
...Hai para reader!!...
...Gimana kabar kalian?...
...Semoga sehat selalu ya!!!...
...Mawar mau nanya dong, gimana nih cerita yang mawar bikin? membosankan kah? atau terlalu bertele-tele??...
...Maafin mawar yang gak bisa nyenengin kalian ya!!...
...Yaudah deh, langsung lanjut aja...
...Happy Reading...
###
"Iya Bu... ini saya mau mengabarkan kalau ada percekcokan di sekolah. Dan Audie saat ini bertengkar di sekolah. Saya menghubungi Ibu karena Audie menyematkan nomor Ibu di ponselnya" jelas orang itu.
"Bertengkar??" ucap Fira syok.
"Tolong ibu kesini ya!! karena kontak yang bernama "Daddy" di ponsel Audie tidak aktif" jelas orang itu pada Fira.
"Ba-baiklah pak!! sa-saya akan ke sana" balas Fira.
Fira pun langsung bergegas berlari untuk meminta izin pada Nathan dan Mamanya. Mereka pun heran dengan sikap Fira yang tergesa-gesa.
Tapi, ketika Nathan menawarkan untuk membantunya. Malah Fira menolak dengan halus.
Sedangkan saat ini Arthur dengan marah nya berteriak pada sahabat sekaligus asisten pribadinya itu.
"Bisa cepet gak sih???" teriak Arthur pada Edgar.
"Ini sudah sangat cepat, Thur!!!" balas Edgar kesal.
"Kalau tidak lebih kencang lagi, berhentikan mobil ini. Biar aku saja yang menyetir" ucap Arthur tak sabaran.
"Baiklah!!! aku akan mengencangkan mobil ini" balas Edgar.
Ya begitulah Arthur, suka marah-marah.
Hingga sampai di pelataran restoran pun dia tetap menggerutu dengan muka yang begitu kejam dan penuh kekejaman.
Arthur mengedarkan pandangannya melihat ke sekeliling restoran itu. Namun dia tak menemukan istrinya.
Kemana dia??~ pikir Arthur.
"Ada yang bisa saya bantu Pak?" tanya seorang pelayan kepada Arthur.
"Saya ingin Fira" balas Arthur asal.
"Fira? tidak ada menu makanan atau minuman yang bernama itu Pak" balas pelayan itu.
__ADS_1
"Fira itu orang. Dia di mana?" tanya Arthur mulai kesal.
Istrinya kok disamakan sama makanan dan minuman~ pikirnya.
"Fira siapa Pak?" tanya pelayan itu lagi.
"Fira Nanncey, istriku" balas Arthur dengan ditekan.
Tiba-tiba...
"Ada apa ini?" tanya Nathan menengahi karena dirinya mendengar keributan.
"Ini Pak, dia mencari Fira Nanncey" balas pelayan itu.
"Ada apa Anda mencari Fira??" tanya Nathan bingung.
"Oh, jadi kamu ternyata yang bertemu dengan Fira. Iya??" ucap Arthur tajam. Seolah siap menghunuskan pedang.
"Anda ke sini mau apa?" bukannya menjawab, Nathan malah bertanya balik.
"Tidak ada" balas Nathan singkat.
"Dimana Fira???" tanya Arthur sambil menekan kata-katanya.
"Siapa Anda yang menanyakan keberadaan Fira?" ucap Nathan tak suka kepada Arthur.
"Saya suaminya" balas Arthur penuh penekanan tegas.
***DEG***
"Hahaha... Anda bercanda?" kekeh Nathan tertawa geli.
"Saya serius" balas Arthur tegas.
Berani sekali dia menertawakan ku~ batin Arthur kesal.
"Mana buktinya?" tanya Nathan lagi masih tak percaya.
__ADS_1
"Gar, perlihatkan buktinya!!" ucap Arthur angkuh menatap Nathan, rivalnya itu.
Akhirnya Edgar pun mengambil sesuatu di mobil, dan tak berselang lama dirinya kembali lagi.
"Ini Thur" ucap Edgar menyerahkan bukti yang diinginkan oleh Boss sekaligus sahabatnya itu.
"Lihat ini!!!" ucap Arthur angkuh.
"Ini gak mungkin" balas Nathan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tak percaya.
"Itu yang sebenarnya" balas Arthur.
"Sekarang katakan di mana Fira!!!" tanya Arthur sekali lagi.
"Dia tidak di sini" balas Nathan datar.
•••
***Episode selanjutnya***~
"Audie... Ma maafin Mom-my...
"Fir!!!...
"Hub-by... Tolong jaga Da-via dan Au-die de-ngan ba-ik...
\#\#\#
...***Jangan lupa tinggalin jejak***...
...***Like***...
...***Komen***...
...***Vote***...
...***Share***...
...***Hadiah***...
...***Semoga kalian suka***...
...***Happy Reading***...
...***See You Soon***!!...
__ADS_1
...***Bye Bye***!...