
...Halo guys......
...Gimana nih kabar kalian?...
...Semoga selalu sehat ya!!!...
...Maapin mawar karena kemarin-kemarin belum bisa update karena lagi pusing tugas....
...Yuk deh langsung aja,...
...Happy Reading 💞...
###
"Bagaimana keadaan istriku?" tanya Arthur.
"Nona Fira sudah melewati masa kritisnya. Tapi, untuk bisa berjalan seperti nya susah Tuan! mengingat Nona Fira pernah mengalami kecelakaan" balas Dokter.
"Nona Fira sepertinya butuh tongkat nantinya sampai mungkin beberapa bulan" tambah dokter.
"Lakukan yang terbaik untuk istriku! aku ingin dia benar-benar sembuh" ucap Arthur dingin.
"Kami usahakan yang terbaik untuk Nona Fira, Tuan!" balas Dokter lagi.
°°°
Keesokan harinya~
Arthur menuju ke ruang rawat inap Davia.
"Dad!!" panggil Davia lirih.
"Kau tak apa sayang?" tanya Arthur sembari mengusap kepala anaknya itu dengan sayang.
"Tak apa Dad" balas Davia seraya tersenyum.
"Bagaimana keadaan Mommy Fira?" tanya Davia merasa bersalah.
__ADS_1
"Em... Mommy mu sudah melewati masa kritisnya. Tapi..." ucap Arthur ragu.
"Tapi apa Dad?" tanya Davia heran.
"Tapi dokter bilang kalau mommy mu tak bisa berjalan tanpa alat, dia harus menggunakan tongkat maupun kursi roda" balas Arthur.
"Se-semoga Mommy baik-baik saja ya Dad!!!" ucap Davia kelu.
"Em, lalu apa perutmu masih sakit?" tanya Arthur.
"Davia sudah tidak apa-apa. Davia ingin menunggu mommy saja" balas Davia tersenyum.
Dirinya mencoba untuk menerima Fira menjadi ibunya.
"Kau harus sembuh terlebih dahulu, baru kau boleh menunggu mommy mu" balas Arthur mengusap kepala Davia lagi.
"Davia akan segera sembuh" tekad Davia.
°°°
"Sayang! kau di sini?" tanya Arthur memeluk Audie.
"I-iya Dad" Audie tersenyum kecut.
"Sayang!! Daddy sudah mengirim uang ke rekening mu untuk satu bulan ini. Kau bisa mengambilnya ok?" ucap Arthur.
"Dad! apa Audie boleh minta sesuatu?" tanya Audie gugup.
"Minta apa sayang? apapun yang bisa Daddy lakukan akan Daddy berikan" balas Arthur tersenyum manis.
"Dad! Daddy tak perlu mengirim uang lagi ke rekeningku dengan jumlah sebesar itu" cicit Audie membuat Arthur mengerutkan keningnya.
"Apa ada masalah?" tanya Arthur heran.
"Tidak ada Dad!! hanya saja uang yang Daddy berikan sangat banyak. Audie bingung harus dibuat apa. Bahkan tabungan Audie sudah banyak. Audie takut nanti ATM nya jebol kebanyakan isi" ucap polos Audie.
"Memangnya kenapa? nanti kalau Audie minta dikurangin? siapa yang mau habisin uangnya Daddy sayang? Daddy bekerja untuk kalian. Jadi, kalian bisa menikmati jerih payah Daddy. Lagian, ATM tidak akan bisa jebol sampai kapan pun meski kebanyakan isi saldonya. Jadi, Audie tenang saja Ok!! kalau perlu, Daddy buatkan ATM yang baru ya!!" jelas Arthur.
__ADS_1
"Enggak usah Dad!! Audie pengen uang jajannya dikurangin aja kayak teman-teman Audie" ucap Audie kekeh pada pendiriannya.
Ya memang uang yang diberikan Arthur sangatlah banyak untuk anak seumuran Audie. Audie kan masih SMP.
Bayangin aja 1 bulan dikasih 5 juta. Fasilitas nya aja tetap Arthur yang tanggung. Ya jadi Audie merasa tak enak hati.
"Audie minta 1 juta aja per bulan" ucap Audie.
"Memangnya gak kurang sayang? 1 juta itu kecil loh" balas Arthur heran.
\=\=\=
"Tidak usah membela anak itu! dia bukan anak kandungmu. Dia hanya anak almarhumah istrimu"
DEG
###
...Jangan lupa tinggalin jejak...
...Like...
...Komen...
...Vote...
...Share...
...Hadiah...
...Semoga kalian suka...
...Happy Reading...
...See You Soon!!...
...Bye Bye! Bye...
__ADS_1