ibu juga setuju kalau Fira nya setuju. Yang terpenting Fira bahagia" sahut ibu Fira seraya tersenyum dan mengusap lembut kepala anaknya.
"Kamu gimana Fir??" tanya Bu Amor menggoda Fira. Fira pun merasa malu.
"Sebenarnya anak saya ada tiga. Laki-laki semua. Yang satu dan dua sudah menikah. Tinggal yang terakhir aja belum. Umurnya juga gak terlalu tua kok. Masih 26 tahun" jelas Bu Amor pada kedua orang tua Fira itu.
"Rezeki Bu, punya anak laki-laki semua" ucap ibu Fira membalas ucapan Bu Amor.
"Iya. Tapi saya pengen punya anak perempuan. Dan ketika melihat Fira, saya jadi merasa saya sudah punya anak perempuan. Karena Fira beda 6 tahun sama anak terakhir saya" ucap Bu Amor terkekeh.
"Lagian Bu, kalau anaknya laki-laki semua, pasti juga nanti bakal cari perempuan. Jadi ibu bisa punya anak perempuan" terang ibu Fira seraya tersenyum.
"Oh iya, saya mau minta doa ke kalian. Semoga menantu saya yang dirawat di rumah sakit ini bisa sembuh dari penyakitnya. Kasian 2 cucu perempuan saya yang sedih melihat mommy nya terbaring di rumah sakit. Sedangkan anak saya sendiri seperti sudah pasrah dengan keadaan istrinya yang semakin menurun" ucap Bu Amor sedih.
"Semoga cepat sembuh ya Bu, menantunya. Saya akan doakan agar dia cepat sehat dan bisa seperti biasanya" ucap ibu Fira mewakili.
"Terima kasih!!!" balas Bu Amor.
"Saya pamit dulu, karena masih ada pekerjaan yang perlu saya urus. Terima kasih sudah bersedia saya kunjungi" ucap Bu Amor pamit.
"Iya Bu... terima kasih karena sudah menjenguk ayah Fira" ucap Fira mewakili.
Akhirnya Bu Amor pun meninggalkan ruang rawat ayah Fira.
__ADS_1
°°°
Fira keluar ingin mencari makan untuk ibunya. Adiknya belum bisa ke rumah sakit karena katanya masih banyak pekerjaan rumah yang belum selesai.
Ketika berjalan menuju kantin rumah sakit, ada yang menarik baju belakang nya. Fira pun menoleh.
"Loh, kamu di sini?" tanya Fira.
"Iya kak, Audie nemenin Mommy" jelas Audie.
"Lalu kenapa kamu keluar sendirian?" tanya Fira lagi.
"Audie mau cari makan. Kakak temenin ya??" ajak Audie.
"Tapi..." ucapan Fira terpotong oleh adik Davia tersebut.
"Plis kak... Audie lapar. Audie sendirian. Kakak temenin Audie ya??" ucap Audie lagi.
"Emh... Baiklah!!" balas Fira setelah menghembuskan nafasnya.
Fira dan Audie pun menuju kantin mencari makan untuk Audie yang minta untuk ditemani. Sekalian Fira ingin membeli makanan untuk ibunya.
\=\=\=
Sampai kantin
"Kakak gak makan?" tanya Audie heran karena Fira tak segera makan. Padahal dirinya tadi memesan makanan.
"Enggak" balas Fira singkat.
"Buat ibu kakak" balas Fira.
"Gimana kalau kakak makan berdua sama Audie? kita makan bareng-bareng. Lagian Audie pasti gak bisa habisin makanan ini sendiri" ucap Audie pada Fira.
"Gak usah, nanti kalau kamu lapar lagi gimana? mending kamu makan yang banyak supaya mommy mu senang lihat anaknya yang cantik ini sehat" ucap Fira pada Audie.
"Ya udah deh kalau gitu" balas Audie seraya menyantap makanan yang ada di depannya.
"Kak!! cobain deh, ini enak banget. Buka mulut kakak!!! Aaa..." karena tak ingin membuat Audie kecewa, Fira pun membuka mulutnya dan mengunyah makanan yang disodorkan Audie padanya.
"Enak gak??" tanya Audie.
"Em... Enak" balas Fira tersenyum.
"Kak, Audie suapin dong!!!" ucap Audie manja membuat Fira gemas sendiri melihatnya. Akhirnya Fira pun menyuapi Audie dengan telaten.
"Lagi kak!!" ucap Audie yang meminta Fira menyuapi dirinya lagi.
"Giliran kakak. Aaaa" Audie pun menyuapi Fira lagi.
"Audie udah ngomong sama Daddy loh buat ganti kakak jadi guru private nya Audie" ucap Audie senang. Sontak Fira yang terkejut pun langsung tersedak.
"Uhuk uhuk, uhuk uhuk"
"Kakak gak papa??" tanya Audie sambil menyodorkan minumannya ke Fira.
"Kakak gak papa kok. Cuman tadi kurang hati-hati aja makannya" ucap Fira bohong.
__ADS_1
"Hati-hati kak kalau makan!!" peringat Audie pada Fira.
"Iya" balas Fira.
"Audie tadi udah telfon Daddy, tapi Daddy diem aja waktu Audie ngomong. Audie kan kesel. Sekarang Daddy aja belum ke sini. Untung tadi ada Oma yang nemenin Mommy, meski sebentar" ucap Audie sedih.
"Hey, kenapa kamu jadi sedih? Kamu harus tetep senyum supaya Mommy kamu bahagia" ucap Fira mencoba menghibur Audie.
"Makanannya dihabisin yuk!!! biar kakak yang suapin kamu" ucap Fira sambil menyodorkan makanan ke mulut Audie. Audie pun langsung dengan sigap membuka mulutnya menerima makanan yang disuapi oleh Fira.
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang memerhatikan mereka berdua dengan intens. Dia hendak menghampiri Fira dan Audie, namun langkahnya karena ada yang menepuk bahunya pelan.
"Arthur!!! Kau mau kemana?" tanya sekretaris Aaron pada tuannya itu.
"Menghampiri mereka" balas Arthur singkat. Arthur pun ingin melanjutkan langkahnya. Tapi dicegah oleh sekretaris nya itu.
Memang di luar jam kerja, sekretaris Arthur memang teman Arthur. Mereka sudah bersahabat sedari kuliah. Jadi tak heran apabila Arthur dipanggil seperti itu.
"Biarkan saja mereka!!" ucap sekretaris Arthur itu.
Gak enak jika tak disebut namanya. Panggil saja Edgar.
"Tidak bisa!! kalau dibiarkan, mereka akan semakin dekat" balas Arthur kesal.
"Kau bisa lihat sendiri kalau Audie merasa bahagia bersama gadis itu. Lagi pula istrimu juga ingin kau mendekati gadis itu kan??" terang Edgar.
\#\#\#
...***Happy Reading teman-teman***...
...***Maaf ya bila ceritanya tak memuaskan***...
...***See You Soon***...
__ADS_1